What is the initial approach to managing acute delirium in a geriatric patient?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 1, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Banding Delirium Akut pada Pasien Geriatri

Pendekatan Sistematis Evaluasi Penyebab

Lakukan evaluasi medis komprehensif segera setelah diagnosis delirium untuk mengidentifikasi dan menangani semua faktor kontributor, karena penundaan pengobatan memperpanjang delirium dan meningkatkan morbiditas serta mortalitas. 1, 2

Penyebab Infeksi (Prioritas Tertinggi)

  • Infeksi saluran kemih (ISK) dan pneumonia adalah penyebab infeksi paling umum pada delirium geriatri 3, 1
  • Peringatan penting: Jangan mengobati bakteriuria asimptomatik—hanya obati ISK jika pasien memenuhi kriteria sepsis sistemik, karena pengobatan bakteriuria asimptomatik memperburuk pemulihan fungsi dan meningkatkan infeksi Clostridium difficile 2
  • Lebih dari 80% pasien dengan bakteremia menunjukkan gejala neurologis dari letargi hingga koma, namun mungkin tidak menunjukkan kelainan laboratorium yang jelas pada awalnya 2

Penyebab Medikamentosa (Sangat Sering Terlewat)

  • Obat antikolinergik (termasuk antihistamin seperti siklizin) adalah obat berisiko tertinggi untuk menyebabkan delirium dan harus dihentikan 3, 1, 2
  • Benzodiazepin adalah presipitan kuat delirium dan harus dihentikan kecuali untuk mengobati withdrawal alkohol/benzodiazepin 3, 1, 2
  • Opioid, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal, dapat mengakumulasi metabolit dan berkontribusi pada delirium 2
  • Lakukan rekonsiliasi obat lengkap dan hentikan semua antikolinergik, benzodiazepin (kecuali untuk withdrawal alkohol), dan kurangi opioid ke dosis minimum yang diperlukan 2

Gangguan Metabolik

Gangguan yang terdeteksi pada pemeriksaan laboratorium rutin:

  • Hipoksia 2, 4
  • Ketidakseimbangan elektrolit 2
  • Hipoglikemia 2, 4
  • Dehidrasi 3, 2
  • Rasio BUN/kreatinin serum yang meningkat 4

Gangguan yang memerlukan pemeriksaan spesifik:

  • Hiperkalsemia harus dicurigai bahkan dengan gejala indolen seperti kebingungan, astenia, atau kantuk—delirium akibat hiperkalsemia reversibel pada 40% kasus 2
  • Hiponatremia akibat SIADH mungkin memerlukan pemeriksaan khusus di luar panel metabolik dasar 2

Penyakit Serebrovaskular

  • Stroke dan transient ischemic attack dapat menyebabkan delirium 1

Faktor Fisik yang Sering Terlewat

Pemeriksaan fisik terarah harus mencakup:

  • Nyeri yang tidak dikenali: Nyeri secara sistematis kurang diobati pada pasien geriatri, terutama mereka dengan gangguan kognitif 2
  • Retensi urin 2, 5
  • Konstipasi 2, 5
  • Luka tekan yang dapat menyebabkan delirium terkait nyeri tanpa perubahan laboratorium yang jelas 2

Faktor Sensorik dan Lingkungan

  • Gangguan penglihatan dan pendengaran berkontribusi signifikan pada delirium—pastikan pasien menggunakan kacamata dan alat bantu dengar 3, 1, 2
  • Deprivasi tidur adalah gejala sekaligus faktor yang memperpanjang delirium 2
  • Dehidrasi adalah faktor presipitasi umum yang mungkin tidak terlihat pada pemeriksaan laboratorium awal 2

Membedakan Delirium dari Demensia

Fitur Delirium Demensia
Onset Akut Insidius
Perjalanan Fluktuatif Konstan
Atensi Terganggu Umumnya terpelihara*
Kesadaran Terganggu Umumnya terpelihara*
Halusinasi Sering ada Umumnya terpelihara*

*Variabel pada demensia lanjut 3

Subtipe Motorik Delirium

  • Hipoaktif: Menarik diri, aktivitas motorik menurun—lebih umum pada lansia dan terkait dengan morbiditas dan mortalitas yang lebih besar 1
  • Hiperaktif: Agitasi, kewaspadaan meningkat, agresi 3
  • Campuran: Menunjukkan rentang gejala hiperaktif dan hipoaktif 3

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengaitkan gejala semata-mata dengan demensia tanpa menyelidiki penyebab akut 1
  • Jangan mengabaikan dampak polifarmasi—lakukan rekonsiliasi obat 1
  • Jangan mengulangi neuroimaging kecuali terdapat temuan neurologis fokal baru, karena sedasi atau restraint yang diperlukan untuk pencitraan dapat memperburuk delirium 2
  • Jangan menggunakan restraint fisik untuk mengelola gejala perilaku, karena dapat memperburuk delirium 3, 1, 2

Alat Skrining yang Divalidasi

  • Gunakan proses dua langkah: Delirium Triage Screen (sangat sensitif) diikuti oleh Brief Confusion Assessment Method (sangat spesifik) 3
  • Evaluasi ulang skrining delirium secara teratur karena status mental dapat berfluktuasi 3

References

Guideline

Management of Delirium and Cognitive Decline in Geriatric Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Delirium Diagnosis and Management in Elderly Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.