What is the treatment for hyponatremia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penyebab dan Terapi Hiponatremia

Mengapa Terjadi Hiponatremia

Hiponatremia (natrium serum <135 mmol/L) terjadi terutama karena retensi air berlebihan akibat peningkatan hormon antidiuretik (ADH), bukan karena kehilangan natrium semata. 1

Mekanisme Utama

  • Peningkatan ADH non-osmotik menyebabkan retensi air berlebihan, yang mengencerkan konsentrasi natrium dalam darah 2
  • Stimulus non-osmotik untuk pelepasan ADH meliputi nyeri, mual, stres, dan kondisi penyakit akut 1
  • Gangguan ekskresi air bebas menyebabkan keseimbangan cairan dipertahankan dengan mengorbankan kadar natrium plasma 1

Penyebab Berdasarkan Status Volume

Hipovolemik (kehilangan cairan):

  • Kehilangan gastrointestinal (muntah, diare), luka bakar, atau penggunaan diuretik berlebihan 1, 3
  • Natrium urin <30 mmol/L menunjukkan kehilangan ekstrarenal 1

Euvolemik (volume normal):

  • Syndrome of Inappropriate ADH (SIADH) - penyebab tersering pada pasien rawat inap 1, 3
  • Obat-obatan (antidepresan, diuretik), keganasan, gangguan paru, dan gangguan SSP 2, 3
  • Konsumsi alkohol berlebihan, diet sangat rendah garam, atau asupan air bebas berlebihan saat olahraga 4

Hipervolemik (kelebihan cairan):

  • Gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal 3
  • Terjadi pada ~60% pasien sirosis karena hipersekresi vasopresin non-osmotik 1

Terapi Hiponatremia

Prinsip Koreksi yang Aman

Kecepatan koreksi maksimal adalah 8 mmol/L dalam 24 jam untuk mencegah osmotic demyelination syndrome (ODS). 1, 5

  • Untuk pasien risiko tinggi (penyakit hati lanjut, alkoholisme, malnutrisi): koreksi lebih lambat 4-6 mmol/L per hari 1, 4
  • Koreksi terlalu cepat (>8 mmol/L/24 jam) dapat menyebabkan ODS dengan risiko parkinsonisme, quadriparesis, atau kematian 5

Terapi Berdasarkan Gejala

Hiponatremia Simtomatik Berat (kejang, koma, penurunan kesadaran):

  • Berikan NaCl 3% hipertonik sebagai bolus 100-150 mL selama 10 menit 1, 6
  • Target: koreksi 6 mmol/L dalam 6 jam pertama atau sampai gejala membaik 1, 4
  • Dapat diulang hingga 3 kali dengan interval 10 menit 1
  • Monitor natrium serum setiap 2 jam selama fase koreksi awal 1
  • Ini adalah keadaan darurat medis yang memerlukan penanganan segera 5, 4

Hiponatremia Asimtomatik atau Gejala Ringan:

Untuk Hipovolemik:

  • Hentikan diuretik dan berikan NaCl 0,9% isotonik untuk replenisi volume 1, 4
  • Natrium urin <30 mmol/L memprediksi respons baik terhadap infus salin (nilai prediktif positif 71-100%) 1

Untuk Euvolemik (SIADH):

  • Restriksi cairan 1 L/hari adalah terapi utama 1, 5
  • Jika tidak respons: tambahkan natrium klorida oral 100 mEq tiga kali sehari 1
  • Pilihan lain: urea oral atau vaptan (tolvaptan 15 mg sekali sehari) untuk kasus resisten 1, 6
  • Hampir setengah pasien SIADH tidak respons terhadap restriksi cairan sebagai terapi lini pertama 6

Untuk Hipervolemik (gagal jantung, sirosis):

  • Restriksi cairan 1-1,5 L/hari untuk natrium <125 mmol/L 1, 4
  • Hentikan diuretik sementara jika natrium <125 mmol/L 1
  • Pada pasien sirosis: pertimbangkan infus albumin 1
  • Hindari salin hipertonik kecuali ada gejala mengancam jiwa, karena dapat memperburuk edema dan asites 1
  • Yang penting adalah restriksi natrium (bukan cairan) untuk menurunkan berat badan, karena cairan mengikuti natrium secara pasif 1

Monitoring Selama Terapi

  • Gejala berat: periksa natrium serum setiap 2 jam 1
  • Gejala ringan: periksa setiap 4 jam, kemudian harian 1
  • Waspadai tanda-tanda ODS (disartria, disfagia, gangguan okulomotor, quadriparesis) yang biasanya muncul 2-7 hari setelah koreksi cepat 1

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • Koreksi terlalu cepat melebihi 8 mmol/L dalam 24 jam 1, 5
  • Mengabaikan hiponatremia ringan (130-135 mmol/L) - tetap meningkatkan risiko jatuh dan mortalitas 1, 5
  • Menggunakan restriksi cairan pada cerebral salt wasting - ini memperburuk outcome 1
  • Monitoring tidak adekuat selama koreksi aktif 1
  • Gagal mengenali dan mengobati penyebab yang mendasari 1
  • Menggunakan salin hipertonik pada hiponatremia hipervolemik tanpa gejala mengancam jiwa 1

Perhitungan Defisit Natrium

Defisit natrium = Peningkatan natrium yang diinginkan (mEq/L) × (0,5 × berat badan ideal dalam kg) 1

Rumus ini membantu menentukan jumlah natrium yang diperlukan untuk koreksi yang aman 1

References

Guideline

Management of Sodium Imbalance

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Management of hyponatremia.

American family physician, 2004

Research

Hyponatraemia-treatment standard 2024.

Nephrology, dialysis, transplantation : official publication of the European Dialysis and Transplant Association - European Renal Association, 2024

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.