Gentamicin Inhalasi: Definisi dan Penggunaan Klinis
Gentamicin inhalasi adalah antibiotik aminoglikosida yang diberikan melalui nebulisasi langsung ke paru-paru, digunakan sebagai terapi lini kedua untuk pasien bronkiektasis dengan infeksi Pseudomonas aeruginosa kronik dan eksaserbasi berulang. 1
Indikasi Utama
Gentamicin inhalasi direkomendasikan dalam situasi spesifik berikut:
- Pasien bronkiektasis dengan infeksi P. aeruginosa kronik yang mengalami ≥3 eksaserbasi per tahun 1
- Sebagai alternatif lini kedua ketika pasien tidak dapat mentoleransi colistin inhalasi (yang merupakan terapi lini pertama) 1, 2
- Dapat dikombinasikan dengan azithromycin atau erythromycin oral pada pasien dengan frekuensi eksaserbasi yang sangat tinggi 1, 2
Dosis dan Cara Pemberian
- Dosis standar: 80 mg dua kali sehari melalui nebulisasi 1
- Durasi terapi: biasanya diberikan untuk 1 tahun atau lebih sebagai terapi jangka panjang 1
- Pasien harus melakukan tes tantangan (challenge test) saat kondisi stabil sebelum memulai terapi untuk menilai toleransi 1
Efikasi Klinis yang Terbukti
Studi RCT pada 65 pasien menunjukkan gentamicin inhalasi memberikan manfaat signifikan:
- Memperpanjang waktu hingga eksaserbasi berikutnya: 120 hari vs 61.5 hari (P=0.02) 1
- Mengurangi jumlah eksaserbasi: 0 (0-1) vs 1.5 (1-2) (p<0.0001) 1
- Meningkatkan kualitas hidup dan kapasitas latihan 1
- Mengurangi purulensi sputum dan marker inflamasi 1
- Tidak menyebabkan resistensi selama periode studi 1
Kontraindikasi dan Peringatan Keamanan
Hindari penggunaan pada kondisi berikut:
- Klirens kreatinin <30 mL/min (risiko nefrotoksisitas) 1, 2
- Gangguan pendengaran signifikan yang memerlukan alat bantu dengar 1, 2
- Gangguan keseimbangan yang signifikan 1, 2
- Kehamilan (risiko kerusakan nervus kranialis VIII pada janin) 2
- Penggunaan bersamaan dengan obat nefrotoksik lain 1, 2
Efek Samping dan Manajemen
- Bronkospasme dilaporkan pada 7/32 pasien (22%), tetapi hanya menyebabkan penghentian pada 2 pasien 1
- Pretreatment dengan bronkodilator direkomendasikan untuk mencegah bronkospasme 3
- Airway clearance harus dilakukan sebelum inhalasi untuk meningkatkan pengiriman obat 3
Monitoring dan Follow-up
- Evaluasi setiap 6 bulan untuk menilai efikasi, toksisitas, dan kebutuhan berkelanjutan 1, 2
- Kultur sputum dan sensitivitas harus dimonitor secara teratur 1, 2
- Resistensi in vitro mungkin tidak mempengaruhi efikasi klinis, terutama dengan P. aeruginosa 2
- Manfaat hilang dengan cepat setelah penghentian terapi (dalam 3 bulan follow-up) 1
Pertimbangan Penting dalam Praktik
Catatan khusus untuk cystic fibrosis: Cystic Fibrosis Foundation menyatakan tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan gentamicin inhalasi untuk penggunaan rutin pada pasien cystic fibrosis, dan tidak ada protokol standar yang direkomendasikan 4. Tobramycin inhalasi adalah pilihan yang lebih disukai untuk populasi ini 4, 3.
Kombinasi dengan terapi IV: Penggunaan gentamicin inhalasi bersamaan dengan aminoglikosida IV memerlukan kehati-hatian ekstra karena risiko peningkatan toksisitas 2. Monitoring ketat fungsi ginjal dan pendengaran diperlukan dalam situasi ini.
Terapi harus dimulai hanya oleh spesialis respirasi dan memerlukan optimalisasi airway clearance serta penanganan kondisi terkait sebelum inisiasi 1.