Melanoma Maligna (Jawaban: C)
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah Melanoma Maligna, mengingat adanya tahi lalat yang membesar progresif disertai pembesaran kelenjar getah bening regional (preaurikular dan leher kanan), yang merupakan tanda khas metastasis nodal dari melanoma.
Rasional Diagnosis
Temuan Klinis Kunci yang Mendukung Melanoma Maligna
- Perubahan ukuran lesi yang progresif merupakan salah satu tanda mayor yang memerlukan rujukan atau eksisi untuk melanoma 1, 2
- Pembesaran kelenjar getah bening regional (preaurikular dan servikal) sangat khas untuk melanoma dengan metastasis nodal, karena risiko keterlibatan kelenjar getah bening berkorelasi dengan ketebalan maksimum tumor primer 3
- Pada melanoma dengan keterlibatan kelenjar getah bening lokoregional, jumlah kelenjar yang terlibat merupakan faktor prognostik paling penting 3
Mengapa Bukan Diagnosis Lain
Basalioma (Karsinoma Sel Basal):
- Jarang bermetastasis ke kelenjar getah bening
- Biasanya tidak berasal dari tahi lalat yang sudah ada sebelumnya
- Presentasi klinis tidak sesuai dengan pembesaran KGB regional yang signifikan
Karsinoma Sel Skuamosa:
- Meskipun dapat bermetastasis ke KGB, biasanya tidak berasal dari lesi pigmentasi seperti tahi lalat
- Lebih sering muncul sebagai lesi ulseratif atau nodular pada kulit yang rusak akibat sinar matahari
Keratosis Senilis (Keratosis Seboroik):
- Merupakan lesi jinak yang tidak bermetastasis 1
- Dapat menyerupai melanoma tetapi tidak menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening 2
Nevus Pigmentosus:
- Lesi jinak yang tidak bermetastasis
- Meskipun cellular blue nevus dapat meniru melanoma dan bahkan menunjukkan sel nevus di kelenjar getah bening regional, ini sangat jarang dan biasanya tidak menunjukkan pembesaran KGB yang palpabel 4
Pendekatan Diagnostik yang Direkomendasikan
Pemeriksaan Fisik Lengkap
- Pemeriksaan seluruh permukaan kulit termasuk kulit kepala untuk mendeteksi melanoma primer kedua dan/atau metastasis 3
- Pemeriksaan semua kelenjar getah bening regional 3
Biopsi dan Histopatologi
- Eksisi lengkap dengan margin 2 mm kulit normal adalah praktik standar untuk lesi melanositik yang dicurigai ganas, bukan biopsi parsial 1, 2
- Gunakan pisau bedah, bukan laser atau elektrokoagulasi, karena destruksi jaringan dapat mengganggu diagnosis dan penilaian faktor prognostik histologis 3, 1
- Laporan histopatologi harus mencakup: diagnosis sifat melanositik dan konfirmasi keganasan, ketebalan tumor maksimum (metode Breslow), tingkat invasi (Clark), dan ada/tidaknya ulserasi 3
Evaluasi Kelenjar Getah Bening
- Untuk kelenjar yang terisolasi, analisis sitologi dari aspirasi jarum halus dapat dipertimbangkan sebagai bantuan diagnostik, tetapi diagnosis definitif hanya dapat dibuat setelah pemeriksaan histopatologi jaringan 3
- Ultrasonografi kelenjar getah bening superfisial regional diindikasikan untuk kasus dengan ketidakpastian klinis 3
Pencarian Metastasis Jauh
- Pada kasus dengan keterlibatan kelenjar getah bening regional atau metastatik, pencarian lesi metastatik lain dibenarkan untuk memandu terapi selanjutnya 3
- CT scan abdomen, toraks, dan serebral tampaknya paling berguna untuk mendeteksi metastasis jauh 3
- Sekitar 10% kasus ditemukan metastasis jauh asimtomatik pada saat diagnosis kelenjar yang terlibat 3
Peringatan Penting
- Melanoma dapat memiliki fenotip yang beragam dan dapat ditiru oleh nevi jinak, keratosis seboroik, sel basal berpigmen, hematoma, dan pertumbuhan vaskular 2
- Melanoma metastatik dapat kehilangan penanda melanositik imunohistokimia dan mengekspresikan penanda garis keturunan non-melanositik, yang sering menimbulkan dilema diagnostik 5
- Status kelenjar sentinel adalah faktor prognostik paling penting di antara pasien dengan melanoma lokal yang menjalani biopsi kelenjar getah bening sentinel 3
- Indeks Breslow adalah faktor prognostik paling kuat dan paling umum digunakan untuk melanoma tunggal yang dapat dieksisi 3