Cara Memberikan Diet Cair Bertahap pada Ileus Paralitik
Setelah fungsi usus kembali pada pasien dengan ileus paralitik, mulailah dengan cairan jernih dan tingkatkan secara bertahap ke makanan padat, dengan hanya melakukan satu perubahan pada satu waktu untuk menilai toleransi. 1
Prinsip Dasar Reintroduksi Diet
Kapan Memulai Diet Oral
- Pertahankan status nil per os (NPO) sampai fungsi usus kembali, yang ditandai dengan adanya bising usus, flatus, dan pergerakan usus 1
- Jangan memulai asupan oral secara prematur sebelum fungsi usus kembali karena dapat memperburuk kondisi 1
Strategi Peningkatan Bertahap
Langkah 1: Cairan Jernih
- Mulai dengan cairan jernih dalam porsi kecil dan sering 1
- Gunakan minuman yang mengandung glukosa atau elektrolit seperti sup kaya elektrolit 2
- Hindari kafein, makanan berlemak, dan laktosa pada tahap awal 2
Langkah 2: Hanya Satu Perubahan pada Satu Waktu
- Tingkatkan volume atau ubah jenis makanan, tetapi tidak keduanya secara bersamaan 3
- Misalnya, jika volume ditingkatkan, osmolaritas makanan harus tetap sama 3
- Penilaian toleransi dilakukan berdasarkan ada tidaknya mual, muntah, distensi abdomen, atau diare 3
Langkah 3: Progresif ke Diet Padat
- Setelah cairan jernih ditoleransi, lanjutkan ke diet BRAT (pisang, nasi, saus apel, roti panggang) atau diet hambar 2
- Tingkatkan ke makanan rendah lemak dan rendah serat 1
- Pasien yang pulih dengan cepat dapat langsung beralih ke makanan normal 3
Metode Pemberian Alternatif
Nutrisi Enteral Kontinyu
- Jika toleransi oral buruk, pertimbangkan pemberian makanan cair secara kontinyu melalui selang selama 4-24 jam menggunakan pompa volumetrik 3
- Keuntungan pemberian kontinyu adalah memaksimalkan kapasitas fungsional saluran cerna 3
Pemberian Bolus
- Makanan cair bolus dapat diberikan melalui selang atau secara oral sebagai sip feed jika ditoleransi 3
- Pemberian oral merangsang pelepasan faktor pertumbuhan epidermal dari kelenjar saliva 3
Pertimbangan Nutrisi Khusus
Pada Bayi dan Anak
- ASI adalah pilihan pertama untuk bayi dengan gangguan fungsi usus 3
- Jika ASI tidak tersedia, mulai dengan formula elemental, kemudian beralih ke formula terhidrolisis ekstensif, dan akhirnya ke formula polimerik 3
Volume dan Kecepatan Peningkatan
- Pada kegagalan usus berat, tingkatkan volume makanan secara perlahan sesuai toleransi pencernaan 3
- Toleransi biasanya dinilai dari feses diare atau output stoma 3
Dukungan Nutrisi Tambahan
Kapan Mempertimbangkan Nutrisi Parenteral
- Pertimbangkan nutrisi enteral melalui selang atau nutrisi parenteral jika asupan oral tidak adekuat selama lebih dari 7 hari 1
- Berikan minimal nutrisi enteral kapan pun memungkinkan untuk mempertahankan struktur mukosa usus, mendorong adaptasi, dan mengurangi risiko penyakit hati terkait nutrisi parenteral 3
- Kurangi nutrisi parenteral secara proporsional atau sedikit lebih banyak dari peningkatan nutrisi enteral 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan melanjutkan obat opioid yang dapat memperburuk ileus 1
- Jangan menggunakan obat antidiare seperti loperamide atau diphenoxylate yang dapat memperburuk ileus 1
- Jangan memulai asupan oral terlalu dini sebelum fungsi usus kembali 1
- Jangan membuat beberapa perubahan sekaligus karena akan sulit menilai toleransi 3