Domperidone untuk Kembung: Tidak Direkomendasikan Sebagai Terapi Lini Pertama
Domperidone tidak lagi direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang dalam mengatasi kembung, dan pedoman terkini tidak mendukung penggunaannya sebagai terapi utama untuk gejala kembung. 1
Mengapa Domperidone Tidak Direkomendasikan untuk Kembung
Perubahan Praktik Klinis Terkini
Pedoman terbaru dari British Society of Gastroenterology (2020) secara eksplisit menyatakan bahwa domperidone dan metoclopramide tidak lagi digunakan dalam jangka panjang untuk gangguan motilitas gastrointestinal. 1
Pedoman American Gastroenterological Association (2023) yang komprehensif tentang evaluasi dan manajemen kembung tidak merekomendasikan domperidone sebagai terapi untuk kembung. 1
Risiko Keamanan Kardiak yang Signifikan
Domperidone memiliki risiko perpanjangan QT interval, aritmia jantung, dan kematian jantung mendadak, terutama pada dosis >30 mg/hari dan pasien >60 tahun. 2, 3
Obat ini dikontraindikasikan pada pasien dengan perpanjangan QT, gangguan elektrolit, dan penggunaan bersamaan dengan obat yang memperpanjang QT. 2
Monitoring EKG diperlukan pada pasien berisiko tinggi, yang membuat penggunaannya tidak praktis untuk gejala kembung yang umumnya bersifat fungsional. 3
Terapi yang Direkomendasikan untuk Kembung
Pendekatan Lini Pertama
Neuromodulator sentral (antidepresan trisiklik seperti amitriptyline atau SNRI seperti duloxetine/venlafaxine) menunjukkan manfaat terbesar dalam mengurangi sensasi visceral termasuk kembung, dengan memperbaiki mekanisme kontrol otak-usus yang terganggu. 1
Terapi Berdasarkan Pola Gejala
Untuk kembung dengan konstipasi (IBS-C): Secretagogues (lubiprostone, linaclotide, plecanatide) atau prucalopride superior terhadap plasebo dengan NNT=8 untuk perbaikan kembung sedang-berat. 1
Untuk kembung dengan gangguan defekasi: Terapi biofeedback anorektal menunjukkan tingkat respons 54% dengan penurunan skor kembung 50%. 1
Untuk kembung fungsional: Terapi perilaku otak-usus (CBT, hipnoterapi) aman, relatif murah, dan memperbaiki gejala global termasuk kembung. 1
Terapi Adjuvan
Modifikasi diet: Diet rendah FODMAP dapat mengurangi fermentasi bakteri dan produksi gas, tetapi harus dihindari pada pasien malnutrisi. 1
Minyak peppermint: Dapat membantu dengan efek samping minimal, meskipun bukti masih terbatas. 1
Bukti Penelitian tentang Domperidone dan Kembung
Studi Menunjukkan Hasil Beragam
Satu studi pada sindrom iritasi usus (1980) melaporkan perbaikan "flatulence post-prandial" dengan domperidone 10 mg 4x sehari, dengan 80% pasien mengalami perbaikan gejala. 4
Namun, studi pada dewasa sehat (2012) menunjukkan domperidone 10 mg tidak mengubah pengosongan lambung atau sensasi nafsu makan setelah makanan tinggi lemak. 5
Studi gastroparesis (1997) menunjukkan domperidone mengurangi kembung sebagai bagian dari gejala gastroparesis, bukan kembung fungsional. 6
Keterbatasan Bukti
Tidak ada studi berkualitas tinggi yang mengevaluasi domperidone spesifik untuk kembung fungsional dalam konteks praktik klinis modern. 5, 4
Studi lama (1980-1997) tidak mempertimbangkan risiko kardiak yang sekarang diketahui. 4, 6, 7
Algoritma Klinis untuk Mengatasi Kembung
- Identifikasi pola gejala: Kembung dengan konstipasi vs. diare vs. fungsional murni
- Untuk kembung + konstipasi: Mulai secretagogues atau prucalopride 1
- Untuk kembung fungsional: Pertimbangkan neuromodulator sentral (amitriptyline 10-25 mg malam hari) 1
- Evaluasi gangguan defekasi: Jika ada, rujuk untuk biofeedback anorektal 1
- Tambahkan terapi perilaku: CBT atau hipnoterapi untuk perbaikan kualitas hidup 1
Peringatan Penting
Jangan gunakan domperidone untuk kembung fungsional karena risiko kardiak tidak sebanding dengan manfaat yang tidak terbukti. 1, 2, 3
Jika domperidone dipertimbangkan untuk gastroparesis (bukan kembung), screening kardiak wajib dilakukan dan dosis maksimal 30 mg/hari. 2, 3
Hindari penggunaan jangka panjang domperidone karena risiko kumulatif perpanjangan QT. 1, 3