Penyebab dan Terapi Hiponatremia
Mengapa Terjadi Hiponatremia
Hiponatremia (natrium serum <135 mmol/L) terjadi terutama karena retensi air berlebihan akibat peningkatan hormon antidiuretik (ADH), bukan karena kehilangan natrium semata. 1
Mekanisme Utama
- Peningkatan ADH non-osmotik menyebabkan retensi air berlebihan, yang mengencerkan konsentrasi natrium dalam darah 2
- Stimulus non-osmotik untuk pelepasan ADH meliputi nyeri, mual, stres, dan kondisi penyakit akut 1
- Gangguan ekskresi air bebas menyebabkan keseimbangan cairan dipertahankan dengan mengorbankan kadar natrium plasma 1
Penyebab Berdasarkan Status Volume
Hipovolemik (kehilangan cairan):
- Kehilangan gastrointestinal (muntah, diare), luka bakar, atau penggunaan diuretik berlebihan 1, 3
- Natrium urin <30 mmol/L menunjukkan kehilangan ekstrarenal 1
Euvolemik (volume normal):
- Syndrome of Inappropriate ADH (SIADH) - penyebab tersering pada pasien rawat inap 1, 3
- Obat-obatan (antidepresan, diuretik), keganasan, gangguan paru, dan gangguan SSP 2, 3
- Konsumsi alkohol berlebihan, diet sangat rendah garam, atau asupan air bebas berlebihan saat olahraga 4
Hipervolemik (kelebihan cairan):
- Gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal 3
- Terjadi pada ~60% pasien sirosis karena hipersekresi vasopresin non-osmotik 1
Terapi Hiponatremia
Prinsip Koreksi yang Aman
Kecepatan koreksi maksimal adalah 8 mmol/L dalam 24 jam untuk mencegah osmotic demyelination syndrome (ODS). 1, 5
- Untuk pasien risiko tinggi (penyakit hati lanjut, alkoholisme, malnutrisi): koreksi lebih lambat 4-6 mmol/L per hari 1, 4
- Koreksi terlalu cepat (>8 mmol/L/24 jam) dapat menyebabkan ODS dengan risiko parkinsonisme, quadriparesis, atau kematian 5
Terapi Berdasarkan Gejala
Hiponatremia Simtomatik Berat (kejang, koma, penurunan kesadaran):
- Berikan NaCl 3% hipertonik sebagai bolus 100-150 mL selama 10 menit 1, 6
- Target: koreksi 6 mmol/L dalam 6 jam pertama atau sampai gejala membaik 1, 4
- Dapat diulang hingga 3 kali dengan interval 10 menit 1
- Monitor natrium serum setiap 2 jam selama fase koreksi awal 1
- Ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera 5, 4
Hiponatremia Asimtomatik atau Gejala Ringan:
Untuk Hipovolemik:
- Hentikan diuretik dan berikan NaCl 0,9% isotonik untuk replenisi volume 1, 4
- Natrium urin <30 mmol/L memprediksi respons baik terhadap infus salin (nilai prediktif positif 71-100%) 1
Untuk Euvolemik (SIADH):
- Restriksi cairan 1 L/hari adalah terapi utama 1, 5
- Jika tidak respons: tambahkan natrium klorida oral 100 mEq tiga kali sehari 1
- Pilihan lain: urea oral atau vaptan (tolvaptan 15 mg sekali sehari) untuk kasus resisten 1, 6
- Hampir setengah pasien SIADH tidak respons terhadap restriksi cairan sebagai terapi lini pertama 6
Untuk Hipervolemik (gagal jantung, sirosis):
- Restriksi cairan 1-1,5 L/hari untuk natrium <125 mmol/L 1, 4
- Hentikan diuretik sementara jika natrium <125 mmol/L 1
- Pada pasien sirosis: pertimbangkan infus albumin 1
- Hindari salin hipertonik kecuali ada gejala mengancam jiwa, karena dapat memperburuk edema dan asites 1
- Yang penting adalah restriksi natrium (bukan cairan) untuk menurunkan berat badan, karena cairan mengikuti natrium secara pasif 1
Monitoring Selama Terapi
- Gejala berat: periksa natrium serum setiap 2 jam 1
- Gejala ringan: periksa setiap 4 jam, kemudian harian 1
- Waspadai tanda-tanda ODS (disartria, disfagia, gangguan okulomotor, quadriparesis) yang biasanya muncul 2-7 hari setelah koreksi cepat 1
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Koreksi terlalu cepat melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam 1, 5
- Mengabaikan hiponatremia ringan (130-135 mmol/L) - tetap meningkatkan risiko jatuh dan mortalitas 1, 5
- Menggunakan restriksi cairan pada cerebral salt wasting - ini memperburuk outcome 1
- Monitoring tidak adekuat selama koreksi aktif 1
- Gagal mengenali dan mengobati penyebab yang mendasari 1
- Menggunakan salin hipertonik pada hiponatremia hipervolemik tanpa gejala mengancam jiwa 1
Perhitungan Defisit Natrium
Defisit natrium = Peningkatan natrium yang diinginkan (mEq/L) × (0,5 × berat badan ideal dalam kg) 1
Rumus ini membantu menentukan jumlah natrium yang diperlukan untuk koreksi yang aman 1