Batu yang Dapat Didiagnosis dengan USG
USG dapat mendiagnosis batu kandung empedu dengan akurasi 96%, batu ginjal dengan sensitivitas 45%, dan batu saluran empedu dengan sensitivitas yang lebih rendah (22.5-75%). 1, 2, 3
Batu Kandung Empedu (Gallstones)
USG adalah modalitas pencitraan lini pertama untuk batu kandung empedu dengan tingkat akurasi tertinggi: 2, 3
- Akurasi diagnostik mencapai 96% untuk mendeteksi batu kandung empedu, menjadikannya gold standard untuk pemeriksaan awal 2, 3, 4
- USG dapat mengidentifikasi jumlah, ukuran, mobilitas, dan acoustic shadowing dari batu 2
- Keuntungan utama: non-invasif, tanpa radiasi, relatif murah, portabel, dan hasil tersedia dengan cepat 3
Keterbatasan untuk Batu Kandung Empedu:
- Batu kecil (<3-4 mm) mungkin terlewatkan atau disalahartikan sebagai gas di usus yang berdekatan 1, 5
- Batu kolesterol sering kecil, kurang echogenic, dapat mengapung, dan menunjukkan "comet tailing" bukan shadowing khas 1, 2
- Batu di leher kandung empedu mudah terlewatkan atau disalahartikan sebagai lateral cystic shadowing artifact 1, 2
- Pemeriksaan dapat terbatas oleh obesitas, gas usus, dan nyeri tekan abdomen 1, 3
Batu Ginjal (Renal Stones)
USG direkomendasikan sebagai alat diagnostik primer untuk batu ginjal, meskipun sensitivitasnya lebih rendah: 1
- Sensitivitas 45% dengan spesifisitas 94% untuk batu ginjal 1
- USG harus menjadi pemeriksaan pertama dan tidak boleh menunda perawatan darurat 1
- Batu ginjal biasanya diidentifikasi dari bayangan (shadowing) yang ditimbulkan, karena echogenisitasnya mirip dengan lemak sinus ginjal sekitarnya 1
Keterbatasan untuk Batu Ginjal:
- Batu lebih kecil dari 3 mm biasanya tidak teridentifikasi dengan peralatan sonografi saat ini 1
- Batu dari semua ukuran dapat terlewatkan 1
- Hidronefrosis dapat tidak terlihat pada pasien dehidrasi 1
- Tidak adanya hidronefrosis tidak menyingkirkan batu ureter - banyak batu ureter, terutama yang kecil, tidak menyebabkan hidronefrosis 1
Batu Saluran Empedu (Common Bile Duct Stones)
USG memiliki keterbatasan signifikan untuk mendeteksi batu saluran empedu: 6
- Sensitivitas hanya 73% (44-90%) dengan spesifisitas 91% untuk batu saluran empedu 6
- Akurasi USG untuk batu saluran empedu menurun hingga 30%, terutama karena gas usus yang menutupi 4
- Visualisasi langsung batu di saluran empedu adalah prediktor sangat kuat ketika terlihat, tetapi banyak batu tidak tervisualisasi 2, 6
- Batu saluran empedu mungkin hanya diidentifikasi dari bayangan yang ditimbulkan 1
Pendekatan Diagnostik untuk Batu Saluran Empedu:
- Diameter saluran empedu saja tidak cukup untuk mengidentifikasi batu - diperlukan tes diagnostik lebih lanjut 2
- Jika USG negatif tetapi kecurigaan klinis tetap tinggi, MRCP atau endoscopic ultrasound (EUS) direkomendasikan 6
- MRCP memiliki sensitivitas lebih baik (88-93%) dibandingkan USG konvensional 6
- Tes biokimia hati harus dilakukan bersamaan dengan USG untuk stratifikasi risiko 3
Peringatan Penting:
- Pemeriksaan USG yang terbatas harus didokumentasikan dan mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan metode alternatif 1
- Reposisi pasien dan scanning dari berbagai arah dapat meningkatkan deteksi batu 1, 2
- Kehadiran batu kandung empedu tidak menyingkirkan penyebab nyeri epigastrik yang mengancam jiwa lainnya seperti aneurisma aorta atau infark miokard 1