Manajemen Diet Cair pada Ileus Paralitik
Pasien dengan ileus paralitik harus dipuasakan (NPO - nil per os) dan tidak boleh diberikan diet cair apapun sampai fungsi usus kembali normal. 1
Prinsip Manajemen Awal
Pemberian diet cair pada ileus paralitik tidak dianjurkan karena kondisi ini ditandai dengan gangguan motilitas usus yang menyebabkan pengosongan lambung dan transit intestinal terganggu. 1 Pendekatan yang benar adalah:
Status Puasa (NPO)
- Pertahankan status NPO sampai fungsi usus kembali, karena asupan oral tidak sesuai selama ileus paralitik berlangsung 1
- Pemasangan selang nasogastrik untuk dekompresi direkomendasikan untuk mengurangi distensi abdomen dan mencegah aspirasi 1
Dukungan Nutrisi Alternatif
Jika pasien tidak dapat makan per oral lebih dari 7 hari, pertimbangkan:
- Nutrisi enteral melalui feeding tube atau nutrisi parenteral harus dipertimbangkan jika asupan oral tidak adekuat lebih dari 7 hari 1
- Nutrisi enteral lebih diutamakan daripada nutrisi parenteral bila saluran cerna dapat diakses dan berfungsi 1
- Pada kasus berat dengan malnutrisi persisten, nutrisi parenteral mungkin diperlukan 2
Resusitasi Cairan dan Elektrolit
- Berikan resusitasi cairan intravena yang adekuat untuk mengoreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit 1
- Hindari overload cairan, targetkan peningkatan berat badan <3 kg 1
- Monitor dan koreksi kadar kalium serum 3
Kapan Memulai Diet Cair
Diet cair baru dapat dimulai setelah fungsi usus kembali, dengan tanda-tanda:
- Kembalinya bising usus, keluarnya flatus, dan buang air besar 1
- Evaluasi harian efektivitas terapi dan sesuaikan manajemen 1
Progresivitas Diet Saat Reintroduksi
Ketika fungsi usus sudah kembali:
- Mulai dengan cairan jernih, kemudian progresif ke makanan porsi kecil dan sering dengan kandungan rendah lemak dan rendah serat 1
- Pisahkan cairan dari makanan padat - hindari minum 15 menit sebelum atau 30 menit setelah makan untuk meminimalkan pertumbuhan bakteri berlebih 2, 4
- Banyak pasien dengan gangguan motilitas lebih mentoleransi cairan daripada makanan padat 4
Manajemen Farmakologis Pendukung
- Hentikan atau minimalkan obat-obatan yang memperburuk ileus, terutama opioid 1
- Hindari obat antidiare seperti loperamide dan diphenoxylate yang dapat memperburuk ileus 1
- Pertimbangkan agen prokinetik seperti metoclopramide untuk merangsang motilitas gastrointestinal 1
- Pertimbangkan neostigmine untuk kasus ileus paralitik yang persisten 1
- Gunakan antibiotik seperti rifaximin, metronidazole, atau amoxicillin-clavulanic acid jika dicurigai pertumbuhan bakteri berlebih pada ileus yang berkepanjangan 1
Tindakan Suportif
- Dorong mobilisasi dini segera setelah kondisi pasien memungkinkan untuk merangsang motilitas usus 1
- Pertimbangkan analgesia epidural torakal untuk manajemen nyeri pada ileus pascaoperasi 1