What is the differential diagnosis of thrombocytosis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 5, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Diagnosis Diferensial Trombositosis

Trombositosis (jumlah trombosit ≥450×10⁹/L) harus dibedakan antara trombositosis sekunder (83% kasus) dan trombositosis primer/esensial (12,5% kasus), dengan pendekatan diagnostik yang dimulai dari evaluasi klinis untuk penyebab sekunder sebelum pemeriksaan molekuler. 1, 2

Kategori Utama Trombositosis

Trombositosis Sekunder (Reaktif)

Trombositosis sekunder merupakan penyebab tersering dan terjadi sebagai respons terhadap kondisi medis lain 2:

Penyebab paling umum:

  • Cedera jaringan (32,2% kasus) - termasuk trauma, pembedahan, luka bakar 1, 2
  • Infeksi (17,1% kasus) - baik akut maupun kronis 1, 2
  • Gangguan inflamasi kronis (11,7% kasus) - penyakit autoimun, inflammatory bowel disease 1, 2
  • Defisiensi besi (11,1% kasus) - bahkan tanpa anemia 1, 2
  • Keganasan - tumor solid, limfoma 2, 3
  • Pasca-splenektomi - kehilangan fungsi sekuestrasi limpa 3

Trombositosis Primary (Klonal)

Essential Thrombocythemia (ET):

  • Neoplasma mieloproliferatif dengan trombositosis klonal 4, 5
  • Mutasi JAK2V617F ditemukan pada ~50% kasus 4
  • Mutasi CALR pada ~25-30% kasus 5
  • Mutasi MPL pada ~5% kasus 5
  • Sekitar 10-15% triple-negative 5

Neoplasma mieloproliferatif lainnya:

  • Polycythemia vera - JAK2V617F positif >90%, hemoglobin/hematokrit meningkat 1
  • Primary myelofibrosis - JAK2V617F ~50%, fibrosis sumsum tulang 1
  • Chronic myeloid leukemia - BCR-ABL positif 4

Myelodysplastic syndrome dengan trombositosis - terutama dengan ring sideroblasts 5

Algoritma Diagnostik Praktis

Langkah 1: Konfirmasi Trombositosis Sejati

  • Singkirkan pseudotrombositosis - periksa apusan darah tepi untuk fragmen sel, mikrosferosit, krioglobulin 6, 3
  • Konfirmasi dengan pemeriksaan ulang - gunakan tabung heparin atau sodium citrate jika dicurigai agregasi platelet tergantung-EDTA 7

Langkah 2: Evaluasi Klinis untuk Penyebab Sekunder

Riwayat yang harus digali:

  • Trauma, pembedahan, atau luka bakar baru-baru ini 2, 3
  • Infeksi aktif atau riwayat infeksi kronis 2, 3
  • Penyakit inflamasi kronis (rheumatoid arthritis, IBD) 2, 3
  • Keganasan aktif 2, 3
  • Riwayat splenektomi 3
  • Perdarahan atau defisiensi besi 2, 3

Pemeriksaan fisik yang krusial:

  • Splenomegali, hepatomegali, atau limfadenopati - mengarah ke neoplasma mieloid atau penyebab sekunder 1, 7
  • Tanda-tanda inflamasi atau infeksi 2
  • Manifestasi keganasan 2

Langkah 3: Pemeriksaan Laboratorium Awal

Complete blood count dengan diferensial:

  • Hemoglobin tinggi - curigai polycythemia vera 3
  • Leukositosis dengan neutrofilia - lebih sering pada trombositosis sekunder 3
  • MCV rendah - curigai defisiensi besi 3
  • RDW tinggi - lebih sering pada ET 3
  • MPV tinggi - lebih sering pada ET 3

Apusan darah tepi:

  • Morfologi platelet normal atau platelet besar pada ET 4
  • Evaluasi morfologi sel darah merah dan putih 1
  • Identifikasi sel abnormal yang mengarah ke neoplasma mieloid 7

Pemeriksaan penunjang:

  • Ferritin dan studi besi - untuk deteksi defisiensi besi 1, 3
  • Marker inflamasi (ESR, CRP) - untuk identifikasi inflamasi kronis 1

Langkah 4: Kapan Melakukan Pemeriksaan Molekuler

Indikasi pemeriksaan JAK2V617F, CALR, MPL:

  • Tidak ada penyebab sekunder yang jelas 1, 3
  • Trombositosis persisten (>450×10⁹/L) 4, 1
  • Riwayat trombosis arterial 3
  • Splenomegali tanpa penyebab jelas 1
  • Hemoglobin, MCV, RDW, atau MPV tinggi 3

Yield pemeriksaan molekuler:

  • 86% pasien dengan trombositosis primer memiliki mutasi JAK2V617F 1
  • 92% mutasi yang ditemukan adalah JAK2, CALR, atau MPL 3
  • Yield keseluruhan ~52% pada populasi yang dirujuk 3

Langkah 5: Biopsi Sumsum Tulang

Indikasi biopsi sumsum tulang: 4, 1

  • Usia >60 tahun - untuk menyingkirkan MDS, leukemia, atau keganasan lain
  • Gejala sistemik (demam, penurunan berat badan, nyeri tulang)
  • Splenomegali, hepatomegali, atau limfadenopati
  • Abnormalitas hitung darah selain trombositosis
  • Apusan darah tepi atipikal
  • Mutasi JAK2/CALR/MPL negatif tetapi kecurigaan klinis tinggi untuk ET

Temuan histologi pada ET: 4

  • Proliferasi terutama lineage megakariositik
  • Peningkatan jumlah megakariosis besar dan matur
  • Tidak ada peningkatan signifikan atau left-shift granulopoiesis/eritropoiesis
  • Tidak ada fibrosis kolagen (untuk menyingkirkan PMF)

Kriteria Diagnostik WHO untuk Essential Thrombocythemia

Diagnosis ET memerlukan pemenuhan SEMUA 4 kriteria: 4, 1

  1. Jumlah trombosit persisten ≥450×10⁹/L
  2. Biopsi sumsum tulang menunjukkan proliferasi terutama lineage megakariositik dengan peningkatan jumlah megakariosis besar dan matur
  3. Tidak memenuhi kriteria WHO untuk PV, PMF, CML, MDS, atau neoplasma mieloid lainnya
  4. Demonstrasi JAK2V617F atau marker klonal lain, ATAU tidak ada bukti trombositosis reaktif jika marker klonal negatif

Catatan penting: Pasien dengan ET negatif JAK2V617F dapat memiliki kondisi bersamaan yang terkait dengan trombositosis reaktif; diagnosis ET tetap dapat ditegakkan jika 3 kriteria pertama terpenuhi 4

Perbedaan Karakteristik Klinis dan Laboratorium

Trombositosis Primer vs Sekunder

Karakteristik yang mendukung trombositosis primer: 2, 3

  • Jumlah trombosit median lebih tinggi (sering >600×10⁹/L)
  • Riwayat trombosis arterial
  • Hemoglobin lebih tinggi
  • MCV lebih tinggi
  • RDW lebih tinggi
  • MPV lebih tinggi
  • Tidak ada penyebab sekunder yang jelas

Karakteristik yang mendukung trombositosis sekunder: 2, 3

  • BMI lebih tinggi
  • Leukosit dan neutrofil lebih tinggi
  • Keganasan aktif
  • Penyakit inflamasi kronis
  • Riwayat splenektomi
  • Defisiensi besi

Risiko Trombosis dan Implikasi Klinis

Risiko trombosis secara signifikan lebih tinggi pada trombositosis primer dibanding sekunder 1, 2:

  • Trombositosis primer memerlukan stratifikasi risiko dan terapi antitrombotik
  • Mutasi JAK2V617F dikaitkan dengan peningkatan risiko trombosis 5
  • Mutasi CALR-1 dan MPL dikaitkan dengan risiko transformasi mielofibrosis 5

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

Kesalahan diagnostik yang sering terjadi:

  • Tidak menyingkirkan pseudotrombositosis - selalu periksa apusan darah tepi 6, 3
  • Melakukan pemeriksaan molekuler terlalu dini - evaluasi penyebab sekunder terlebih dahulu untuk menghindari pemeriksaan yang tidak perlu dan mahal 3
  • Mengabaikan defisiensi besi - dapat menyebabkan trombositosis bahkan tanpa anemia 1, 2
  • Tidak melakukan biopsi sumsum tulang pada pasien >60 tahun - risiko MDS dan keganasan meningkat 1
  • Mengabaikan prefibrotic PMF - dapat menyerupai ET tetapi memiliki prognosis berbeda 4, 5

Pertimbangan khusus:

  • Keberadaan kondisi reaktif tidak menyingkirkan ET jika kriteria WHO terpenuhi 4, 1
  • Defisiensi besi dapat menutupi polycythemia vera - trial terapi besi diperlukan untuk menyingkirkan PV 4
  • Evaluasi histologi sumsum tulang yang cermat diperlukan untuk menyingkirkan cellular phase/prefibrotic PMF atau MDS 4

References

Guideline

Diagnostic Criteria and Evaluation of Thrombocytosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Causes of Chronic Thrombocytopenia

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.