How to introduce a gradual liquid diet in a patient with ileus paralytik after bowel function has returned?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 24, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Memberikan Diet Cair Bertahap pada Ileus Paralitik

Setelah fungsi usus kembali pada pasien dengan ileus paralitik, mulailah dengan cairan jernih dan tingkatkan secara bertahap ke makanan padat, dengan hanya melakukan satu perubahan pada satu waktu untuk menilai toleransi. 1

Prinsip Dasar Reintroduksi Diet

Kapan Memulai Diet Oral

  • Pertahankan status nil per os (NPO) sampai fungsi usus kembali, yang ditandai dengan adanya bising usus, flatus, dan pergerakan usus 1
  • Jangan memulai asupan oral secara prematur sebelum fungsi usus kembali karena dapat memperburuk kondisi 1

Strategi Peningkatan Bertahap

Langkah 1: Cairan Jernih

  • Mulai dengan cairan jernih dalam porsi kecil dan sering 1
  • Gunakan minuman yang mengandung glukosa atau elektrolit seperti sup kaya elektrolit 2
  • Hindari kafein, makanan berlemak, dan laktosa pada tahap awal 2

Langkah 2: Hanya Satu Perubahan pada Satu Waktu

  • Tingkatkan volume atau ubah jenis makanan, tetapi tidak keduanya secara bersamaan 3
  • Misalnya, jika volume ditingkatkan, osmolaritas makanan harus tetap sama 3
  • Penilaian toleransi dilakukan berdasarkan ada tidaknya mual, muntah, distensi abdomen, atau diare 3

Langkah 3: Progresif ke Diet Padat

  • Setelah cairan jernih ditoleransi, lanjutkan ke diet BRAT (pisang, nasi, saus apel, roti panggang) atau diet hambar 2
  • Tingkatkan ke makanan rendah lemak dan rendah serat 1
  • Pasien yang pulih dengan cepat dapat langsung beralih ke makanan normal 3

Metode Pemberian Alternatif

Nutrisi Enteral Kontinyu

  • Jika toleransi oral buruk, pertimbangkan pemberian makanan cair secara kontinyu melalui selang selama 4-24 jam menggunakan pompa volumetrik 3
  • Keuntungan pemberian kontinyu adalah memaksimalkan kapasitas fungsional saluran cerna 3

Pemberian Bolus

  • Makanan cair bolus dapat diberikan melalui selang atau secara oral sebagai sip feed jika ditoleransi 3
  • Pemberian oral merangsang pelepasan faktor pertumbuhan epidermal dari kelenjar saliva 3

Pertimbangan Nutrisi Khusus

Pada Bayi dan Anak

  • ASI adalah pilihan pertama untuk bayi dengan gangguan fungsi usus 3
  • Jika ASI tidak tersedia, mulai dengan formula elemental, kemudian beralih ke formula terhidrolisis ekstensif, dan akhirnya ke formula polimerik 3

Volume dan Kecepatan Peningkatan

  • Pada kegagalan usus berat, tingkatkan volume makanan secara perlahan sesuai toleransi pencernaan 3
  • Toleransi biasanya dinilai dari feses diare atau output stoma 3

Dukungan Nutrisi Tambahan

Kapan Mempertimbangkan Nutrisi Parenteral

  • Pertimbangkan nutrisi enteral melalui selang atau nutrisi parenteral jika asupan oral tidak adekuat selama lebih dari 7 hari 1
  • Berikan minimal nutrisi enteral kapan pun memungkinkan untuk mempertahankan struktur mukosa usus, mendorong adaptasi, dan mengurangi risiko penyakit hati terkait nutrisi parenteral 3
  • Kurangi nutrisi parenteral secara proporsional atau sedikit lebih banyak dari peningkatan nutrisi enteral 3

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan melanjutkan obat opioid yang dapat memperburuk ileus 1
  • Jangan menggunakan obat antidiare seperti loperamide atau diphenoxylate yang dapat memperburuk ileus 1
  • Jangan memulai asupan oral terlalu dini sebelum fungsi usus kembali 1
  • Jangan membuat beberapa perubahan sekaligus karena akan sulit menilai toleransi 3

Monitoring dan Penyesuaian

  • Nilai efektivitas terapi setiap hari dan sesuaikan manajemen sesuai kebutuhan 1
  • Jika strategi penyapihan yang dipilih gagal, coba lagi dengan lebih lambat 3
  • Pantau tanda-tanda kembalinya fungsi usus: bising usus, flatus, dan pergerakan usus 1

References

Guideline

Initial Treatment for Paralytic Ileus

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment of Chronic Diarrhea in Elderly Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.