Ileus Paralitik pada Karsinoma Paru
Ileus paralitik pada pasien karsinoma paru paling sering disebabkan oleh efek samping kemoterapi (terutama vinca alkaloid seperti vinorelbine dan taxane seperti nab-paclitaxel) atau komplikasi pasca-operasi, dan memerlukan manajemen konservatif dengan penghentian agen penyebab serta dukungan suportif.
Etiologi dan Patofisiologi
Ileus paralitik pada pasien karsinoma paru dapat terjadi melalui beberapa mekanisme:
- Toksisitas kemoterapi: Vinca alkaloid (vinorelbine) menyebabkan neuropati otonom yang mengakibatkan paralisis usus, meskipun jarang terjadi 1
- Agen taxane: Nab-paclitaxel dapat menyebabkan obstruksi intestinal akut melalui mekanisme paralisis peristaltik 2
- Komplikasi pasca-operasi: Setelah reseksi paru mayor, ileus paralitik dapat terjadi dengan angka kejadian 2,22% 3
- Karsinomatosis peritoneal: Keterlibatan mesenterium dapat menyebabkan gangguan motilitas usus 1
Diagnosis dan Penilaian Awal
Identifikasi penyebab spesifik sangat penting sebelum memulai terapi agresif:
- Riwayat kemoterapi: Tanyakan secara spesifik penggunaan vinorelbine, nab-paclitaxel, atau capecitabine dalam 1-2 minggu terakhir 1, 2, 4
- Status pasca-operasi: Evaluasi apakah pasien baru menjalani reseksi paru atau prosedur onkologi mayor lainnya 3
- Gejala neuropati: Cari tanda neuropati perifer atau otonom yang mengindikasikan toksisitas vinca alkaloid 1
- Tanda obstruksi mekanik: Singkirkan obstruksi luminal, karsinomatosis dengan keterlibatan mesenterium, atau penyebab mekanik lainnya 1
Manajemen Konservatif (Lini Pertama)
Sebagian besar kasus ileus paralitik terkait kemoterapi dapat diatasi dengan manajemen konservatif tanpa intervensi bedah:
- Hentikan agen penyebab: Segera stop vinorelbine, nab-paclitaxel, atau agen kemoterapi lain yang dicurigai 1, 2
- Puasa (NPO): Istirahatkan saluran cerna untuk mengurangi distensi 1
- Dekompresi nasogastrik: Pasang NGT untuk mengurangi distensi dan muntah 5
- Resusitasi cairan dan elektrolit: Koreksi dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memperburuk motilitas usus 5
- Mobilisasi dini: Dorong ambulasi segera setelah kondisi memungkinkan untuk merangsang peristaltik 3
Manajemen Gejala Komprehensif
Karena pasien karsinoma paru sering mengalami multiple gejala, pendekatan terintegrasi sangat penting:
- Penilaian biopsikososial: Lakukan asesmen komprehensif segera setelah onset gejala baru seperti ileus untuk memahami beban gejala total 6
- Manajemen nyeri: Gunakan opioid dengan hati-hati karena dapat memperburuk ileus; pertimbangkan analgesik non-opioid atau adjuvan 6
- Manajemen mual/muntah: Berikan antiemetik seperti ondansetron atau metoclopramide (hindari jika obstruksi mekanik dicurigai) 6
- Dukungan psikologis: Berikan intervensi psiko-edukasi, teknik relaksasi, dan dukungan emosional karena gejala gastrointestinal dapat meningkatkan distress 6
Indikasi Intervensi Bedah
Operasi hanya diindikasikan jika terdapat:
- Obstruksi mekanik terkonfirmasi: Jika imaging menunjukkan obstruksi luminal atau strangulasi 1
- Perforasi atau peritonitis: Tanda-tanda abdomen akut dengan peritonitis difus 5
- Kegagalan manajemen konservatif: Tidak ada perbaikan setelah 3-5 hari terapi konservatif optimal 5
- Iskemia usus: Tanda-tanda iskemia atau nekrosis usus 5
Pencegahan dan Pertimbangan Jangka Panjang
- Modifikasi dosis kemoterapi: Pertimbangkan reduksi dosis atau penggantian agen jika ileus terjadi 1, 2
- Protokol ERAS: Meskipun protokol Enhanced Recovery After Surgery telah diimplementasikan, angka ileus paralitik pasca-operasi tidak menurun secara signifikan dari 2003-2013, sehingga vigilans tetap diperlukan 3
- Monitoring ketat: Pasien yang pernah mengalami ileus terkait kemoterapi memiliki risiko rekurensi pada siklus berikutnya 1
Perawatan Paliatif Terintegrasi
Untuk pasien dengan karsinoma paru stadium lanjut yang mengalami ileus:
- Akses ke perawatan paliatif: Semua pasien karsinoma paru harus memiliki akses ke perawatan suportif dan paliatif sesuai kebutuhan sepanjang perjalanan penyakit 6
- Pendekatan terintegrasi: Intervensi untuk memperbaiki gejala tidak boleh memisahkan aspek psikologis dan fisik, tetapi memfasilitasi pendekatan terintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasien 6
- Hubungan terapeutik: Pentingnya hubungan yang suportif dan empatik dengan profesional terlatih merupakan inti dari keberhasilan intervensi 6
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan terburu-buru operasi: Kasus yang dapat membaik dengan terapi konservatif harus disingkirkan sebelum memberikan terapi agresif 1
- Jangan abaikan penyebab iatrogenik: Selalu pertimbangkan kemoterapi sebagai penyebab sebelum mencari etiologi lain 1, 2
- Jangan lupakan manajemen gejala holistik: Fokus hanya pada ileus tanpa mengatasi distress psikologis, nyeri, atau gejala lain akan mengurangi kualitas hidup 6
- Jangan tunda asesmen komprehensif: Penilaian biopsikososial harus dilakukan pada titik transisi kritis seperti onset gejala baru 6