Dosis Flukonazole untuk Infeksi Jamur
Untuk kandidiasis sistemik (kandidemia), berikan dosis loading 800 mg (12 mg/kg) pada hari pertama, diikuti 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari, dan lanjutkan selama 2 minggu setelah kultur darah negatif dan resolusi gejala. 1, 2, 3, 4
Infeksi Candida Sistemik dan Kandidemia
Dosis standar untuk pasien dewasa:
- Loading dose: 800 mg (12 mg/kg) pada hari 1 1, 2, 3, 4
- Maintenance: 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari 1, 2, 3, 4
- Durasi: 2 minggu setelah kultur darah negatif dan resolusi gejala 1, 3, 4
Pertimbangan penting dalam pemilihan terapi:
- Flukonazole direkomendasikan untuk pasien yang tidak kritis dan tanpa paparan azole baru-baru ini 1, 3
- Echinocandin lebih dipilih untuk pasien dengan penyakit sedang-berat, paparan azole baru-baru ini, atau risiko tinggi C. glabrata 1, 2
- Kateter vena sentral harus dilepas pada pasien non-neutropenik dengan kandidemia 1, 3
Pertimbangan spesies Candida:
- C. albicans dan C. parapsilosis: Flukonazole efektif 1, 3
- C. glabrata: Echinocandin lebih dipilih; flukonazole hanya jika susceptibility terkonfirmasi 1, 2, 5
- C. krusei: Flukonazole tidak memiliki aktivitas—gunakan echinocandin atau amphotericin B 2, 3, 5, 4
Kandidiasis Orofaringeal
- Dosis loading: 200 mg pada hari 1 2, 3, 5, 4
- Maintenance: 100 mg sekali sehari selama 7-14 hari 2, 3, 5, 4
- Untuk kasus sedang-berat, dapat digunakan 100-200 mg sehari 5
- Lanjutkan minimal 2 minggu untuk mengurangi risiko relaps 4
Catatan penting: Pada pasien immunocompromised (terutama AIDS), tingkat relaps tinggi (40%) terlepas dari antijamur yang digunakan—pertimbangkan terapi maintenance 6, 7
Kandidiasis Esofageal
- Dosis loading: 200 mg pada hari 1 3, 4
- Maintenance: 100 mg sekali sehari 4
- Dosis dapat ditingkatkan hingga 400 mg/hari berdasarkan respons klinis 1, 3, 5, 4
- Durasi: 14-21 hari dan minimal 2 minggu setelah resolusi gejala 1, 2, 3, 5, 4
Infeksi Saluran Kemih
Sistitis simptomatik:
Pielonefritis:
- 200-400 mg (3-6 mg/kg) sekali sehari selama 14 hari 1, 2, 3, 5
- Jika dicurigai kandidasis diseminata, obati sebagai kandidemia 1
Sistitis asimptomatik:
- Terapi biasanya tidak diperlukan kecuali pada pasien berisiko tinggi (neonatus, neutropenik, atau sebelum prosedur urologi) 1
Kandidiasis SSP
- 400-800 mg (6-12 mg/kg) sekali sehari untuk pasien yang tidak dapat mentoleransi amphotericin B 1, 2, 3
- Amphotericin B dengan atau tanpa flucytosine adalah terapi pilihan; flukonazole adalah alternatif 1, 3
- Lepaskan perangkat intraventrikular jika ada 1
- Lanjutkan hingga semua tanda, gejala, abnormalitas CSF, dan radiologi teratasi 1
Kandidiasis Diseminata Kronik
- 400 mg (6 mg/kg) sekali sehari untuk pasien stabil 1, 3, 5
- Lanjutkan hingga lesi teratasi pada imaging (biasanya 3-6 bulan) 1, 2, 3
- Dapat digunakan sebagai step-down therapy setelah beberapa minggu amphotericin B pada pasien stabil 1, 3
Meningitis Kriptokokal
Terapi akut:
- 400 mg pada hari 1, diikuti 200 mg sekali sehari 4
- Dosis 400 mg sekali sehari dapat digunakan berdasarkan respons 4
- Durasi: 10-12 minggu setelah CSF kultur negatif 4
Terapi supresi (pasien AIDS):
- 200 mg sekali sehari untuk mencegah relaps 4
Kandidiasis Vulvovaginal
- Dosis tunggal 150 mg oral 3, 4, 8
- Tingkat kesembuhan klinis 97% pada evaluasi jangka pendek (5-16 hari) dan 88% pada evaluasi jangka panjang (27-62 hari) 8
Profilaksis pada Transplantasi Sumsum Tulang
- 400 mg sekali sehari 3, 4
- Mulai beberapa hari sebelum onset neutropenia yang diantisipasi 4
- Lanjutkan selama 7 hari setelah neutrofil >1000 sel/mm³ 4
Dosis Pediatrik
Konversi dosis pediatrik ke dewasa: 2, 3
- 3 mg/kg ≈ 100 mg dosis dewasa
- 6 mg/kg ≈ 200 mg dosis dewasa
- 12 mg/kg ≈ 400 mg dosis dewasa
Catatan: Beberapa anak yang lebih tua mungkin memiliki clearance serupa dengan dewasa; dosis absolut >600 mg/hari tidak direkomendasikan 4
Peringatan Kritis dan Pitfall
Durasi terapi yang tidak adekuat:
- Durasi pengobatan yang tidak memadai menyebabkan relaps—lanjutkan hingga parameter klinis dan laboratorium menunjukkan resolusi 2, 3, 4
Resistensi antijamur:
- Konfirmasi susceptibility sebelum menggunakan flukonazole untuk C. glabrata 1, 2, 5
- Untuk spesies resisten flukonazole, gunakan echinocandin, amphotericin B, atau voriconazole 2, 3
Isolasi Candida dari saluran napas:
Dosis maksimum:
- Dosis harian maksimum total 1600 mg direkomendasikan untuk menghindari toksisitas neurologis 6