Gentamicin Aerosol untuk Bronkiektasis dengan Pseudomonas
Ya, gentamicin IV dapat digunakan sebagai aerosol untuk bronkiektasis dengan Pseudomonas aeruginosa, tetapi hanya sebagai terapi lini kedua setelah colistin inhalasi. 1
Rekomendasi Berdasarkan Pedoman
Pedoman British Thoracic Society (2019) secara eksplisit merekomendasikan gentamicin inhalasi sebagai alternatif lini kedua untuk colistin pada pasien bronkiektasis dengan infeksi Pseudomonas aeruginosa kronis. 1 Rekomendasi ini berlaku untuk pasien yang mengalami 3 atau lebih eksaserbasi per tahun. 1
Hierarki Terapi untuk Pseudomonas pada Bronkiektasis:
Lini Pertama:
- Colistin inhalasi adalah pilihan utama untuk pasien dengan kolonisasi P. aeruginosa kronis 1
Lini Kedua:
- Gentamicin inhalasi dipertimbangkan sebagai alternatif jika pasien tidak dapat mentoleransi colistin 1, 2
- Dapat juga dikombinasikan dengan azithromycin atau erythromycin oral pada pasien dengan frekuensi eksaserbasi tinggi 1, 2
Bukti Efikasi Gentamicin Inhalasi
Studi RCT pada 65 pasien bronkiektasis menunjukkan gentamicin inhalasi 80 mg dua kali sehari selama 1 tahun menghasilkan:
- Perpanjangan waktu hingga eksaserbasi berikutnya (120 hari vs 61.5 hari, p=0.02) 1
- Pengurangan jumlah eksaserbasi (0 vs 1.5, p<0.0001) 1
- Perbaikan kualitas hidup dan kapasitas latihan 1
- Sputum menjadi kurang purulen 1
Penting dicatat bahwa manfaat ini hilang dengan cepat setelah penghentian terapi, menunjukkan perlunya terapi jangka panjang. 1
Persiapan dan Pemberian
Formulasi Gentamicin Aerosol:
- Gunakan gentamicin IV (formulasi parenteral) yang dinebulisasi "off-label" 3
- Dosis yang digunakan dalam studi: 80 mg dua kali sehari 1
- Dosis alternatif yang dilaporkan: 160 mg per dosis 4
Pertimbangan Teknis Penting:
Gunakan larutan isotonik untuk mencegah bronkokonstriksi dan inflamasi. 1 Larutan hipotonik maupun hipertonik dapat mempengaruhi fungsi paru dan menyebabkan bronkokonstriksi. 1
Lakukan pemeriksaan fungsi paru sebelum dan segera setelah nebulisasi pertama, serta berikan bronkodilator profilaksis jika diperlukan. 1 Obat itu sendiri dapat menginduksi bronkokonstriksi. 1
Karakteristik Nebulizer:
- Ukuran partikel harus 2-5 μm untuk mencapai bronkiolus kecil 1
- Partikel >5 μm tidak mencapai saluran napas bawah 1
- Partikel <1 μm akan dihembuskan keluar 1
Keamanan dan Monitoring
Kontraindikasi Absolut:
- Creatinine clearance <30 ml/menit 1, 2
- Kehamilan (risiko kerusakan nervus kranialis VIII pada janin) 2
Gunakan dengan Hati-hati pada:
- Pasien dengan gangguan pendengaran signifikan yang memerlukan alat bantu dengar 1, 2
- Pasien dengan gangguan keseimbangan signifikan 1, 2
- Penggunaan bersamaan dengan obat nefrotoksik lain 1
- Hindari penggunaan bersamaan dengan gentamicin IV karena risiko toksisitas meningkat 2
Protokol Monitoring:
Monitor kadar gentamicin serum pada pasien yang menerima dosis tinggi, karena kadar serum dapat bervariasi secara signifikan setelah terapi aerosol. 1 Rekomendasi dosis umum tidak boleh diikuti secara membabi buta; dosis optimal harus disesuaikan per pasien. 1
Lakukan evaluasi setiap 6 bulan untuk menilai efikasi, toksisitas, dan kebutuhan berkelanjutan. 2
Kirim sputum untuk kultur dan sensitivitas segera sebelum dan pada setiap kunjungan klinis setelah terapi antibiotik. 2
Profil Keamanan:
Studi jangka panjang pada fibrosis kistik menunjukkan tidak ada tanda ototoksisitas atau nefrotoksisitas dengan terapi aerosol tobramycin (aminoglikosida serupa) dosis 400-600 mg. 1 Namun, dengan dosis harian aminoglikosida yang lebih tinggi, studi keamanan jangka panjang dengan metode investigasi fungsi ginjal yang lebih sensitif masih diperlukan. 1
Peringatan Penting
Resistensi Antibiotik:
Munculnya resistensi obat setelah terapi aerosol telah dilaporkan dalam beberapa studi, meskipun kerentanan P. aeruginosa dapat kembali setelah periode bebas obat. 1 Ini mengarah pada konsep pemberian dosis intermiten (on-off cycles). 1
Resistensi in vitro mungkin tidak mempengaruhi efikasi klinis, terutama dengan P. aeruginosa. 2
Efek Samping Umum:
Efek samping paling umum adalah peningkatan dispnea setelah nebulisasi, dilaporkan pada sekitar 5 dari 27 pasien dalam satu studi. 5 Dispnea, mengi, dan sesak dada dilaporkan lebih sering pada kelompok yang diobati dengan aminoglikosida inhalasi. 6
Pitfall yang Harus Dihindari:
- Jangan menggunakan gentamicin inhalasi sebagai lini pertama—colistin tetap pilihan utama 1
- Jangan abaikan monitoring fungsi ginjal dan pendengaran pada terapi jangka panjang 1, 2
- Jangan gunakan larutan non-isotonik tanpa persiapan yang tepat 1
- Jangan kombinasikan dengan gentamicin IV tanpa pertimbangan risiko toksisitas yang cermat 2
Alternatif Jika Gentamicin Tidak Dapat Digunakan
Jika pasien tidak dapat mentoleransi antibiotik inhalasi sama sekali, pertimbangkan azithromycin atau erythromycin oral sebagai alternatif untuk pasien dengan infeksi P. aeruginosa kronis. 1