What is the treatment approach for paraneoplastic syndromes affecting the brainstem?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Sindrom Paraneoplastik di Brainstem

Sindrom paraneoplastik brainstem adalah gangguan neurologis autoimun yang disebabkan oleh kanker (terutama small cell lung cancer) dan memerlukan pengobatan tumor sebagai prioritas utama, dikombinasikan dengan imunoterapi untuk stabilisasi gejala neurologis. 1, 2

Patofisiologi dan Karakteristik Klinis

Sindrom paraneoplastik brainstem terjadi melalui mekanisme autoimun yang dimediasi sel T, bukan efek langsung tumor. 1 Manifestasi klinis dapat meliputi:

  • Brainstem encephalitis dengan disfungsi nervus kranialis dan gangguan bulbar 1
  • Cerebellar degeneration yang menyebabkan ataksia 1
  • Opsoclonus-myoclonus dengan saccades mata yang kacau dan ataksia truncal 1
  • Risiko komplikasi serius termasuk epilepsi, status epileptikus, dan kegagalan respirasi sentral 1, 3

Antibodi Paraneoplastik yang Relevan

Anti-Hu Syndrome

  • Merupakan sindrom paraneoplastik neurologis paling umum pada kanker paru, dengan >90% kasus terkait SCLC 1, 2
  • Antibodi anti-Hu memiliki sensitivitas 82% dan spesifisitas 99% untuk diagnosis 1
  • Antibodi bersifat diagnostik tetapi tidak patogenik; kerusakan neurologis disebabkan oleh autoimunitas yang dimediasi sel T 1

Anti-Yo Syndrome

  • Lebih sering terkait kanker ovarium dan payudara, tetapi dapat terjadi pada SCLC 1
  • Manifestasi klinis primer adalah abnormalitas brainstem dan degenerasi serebelar 1
  • Antibodi anti-Yo terlibat langsung dalam mekanisme patogenik, menyebabkan apoptosis neuron 1

Anti-Ri Syndrome

  • Terkait dengan kanker payudara dan dapat menyebabkan sindrom degeneratif brainstem dan serebelar 3
  • Memerlukan investigasi dan manajemen mendesak untuk mengurangi deteriorasi neurologis progresif 3

Pendekatan Diagnostik

Evaluasi Awal

  • Identifikasi antibodi onkoneural melalui panel lengkap (Anti-Hu, Anti-Yo, Anti-Ri, Anti-VGCC, Anti-VGKC, Anti-NMDAR) 2, 4, 5
  • Penting dicatat bahwa 30-40% kasus dapat terjadi tanpa antibodi terdeteksi 5
  • MRI otak dan spinal cord sering menunjukkan hasil normal, jangan biarkan ini menghalangi diagnosis 3
  • Pemeriksaan CSF juga dapat normal 3

Pencarian Tumor

  • Mulai pencarian tumor segera setelah antibodi paraneoplastik terdeteksi, bahkan jika tumor belum terlihat secara klinis 2, 4, 6
  • CT scan thorax, abdomen, dan pelvis dengan kontras 4
  • Jika studi awal negatif, lakukan PET-CT whole body 4
  • Pada pria usia <45-50 tahun, pertimbangkan tumor testis sebagai penyebab 7

Strategi Pengobatan

1. Terapi Tumor (Prioritas Utama)

Pengobatan kanker yang mendasari adalah pendekatan primer dan paling penting, karena respons terhadap terapi kanker secara menguntungkan mempengaruhi perjalanan sindrom paraneoplastik. 1, 2, 8, 6

  • Deteksi dan pengobatan dini tumor pada stadium yang dapat diobati sangat kritis untuk outcome neurologis 2, 6, 3
  • Terapi tumor yang berhasil sering memperbaiki gejala paraneoplastik 2, 6

2. Imunoterapi Lini Pertama

Mulai terapi imunologis dini tanpa menunggu hasil antibodi, setelah infeksi disingkirkan. 4, 9

Pilihan terapi lini pertama meliputi:

  • IV immunoglobulin (IVIg) - terutama efektif jika diberikan dalam 1 bulan onset gejala 1, 8, 4
  • Methylprednisolone dosis tinggi IV diikuti prednison oral 4, 9
  • Plasmapheresis/plasma exchange - menunjukkan manfaat klinis yang jelas 1, 8, 4

3. Imunoterapi Lini Kedua

Jika tidak ada perbaikan setelah 2-4 minggu terapi kombinasi lini pertama: 4, 9

  • Rituximab 4, 9
  • Cyclophosphamide 1, 4, 9

Prognosis dan Keterbatasan Terapi

Caveat Penting:

  • Imunosupresi dapat menstabilkan sindrom paraneoplastik secara transien, tetapi jarang memberikan perbaikan jangka panjang 1, 2
  • Beberapa gejala atau tanda klinis mungkin tidak reversibel karena kapasitas regeneratif CNS yang rendah 1
  • Sekuele neurologis permanen tidak boleh diinterpretasikan sebagai kegagalan terapi 1
  • Respons terhadap imunoterapi lebih baik pada antibodi yang menargetkan antigen permukaan sel dibandingkan antigen intraseluler 9, 5

Monitoring

  • Evaluasi neurologis periodik untuk menilai respons terhadap pengobatan 4
  • Pengukuran serial kadar antibodi dalam serum dan CSF jika memungkinkan 4
  • Jika tumor tidak terdeteksi pada investigasi awal, diperlukan surveillance follow-up untuk kanker 5

Algoritma Manajemen

  1. Suspek sindrom paraneoplastik brainstem → Periksa panel antibodi onkoneural lengkap
  2. Singkirkan infeksi → Mulai imunoterapi lini pertama (IVIg + methylprednisolone IV atau plasmapheresis)
  3. Investigasi tumor secara agresif → CT thorax/abdomen/pelvis, pertimbangkan PET-CT
  4. Terapi tumor segera jika ditemukan (prioritas tertinggi)
  5. Evaluasi respons 2-4 minggu → Jika tidak ada perbaikan, tambahkan rituximab atau cyclophosphamide
  6. Terapi suportif untuk gejala ireversibel dan komplikasi

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Paraneoplastic Syndromes

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Anti-Ri-associated paraneoplastic cerebellar and brainstem degenerative syndrome.

The journal of the Royal College of Physicians of Edinburgh, 2012

Guideline

Tratamiento de Síndromes Paraneoplásicos

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Paraneoplastic neurologic syndrome: A practical approach.

Annals of Indian Academy of Neurology, 2012

Research

Paraneoplastic neurological syndromes.

Orphanet journal of rare diseases, 2007

Guideline

Lambert-Eaton Myasthenic Syndrome Diagnosis and Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.