Gejala Impending Gagal Napas
Impending gagal napas harus dicurigai ketika pasien menunjukkan ketidakmampuan berbicara dalam kalimat lengkap, perubahan status mental, retraksi interkostal yang memburuk, kelelahan yang progresif, dan PaCO2 ≥42 mmHg. 1
Tanda Klinis Utama
Tanda Respiratorik
- Dispnea saat istirahat atau saat berbicara merupakan indikator kritis, termasuk ketidakmampuan menghitung sampai 15 dalam satu tarikan napas 1
- Penggunaan otot bantu napas yang meningkat menunjukkan peningkatan work of breathing yang signifikan 1
- Takipnea berat dengan laju napas >25 kali/menit pada dewasa atau ≥70 kali/menit pada bayi 2-11 bulan 1, 2
- Retraksi interkostal yang memburuk dan chest wall indrawing yang jelas menandakan distres respiratorik berat 1, 3
Tanda Neurologis dan Sistemik
- Perubahan status mental atau drowsiness adalah tanda kritis impending gagal napas yang memerlukan intervensi segera 4
- Ketidakmampuan berbicara dalam kalimat lengkap menunjukkan distres respiratorik berat 4
- Kelelahan yang progresif mengindikasikan kegagalan otot respiratorik yang akan datang 1
Parameter Objektif
Pemeriksaan Gas Darah dan Oksimetri
- PaCO2 ≥42 mmHg merupakan cut-off kritis untuk impending gagal napas 1
- Hipoksemia dengan saturasi oksigen <90% pada pulse oximetry menunjukkan gangguan pertukaran gas yang signifikan 1, 4, 2
- PaO2/FiO2 ratio <300 mengindikasikan tingkat keparahan hipoksemia 4
- Laktat yang meningkat menunjukkan hipoksia jaringan 4
Pemeriksaan Fungsi Paru
- Kapasitas vital <15-20 ml/kg atau <1 liter merupakan indikator risiko tinggi untuk gagal napas yang memerlukan ventilasi mekanik 1
- FEV1 atau PEF ≤25% dari nilai prediksi pada eksaserbasi asma menunjukkan obstruksi aliran udara yang berat 1
Tanda Spesifik Berdasarkan Kondisi
Pada Guillain-Barré Syndrome
- Breathlessness saat istirahat atau berbicara, ketidakmampuan menghitung sampai 15 dalam satu tarikan napas, dan kapasitas vital <15-20 ml/kg merupakan konsensus tanda distres respiratorik 1
- Disfungsi menelan yang berat atau refleks batuk yang menurun meningkatkan risiko aspirasi dan gagal napas 1
Pada Eksaserbasi Asma
- Ketidakmampuan berbicara, perubahan status mental, retraksi interkostal, kelelahan yang memburuk, dan PaCO2 ≥42 mmHg menandakan impending gagal napas 1
- Hipoventilasi dapat berkembang cepat dan sulit untuk dibalikkan, sehingga pengenalan dan penanganan dini sangat penting 1
Pada Pneumonia (Terutama Lansia)
- Hipoksemia dengan saturasi oksigen <90% merupakan prediktor kuat untuk impending gagal napas yang memerlukan perawatan ICU 1
- Laju napas >25 kali/menit harus memicu pemeriksaan pulse oximetry untuk mendokumentasikan hipoksemia 1, 2
Pertimbangan Penting dalam Praktik Klinis
Monitoring Berkelanjutan
- Laju napas harus dihitung selama satu menit penuh, karena pemeriksaan singkat tidak cukup untuk evaluasi keparahan yang akurat 3
- Pulse oximetry berkelanjutan sangat penting pada pasien dengan suspek atau konfirmasi bakteremia/sepsis, terutama pada lansia 2
Kapan Harus Intubasi
- Intubasi tidak boleh ditunda begitu dianggap perlu, karena gagal napas dapat berkembang dengan cepat 1
- Indikasi intubasi meliputi kegagalan dukungan non-invasif, distres respiratorik berat, dan tanda-tanda impending gagal napas 4
Peringatan Khusus
- Pada pasien dengan COPD atau penyakit neuromuskular, penurunan tidal volume dapat menjadi mekanisme kompensasi untuk menghindari kelelahan otot, tetapi ini mengakibatkan ventilasi alveolar yang tidak adekuat dan retensi CO2 5, 6
- Hipoventilasi dapat berkembang meskipun ventilatory drive tinggi, karena pasien memilih bernapas dengan minute ventilation yang lebih rendah untuk menghindari dispnea dan kelelahan 5