Melanoma Maligna (Jawaban: C)
Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah Melanoma Maligna, mengingat adanya tahi lalat yang membesar progresif disertai pembesaran kelenjar getah bening regional (preaurikular dan leher kanan), yang merupakan tanda khas metastasis nodal dari melanoma.
Dasar Diagnosis
Presentasi Klinis Khas Melanoma dengan Metastasis Nodal
Lesi primer yang membesar progresif pada pipi kanan merupakan tanda perubahan pada lesi melanositik yang sangat mencurigakan untuk keganasan 1.
Pembesaran kelenjar getah bening regional (preaurikular dan leher kanan) menunjukkan keterlibatan nodal lokoregional, yang merupakan faktor prognostik paling penting pada melanoma dan mengindikasikan stadium III 1.
Pada kasus dengan keterlibatan nodal regional atau metastatik, risiko metastasis jauh asimptomatik ditemukan sekitar 10% pada saat diagnosis 1.
Mengapa Bukan Diagnosis Lain
Basalioma (Karsinoma Sel Basal): Jarang bermetastasis ke kelenjar getah bening; biasanya tumbuh lambat dengan karakteristik tepi mutiara dan telangiektasia 2.
Karsinoma Sel Skuamosa: Meskipun dapat bermetastasis ke kelenjar getah bening, biasanya tidak berasal dari "tahi lalat" yang sudah ada sebelumnya, melainkan dari lesi keratotik atau ulseratif 3.
Keratosis Senilis (Keratosis Seboroik): Lesi jinak yang tidak bermetastasis; dapat menyerupai melanoma tetapi tidak menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening 4, 2.
Nevus Pigmentosus: Lesi jinak yang stabil; pertumbuhan progresif dengan limfadenopati regional sangat mencurigakan untuk transformasi maligna 5, 3.
Faktor Prognostik Penting
Stadium dan Keterlibatan Nodal
Jumlah kelenjar getah bening yang terlibat adalah faktor prognostik paling penting pada melanoma stadium III, diikuti oleh status klinis nodal (tidak teraba vs teraba) 1.
Keterlibatan nodal regional menunjukkan korelasi dengan ketebalan maksimum dan tingkat invasi tumor primer 1.
Pada pasien dengan penyakit metastatik nodal, pencarian lesi metastatik lain diindikasikan untuk memandu terapi selanjutnya 1.
Pendekatan Diagnostik yang Direkomendasikan
Pemeriksaan Histopatologi
Biopsi eksisi lengkap dengan margin kulit normal 2 mm adalah standar untuk lesi melanositik yang dicurigai ganas, bukan biopsi parsial, untuk menilai semua parameter histologis terutama ketebalan maksimum (Breslow) 1, 4.
Laporan histopatologi harus mencakup: diagnosis sifat melanositik dan konfirmasi keganasan, ketebalan tumor maksimum (metode Breslow), kelengkapan eksisi, tingkat invasi (Clark), dan ada/tidaknya ulserasi 1.
Hindari penggunaan laser atau elektrokoagulasi untuk eksisi awal karena destruksi jaringan dapat mengkompromikan diagnosis akhir dan penilaian faktor prognostik histologis 1, 4.
Evaluasi Kelenjar Getah Bening
Aspirasi jarum halus (fine-needle aspiration) dari kelenjar yang teraba dapat membantu diagnosis, tetapi diagnosis definitif hanya dapat dibuat melalui pemeriksaan histopatologi jaringan 1.
Pemeriksaan histopatologi kelenjar getah bening harus melaporkan: jumlah kelenjar yang diperiksa, jumlah kelenjar yang terlibat, dan ada/tidaknya ruptur kapsular 1.
Ultrasonografi kelenjar getah bening superficial regional diindikasikan untuk kasus dengan ketidakpastian klinis 1.
Peringatan Klinis Penting
Pada melanoma yang terletak di daerah medial (kepala, leher, batang tubuh), limfoskintigrafi teknesium dapat melokalisasi jalur drainase nodal 1.
Sekitar 10% kasus dengan keterlibatan nodal akan ditemukan metastasis jauh asimptomatik pada saat diagnosis, sehingga CT scan abdomen, toraks, dan serebral tampaknya paling berguna 1.
Pemeriksaan klinis lengkap harus mencakup pemeriksaan seluruh permukaan kulit (termasuk kulit kepala) dan semua kelenjar regional untuk mendeteksi melanoma primer kedua dan/atau metastasis 1.