Algoritma Tatalaksana Miastenia Gravis pada Kehamilan
Pasien hamil dengan miastenia gravis (MG) harus melanjutkan terapi pyridostigmine, kortikosteroid dosis rendah, dan azathioprine karena obat-obat ini aman selama kehamilan, sementara persalinan pervaginam tetap menjadi pilihan utama dengan monitoring ketat fungsi respirasi sepanjang kehamilan. 1, 2
Prinsip Umum Manajemen
Tim multidisiplin yang terdiri dari ahli neurologi, obstetri risiko tinggi, dan anestesi harus mengelola pasien MG hamil sejak prekonsepsi hingga periode peripartum. 3, 2
- Eksaserbasi MG paling sering terjadi pada trimester pertama dan periode postpartum 2, 4
- Mortalitas maternal sangat rendah, dengan hanya 3 kematian mendadak dilaporkan dalam literatur selama 17 tahun terakhir, semuanya pada pasien risiko tinggi 3
- Sekitar 25% wanita hamil dengan MG mengalami gejala (dispnea, nyeri dada, palpitasi) dan komplikasi (gagal jantung dan aritmia), terutama pada mereka yang sudah memiliki gejala sebelum kehamilan 3
Algoritma Terapi Farmakologis
Lini Pertama: Pyridostigmine
Mulai atau lanjutkan pyridostigmine 30 mg oral tiga kali sehari, titrasi bertahap hingga maksimal 120 mg oral empat kali sehari berdasarkan respons klinis. 5, 6, 1
- Pyridostigmine dianggap aman selama kehamilan dan harus dilanjutkan 1, 2
- Meskipun keamanan pyridostigmine selama kehamilan belum sepenuhnya ditetapkan pada manusia, obat ini telah digunakan selama lebih dari 50 tahun dengan profil keamanan yang baik 7, 8
- Monitor pertumbuhan janin dan bradikardi janin karena beta blocker dapat mempengaruhi janin 3
Lini Kedua: Kortikosteroid
Untuk gejala Grade 2 atau lebih tinggi yang tidak terkontrol dengan pyridostigmine, tambahkan prednisone 1-1,5 mg/kg/hari oral, dengan tapering bertahap berdasarkan perbaikan gejala. 5, 6, 1
- Kortikosteroid dosis rendah aman selama kehamilan dan harus dilanjutkan 1, 2
- Sekitar 66-85% pasien menunjukkan respons positif terhadap kortikosteroid 5
- Hindari dosis tinggi kortikosteroid jika memungkinkan untuk meminimalkan risiko pada janin 1
Lini Ketiga: Azathioprine
Azathioprine dapat digunakan sebagai terapi imunosupresif untuk penyakit sedang hingga berat dan dianggap aman selama kehamilan. 5, 1
- Azathioprine harus dilanjutkan jika sudah digunakan sebelum kehamilan 1, 2
- Azathioprine merupakan pilihan imunosupresan yang lebih aman dibandingkan alternatif lain selama kehamilan 1
Obat yang Harus Dihindari
Hindari mycophenolate mofetil, methotrexate, cyclophosphamide, dan rituximab selama kehamilan karena risiko teratogenik. 1, 2
- Mavacamten (myosin inhibitor) dikontraindikasikan pada kehamilan karena efek teratogenik potensial 3
- Antibiotik fluoroquinolone, aminoglikosida, dan makrolida harus dihindari karena dapat memperburuk gejala MG 5, 6
- Beta blocker, magnesium intravena juga harus dihindari 5, 6
- Muscle relaxant atracurium dan mivacurium harus dihindari jika memungkinkan; rocuronium dan vecuronium lebih aman 3, 9
Manajemen Eksaserbasi Akut (Grade 3-4)
Untuk krisis miastenik dengan kompromi respirasi atau kelemahan umum berat, segera rawat di ICU dengan monitoring ketat dan berikan IVIG 2 g/kg total selama 5 hari (0,4 g/kg/hari × 5 hari) atau plasmapheresis. 5, 6, 1
- IVIG dan plasmapheresis adalah terapi aman selama kehamilan untuk eksaserbasi sedang hingga berat 1, 2
- Lanjutkan kortikosteroid bersamaan dengan IVIG atau plasmapheresis 6
- Lakukan penilaian fungsi paru sering dengan negative inspiratory force dan vital capacity 6
- IVIG tidak boleh digunakan untuk terapi pemeliharaan kronis 6
Monitoring Selama Kehamilan
Lakukan ekokardiografi serial, terutama selama trimester kedua atau ketiga ketika beban hemodinamik tertinggi, atau jika gejala klinis berkembang. 3
- Penilaian fungsi paru reguler sangat penting pada pasien dengan MG umum untuk memantau kompromi respirasi 5, 2
- Monitor untuk infeksi saluran kemih yang dapat memperburuk MG 2
- Hindari faktor-faktor yang dapat memperburuk MG termasuk infeksi, stres, dan obat-obatan tertentu 2, 4
Manajemen Persalinan
Persalinan pervaginam direkomendasikan sebagai pilihan pertama untuk sebagian besar wanita hamil dengan MG. 3
- Seksio sesarea harus dicadangkan hanya untuk indikasi obstetrik atau alasan kesehatan maternal darurat 3
- Hasil buruk selama persalinan rendah (3-4%) dan serupa antara persalinan pervaginam dan seksio sesarea 3
- Manuver Valsalva selama persalinan telah terbukti dapat ditoleransi dengan baik 3
- Tingkat perdarahan, termasuk perdarahan serius yang memerlukan transfusi, lebih tinggi pada wanita yang menjalani seksio sesarea 3
Anestesi untuk Persalinan
Anestesi epidural atau umum dapat digunakan dengan wajar, dengan tindakan pencegahan untuk menghindari hipotensi. 3
- Tidak ada kontraindikasi umum untuk anestesi epidural atau umum pada pasien hamil dengan MG selama dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari hipotensi 3
- Agen anestesi yang lebih aman termasuk propofol untuk induksi, sevoflurane atau isoflurane untuk inhalasi, fentanyl atau remifentanil untuk analgesik, dan lidocaine atau bupivacaine untuk anestesi lokal 3
Antikoagulasi pada Kehamilan
Untuk wanita hamil dengan MG dan fibrilasi atrium atau indikasi antikoagulasi lainnya, gunakan low-molecular-weight heparin atau vitamin K antagonist (dosis terapeutik maksimal <5 mg sehari) untuk pencegahan stroke. 3
- Low-molecular-weight heparin dan warfarin dosis rendah memiliki risiko yang dapat diterima selama kehamilan 3
- Data keamanan yang tidak memadai mengenai DOAC dalam kehamilan tersedia, dan meta-analisis terbaru menunjukkan bahwa mereka terkait dengan tingkat komplikasi janin yang lebih tinggi 3
Konseling Genetik dan Neonatal
Konseling genetik dan reproduksi prakonsepsi dan prenatal harus ditawarkan pada keluarga yang terkena MG. 3
- Ekokardiografi janin dapat dipertimbangkan untuk diagnosis HCM janin dalam konteks konseling prenatal, meskipun ini lebih relevan untuk kondisi jantung 3
- Miastenia neonatal bermanifestasi sebagai kelemahan transien yang disebabkan oleh antibodi otot IgG ibu dan mempengaruhi 10% bayi 1
- Neonatologist harus dilibatkan dalam perawatan untuk memantau dan mengelola miastenia neonatal potensial 2, 10
Peringatan Penting
- Krisis kolinergik vs krisis miastenik: Peningkatan dosis pyridostigmine pada krisis kolinergik dapat berakibat fatal; gunakan edrophonium chloride dan penilaian klinis untuk membedakan 7
- Atropine dapat menutupi tanda-tanda overdosis dan menyebabkan induksi krisis kolinergik yang tidak disengaja 7
- Rencana persalinan idealnya harus ditetapkan pada akhir trimester kedua 3
- Wanita dengan MG harus didukung dalam keinginan mereka untuk memiliki anak karena sebagian besar memiliki persalinan pervaginam spontan dengan hasil yang baik 1