Volume Diet Cair untuk Meteorismus pada Dewasa
Pada pasien dewasa dengan meteorismus yang pulih dari ileus paralitik, mulai pemberian diet cair dengan volume kecil 250 mL per hari secara kontinyu, kemudian tingkatkan bertahap sesuai toleransi, dengan target akhir 25-30 kkal/kg berat badan per hari setelah fase akut terlewati.
Prinsip Pemberian Awal
Fase Hipersekretori/Akut Awal
- Pada fase akut ileus paralitik dengan meteorismus berat, nutrisi parenteral (PN) wajib diberikan untuk menjamin asupan nutrisi dan penggantian cairan-elektrolit yang adekuat 1
- Pemberian nutrisi enteral (EN) dapat dimulai dalam jumlah terbatas (250 mL/hari) bahkan paralel dengan PN untuk mempercepat proses adaptasi usus 1
- Pemberian kontinyu lebih baik ditoleransi dibanding pemberian bolus pada pasien dengan gangguan motilitas 1
Target Kalori Fase Akut
- Selama fase akut dan awal penyakit kritis, pemberian energi eksogen yang melebihi 20-25 kkal/kg BB/hari dapat berhubungan dengan outcome yang kurang menguntungkan 1
- Hindari pemberian hiperkalori (lebih dari kebutuhan energi aktual) pada pasien sakit kritis dengan ileus 1
- Pemberian hanya 33-66% dari target energi menunjukkan kemungkinan lebih besar untuk pulang hidup dibanding pemberian 66-100% target pada 96 jam pertama 1
Algoritma Peningkatan Volume
Langkah 1: Inisiasi (Hari 1-3)
- Mulai dengan 250 mL/hari formula enteral secara kontinyu jika kehilangan cairan enteral kurang dari 2,5 liter per hari 1
- Gunakan formula berbasis peptida atau asam amino bebas pada pasien dengan malabsorpsi nyata atau transit yang sangat cepat 1
- Tambahkan natrium klorida (3 g/L formula) untuk mencapai konsentrasi natrium 80-100 mEq/L pada pasien dengan kehilangan natrium tinggi 1
Langkah 2: Titrasi Bertahap (Hari 4-7)
- Tingkatkan kecepatan pemberian bergantung pada toleransi, dengan memantau distensi abdomen, muntah, dan volume residu lambung 1
- Jika toleransi baik, tingkatkan volume 250-500 mL setiap 1-2 hari 1
- Pertahankan pemberian kontinyu selama fase adaptasi untuk memaksimalkan absorpsi 1
Langkah 3: Fase Pemulihan (Minggu 2+)
- Setelah stabilisasi dan fase anabolik dimulai, target energi ditingkatkan menjadi 25-30 kkal/kg BB/hari untuk mendukung rekonstitusi anabolik 1
- Transisi ke pemberian nokturnal (semalam) dapat meningkatkan waktu absorpsi dan status nutrisi 1
- Overlap antara nutrisi parenteral dan enteral diperlukan, dengan penyapihan PN secara progresif untuk mencegah hipoglikemia rebound 1
Parameter Monitoring Kritis
Tanda Intoleransi yang Memerlukan Penurunan Volume
- Volume residu lambung >500 mL 1
- Distensi abdomen yang memburuk dengan meteorismus persisten 1
- Muntah atau regurgitasi 1
- Diare dengan output >2000 mL/24 jam 1
Target Keberhasilan
- Volume urin minimal 800 mL/hari dengan konsentrasi natrium >20 mmol/L 1, 2
- Berat badan stabil tanpa edema 1
- Pengurangan meteorismus dan normalisasi bising usus 3
Pertimbangan Khusus Komposisi
Formula yang Direkomendasikan
- Formula berbasis peptida atau asam amino bebas lebih baik pada pasien dengan transit cepat dan malabsorpsi 1
- Konsentrasi natrium tinggi (90-100 mEq/L) penting untuk memanfaatkan kotransport natrium/glukosa 1
- Diet kaya karbohidrat dan protein, rendah lemak direkomendasikan saat transisi ke oral 1
Pembatasan Cairan Oral
- Batasi cairan hipotonik (air, teh, kopi) hingga <500-1000 mL/hari untuk mencegah kehilangan natrium berlebih 1, 2
- Hindari cairan hipertonik (jus buah, minuman bersoda) yang meningkatkan output stomal 1, 2
- Ganti kebutuhan cairan dengan larutan glukosa-salin (≥90 mmol/L natrium) yang diminum sepanjang hari 1, 2
Peringatan Penting
- Jangan menghentikan PN secara prematur - ini merugikan selama fase adaptasi 1
- Hindari overload cairan - pasien dengan ileus sering memerlukan resusitasi cairan agresif tetapi rentan terhadap overload garam dan air yang dapat memperburuk sindrom kompartemen abdominal 1
- Perhatikan risiko refeeding syndrome - terutama pada pasien dengan riwayat alkoholisme kronik dan malnutrisi, dengan suplementasi kalium, magnesium, fosfat, dan tiamin yang tepat 1