What is the management of paralytic ileus in patients with lung cancer?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 12, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Ileus Paralitik pada Karsinoma Paru

Ileus paralitik pada pasien karsinoma paru paling sering disebabkan oleh efek samping kemoterapi (terutama vinca alkaloid seperti vinorelbine dan taxane seperti nab-paclitaxel) atau komplikasi pasca-operasi, dan memerlukan manajemen konservatif dengan penghentian agen penyebab serta dukungan suportif.

Etiologi dan Patofisiologi

Ileus paralitik pada pasien karsinoma paru dapat terjadi melalui beberapa mekanisme:

  • Toksisitas kemoterapi: Vinca alkaloid (vinorelbine) menyebabkan neuropati otonom yang mengakibatkan paralisis usus, meskipun jarang terjadi 1
  • Agen taxane: Nab-paclitaxel dapat menyebabkan obstruksi intestinal akut melalui mekanisme paralisis peristaltik 2
  • Komplikasi pasca-operasi: Setelah reseksi paru mayor, ileus paralitik dapat terjadi dengan angka kejadian 2,22% 3
  • Karsinomatosis peritoneal: Keterlibatan mesenterium dapat menyebabkan gangguan motilitas usus 1

Diagnosis dan Penilaian Awal

Identifikasi penyebab spesifik sangat penting sebelum memulai terapi agresif:

  • Riwayat kemoterapi: Tanyakan secara spesifik penggunaan vinorelbine, nab-paclitaxel, atau capecitabine dalam 1-2 minggu terakhir 1, 2, 4
  • Status pasca-operasi: Evaluasi apakah pasien baru menjalani reseksi paru atau prosedur onkologi mayor lainnya 3
  • Gejala neuropati: Cari tanda neuropati perifer atau otonom yang mengindikasikan toksisitas vinca alkaloid 1
  • Tanda obstruksi mekanik: Singkirkan obstruksi luminal, karsinomatosis dengan keterlibatan mesenterium, atau penyebab mekanik lainnya 1

Manajemen Konservatif (Lini Pertama)

Sebagian besar kasus ileus paralitik terkait kemoterapi dapat diatasi dengan manajemen konservatif tanpa intervensi bedah:

  • Hentikan agen penyebab: Segera stop vinorelbine, nab-paclitaxel, atau agen kemoterapi lain yang dicurigai 1, 2
  • Puasa (NPO): Istirahatkan saluran cerna untuk mengurangi distensi 1
  • Dekompresi nasogastrik: Pasang NGT untuk mengurangi distensi dan muntah 5
  • Resusitasi cairan dan elektrolit: Koreksi dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memperburuk motilitas usus 5
  • Mobilisasi dini: Dorong ambulasi segera setelah kondisi memungkinkan untuk merangsang peristaltik 3

Manajemen Gejala Komprehensif

Karena pasien karsinoma paru sering mengalami multiple gejala, pendekatan terintegrasi sangat penting:

  • Penilaian biopsikososial: Lakukan asesmen komprehensif segera setelah onset gejala baru seperti ileus untuk memahami beban gejala total 6
  • Manajemen nyeri: Gunakan opioid dengan hati-hati karena dapat memperburuk ileus; pertimbangkan analgesik non-opioid atau adjuvan 6
  • Manajemen mual/muntah: Berikan antiemetik seperti ondansetron atau metoclopramide (hindari jika obstruksi mekanik dicurigai) 6
  • Dukungan psikologis: Berikan intervensi psiko-edukasi, teknik relaksasi, dan dukungan emosional karena gejala gastrointestinal dapat meningkatkan distress 6

Indikasi Intervensi Bedah

Operasi hanya diindikasikan jika terdapat:

  • Obstruksi mekanik terkonfirmasi: Jika imaging menunjukkan obstruksi luminal atau strangulasi 1
  • Perforasi atau peritonitis: Tanda-tanda abdomen akut dengan peritonitis difus 5
  • Kegagalan manajemen konservatif: Tidak ada perbaikan setelah 3-5 hari terapi konservatif optimal 5
  • Iskemia usus: Tanda-tanda iskemia atau nekrosis usus 5

Pencegahan dan Pertimbangan Jangka Panjang

  • Modifikasi dosis kemoterapi: Pertimbangkan reduksi dosis atau penggantian agen jika ileus terjadi 1, 2
  • Protokol ERAS: Meskipun protokol Enhanced Recovery After Surgery telah diimplementasikan, angka ileus paralitik pasca-operasi tidak menurun secara signifikan dari 2003-2013, sehingga vigilans tetap diperlukan 3
  • Monitoring ketat: Pasien yang pernah mengalami ileus terkait kemoterapi memiliki risiko rekurensi pada siklus berikutnya 1

Perawatan Paliatif Terintegrasi

Untuk pasien dengan karsinoma paru stadium lanjut yang mengalami ileus:

  • Akses ke perawatan paliatif: Semua pasien karsinoma paru harus memiliki akses ke perawatan suportif dan paliatif sesuai kebutuhan sepanjang perjalanan penyakit 6
  • Pendekatan terintegrasi: Intervensi untuk memperbaiki gejala tidak boleh memisahkan aspek psikologis dan fisik, tetapi memfasilitasi pendekatan terintegrasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasien 6
  • Hubungan terapeutik: Pentingnya hubungan yang suportif dan empatik dengan profesional terlatih merupakan inti dari keberhasilan intervensi 6

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan terburu-buru operasi: Kasus yang dapat membaik dengan terapi konservatif harus disingkirkan sebelum memberikan terapi agresif 1
  • Jangan abaikan penyebab iatrogenik: Selalu pertimbangkan kemoterapi sebagai penyebab sebelum mencari etiologi lain 1, 2
  • Jangan lupakan manajemen gejala holistik: Fokus hanya pada ileus tanpa mengatasi distress psikologis, nyeri, atau gejala lain akan mengurangi kualitas hidup 6
  • Jangan tunda asesmen komprehensif: Penilaian biopsikososial harus dilakukan pada titik transisi kritis seperti onset gejala baru 6

References

Research

[Paralytic ileus due to vinorelbine].

Clinical & translational oncology : official publication of the Federation of Spanish Oncology Societies and of the National Cancer Institute of Mexico, 2005

Research

Perspectives on paralytic ileus.

Acute medicine & surgery, 2020

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.