Jawaban: Polimikrobial (Aerob + Anaerob)
Fournier gangrene pada pasien diabetes mellitus paling sering disebabkan oleh infeksi polimikrobial yang melibatkan bakteri aerob dan anaerob, bukan infeksi monomikrobial. 1, 2
Mikrobiologi Fournier Gangrene
Karakteristik infeksi polimikrobial:
- Fournier gangrene secara khas merupakan infeksi polimikrobial yang melibatkan bakteri aerob dan anaerob 2
- Organisme aerob yang sering ditemukan termasuk Streptococcus species, Staphylococcus species, dan Escherichia coli 2
- Organisme anaerob juga sering terlibat dan berkontribusi pada destruksi jaringan yang cepat 2
- Infeksi ini bersifat sinergistik antara berbagai organisme 3, 4
Bukti dari guideline IDSA:
- Sebagian besar kasus disebabkan oleh flora campuran aerob dan anaerob 1
- Staphylococcus aureus dan Pseudomonas species kadang ditemukan, biasanya dalam kultur campuran 1
- Staphylococcus aureus diketahui dapat menyebabkan infeksi ini sebagai patogen tunggal, tetapi ini bukan pola yang paling sering 1
Mengapa Bukan Pilihan Lain
Monomikrobial (Streptococcus pyogenes saja) - SALAH:
- Meskipun Streptococcus species dapat terlibat, infeksi monomikrobial bukan pola yang dominan 1, 2
- Pola infeksi yang khas adalah polimikrobial dengan aksi sinergistik 3, 4
Staphylococcus aureus saja - SALAH:
- S. aureus memang dapat menyebabkan Fournier gangrene sebagai patogen tunggal, tetapi ini jarang 1
- Lebih sering S. aureus ditemukan sebagai bagian dari infeksi campuran 1
Pseudomonas aeruginosa saja - SALAH:
- Pseudomonas species kadang hadir tetapi biasanya dalam kultur campuran, bukan sebagai patogen tunggal 1
Implikasi Klinis pada Pasien DM
Faktor risiko diabetes:
- Diabetes mellitus adalah faktor predisposisi mayor untuk Fournier gangrene 2, 3
- 80% pasien dengan Fournier gangrene memiliki penyakit dasar yang signifikan, terutama diabetes mellitus 1
- Pada satu studi, 39% pasien adalah diabetik 3
Prinsip terapi berdasarkan etiologi polimikrobial:
- Terapi antibiotik empirik harus mencakup spektrum luas untuk gram-positif, gram-negatif, aerob dan anaerob 5
- Untuk pasien stabil: piperacillin-tazobactam 4.5g IV setiap 6 jam plus clindamycin 600mg IV setiap 6 jam 5
- Untuk pasien tidak stabil: carbapenem (meropenem atau imipenem) plus anti-MRSA (vancomycin atau linezolid) plus clindamycin 5
- Debridement bedah agresif tetap merupakan cornerstone terapi 1, 5, 3
Kesimpulan: Jawaban yang benar adalah (c) polimikrobial (aerob + anaerob) karena ini adalah pola mikrobiologi yang paling sering dan konsisten pada Fournier gangrene, termasuk pada pasien dengan diabetes mellitus.