What is the recommended dosage of fluconazole (Diflucan) for fungal infections?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis Flukonazole untuk Infeksi Jamur

Untuk kandidiasis sistemik (kandidemia), berikan dosis loading 800 mg (12 mg/kg) pada hari pertama, diikuti 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari, dan lanjutkan selama 2 minggu setelah kultur darah negatif dan resolusi gejala. 1, 2, 3, 4

Infeksi Candida Sistemik dan Kandidemia

Dosis standar untuk pasien dewasa:

  • Loading dose: 800 mg (12 mg/kg) pada hari 1 1, 2, 3, 4
  • Maintenance: 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari 1, 2, 3, 4
  • Durasi: 2 minggu setelah kultur darah negatif dan resolusi gejala 1, 3, 4

Pertimbangan penting dalam pemilihan terapi:

  • Flukonazole direkomendasikan untuk pasien yang tidak kritis dan tanpa paparan azole baru-baru ini 1, 3
  • Echinocandin lebih dipilih untuk pasien dengan penyakit sedang-berat, paparan azole baru-baru ini, atau risiko tinggi C. glabrata 1, 2
  • Kateter vena sentral harus dilepas pada pasien non-neutropenik dengan kandidemia 1, 3

Pertimbangan spesies Candida:

  • C. albicans dan C. parapsilosis: Flukonazole efektif 1, 3
  • C. glabrata: Echinocandin lebih dipilih; flukonazole hanya jika susceptibility terkonfirmasi 1, 2, 5
  • C. krusei: Flukonazole tidak memiliki aktivitas—gunakan echinocandin atau amphotericin B 2, 3, 5, 4

Kandidiasis Orofaringeal

  • Dosis loading: 200 mg pada hari 1 2, 3, 5, 4
  • Maintenance: 100 mg sekali sehari selama 7-14 hari 2, 3, 5, 4
  • Untuk kasus sedang-berat, dapat digunakan 100-200 mg sehari 5
  • Lanjutkan minimal 2 minggu untuk mengurangi risiko relaps 4

Catatan penting: Pada pasien immunocompromised (terutama AIDS), tingkat relaps tinggi (40%) terlepas dari antijamur yang digunakan—pertimbangkan terapi maintenance 6, 7

Kandidiasis Esofageal

  • Dosis loading: 200 mg pada hari 1 3, 4
  • Maintenance: 100 mg sekali sehari 4
  • Dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg/hari berdasarkan respons klinis 1, 3, 5, 4
  • Durasi: 14-21 hari dan minimal 2 minggu setelah resolusi gejala 1, 2, 3, 5, 4

Infeksi Saluran Kemih

Sistitis simptomatik:

  • 200 mg (3 mg/kg) sekali sehari selama 14 hari 1, 2, 3, 5

Pielonefritis:

  • 200-400 mg (3-6 mg/kg) sekali sehari selama 14 hari 1, 2, 3, 5
  • Jika dicurigai kandidasis diseminata, obati sebagai kandidemia 1

Sistitis asimptomatik:

  • Terapi biasanya tidak diperlukan kecuali pada pasien berisiko tinggi (neonatus, neutropenik, atau sebelum prosedur urologi) 1

Kandidiasis SSP

  • 400-800 mg (6-12 mg/kg) sekali sehari untuk pasien yang tidak dapat mentoleransi amphotericin B 1, 2, 3
  • Amphotericin B dengan atau tanpa flucytosine adalah terapi pilihan; flukonazole adalah alternatif 1, 3
  • Lepaskan perangkat intraventrikular jika ada 1
  • Lanjutkan hingga semua tanda, gejala, abnormalitas CSF, dan radiologi teratasi 1

Kandidiasis Diseminata Kronik

  • 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari untuk pasien stabil 1, 3, 5
  • Lanjutkan hingga lesi teratasi pada imaging (biasanya 3-6 bulan) 1, 2, 3
  • Dapat digunakan sebagai step-down therapy setelah beberapa minggu amphotericin B pada pasien stabil 1, 3

Meningitis Kriptokokal

Terapi akut:

  • 400 mg pada hari 1, diikuti 200 mg sekali sehari 4
  • Dosis 400 mg sekali sehari dapat digunakan berdasarkan respons 4
  • Durasi: 10-12 minggu setelah CSF kultur negatif 4

Terapi supresi (pasien AIDS):

  • 200 mg sekali sehari untuk mencegah relaps 4

Kandidiasis Vulvovaginal

  • Dosis tunggal 150 mg oral 3, 4, 8
  • Tingkat kesembuhan klinis 97% pada evaluasi jangka pendek (5-16 hari) dan 88% pada evaluasi jangka panjang (27-62 hari) 8

Profilaksis pada Transplantasi Sumsum Tulang

  • 400 mg sekali sehari 3, 4
  • Mulai beberapa hari sebelum onset neutropenia yang diantisipasi 4
  • Lanjutkan selama 7 hari setelah neutrofil >1000 sel/mm³ 4

Dosis Pediatrik

Konversi dosis pediatrik ke dewasa: 2, 3

  • 3 mg/kg ≈ 100 mg dosis dewasa
  • 6 mg/kg ≈ 200 mg dosis dewasa
  • 12 mg/kg ≈ 400 mg dosis dewasa

Catatan: Beberapa anak yang lebih tua mungkin memiliki clearance serupa dengan dewasa; dosis absolut >600 mg/hari tidak direkomendasikan 4

Peringatan Kritis dan Pitfall

Durasi terapi yang tidak adekuat:

  • Durasi pengobatan yang tidak memadai menyebabkan relaps—lanjutkan hingga parameter klinis dan laboratorium menunjukkan resolusi 2, 3, 4

Resistensi antijamur:

  • Konfirmasi susceptibility sebelum menggunakan flukonazole untuk C. glabrata 1, 2, 5
  • Untuk spesies resisten flukonazole, gunakan echinocandin, amphotericin B, atau voriconazole 2, 3

Isolasi Candida dari saluran napas:

  • Candida dari sekret respiratori biasanya kolonisasi, bukan infeksi—jarang memerlukan terapi 1, 5

Dosis maksimum:

  • Dosis harian maksimum total 1600 mg direkomendasikan untuk menghindari toksisitas neurologis 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Fluconazole Dosing Guidelines for Fungal Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Fluconazole Dosing for Fungal Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Fluconazole Dosing Guidelines for Fungal Infections

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Treatment of vaginal candidiasis with a single oral dose of fluconazole. Multicentre Study Group.

European journal of clinical microbiology & infectious diseases : official publication of the European Society of Clinical Microbiology, 1988

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.