What is the treatment for tinea corporis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tata Laksana Tinea Corporis

Untuk tinea corporis ringan hingga sedang, gunakan terapi topikal antijamur (azole atau allylamine) selama 2-4 minggu, sedangkan untuk kasus yang luas, resisten terhadap terapi topikal, atau pada pasien immunocompromised, gunakan terapi oral dengan terbinafine 250 mg/hari selama 1-2 minggu atau itraconazole 100 mg/hari selama 15 hari. 1

Konfirmasi Diagnosis

  • Diagnosis harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikroskopis menggunakan preparat kalium hidroksida (KOH) atau kultur untuk mengidentifikasi organisme penyebab sebelum memulai terapi 1
  • Spesimen dikumpulkan menggunakan kerokan skalpel, dengan kultur pada media Sabouraud's agar jika diperlukan 2

Algoritma Pemilihan Terapi

Terapi Topikal (Lini Pertama untuk Kasus Ringan-Sedang)

  • Ketoconazole 2% krim diindikasikan untuk tinea corporis yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum, T. mentagrophytes, dan Epidermophyton floccosum 3
  • Durasi terapi topikal adalah 2-4 minggu untuk tinea corporis 4, 5
  • Terapi harus dilanjutkan minimal satu minggu setelah perbaikan klinis untuk mencegah kekambuhan 5
  • Azole topikal (seperti clotrimazole 1%) menunjukkan angka kesembuhan mikologis 2.87 kali lebih tinggi dibanding plasebo 6

Terapi Oral (untuk Kasus Luas atau Resisten)

Pilihan berdasarkan organisme penyebab:

  • Terbinafine 250 mg/hari selama 1-2 minggu - pilihan superior untuk infeksi Trichophyton tonsurans dengan angka kesembuhan mikologis tinggi 1, 7
  • Itraconazole 100 mg/hari selama 15 hari - memiliki angka kesembuhan mikologis 87% (lebih superior dibanding griseofulvin yang hanya 57%) 1
  • Itraconazole dapat digunakan 200 mg/hari selama 7 hari sebagai alternatif 7

Catatan penting tentang griseofulvin:

  • Hindari griseofulvin sebagai lini pertama karena memerlukan durasi terapi lebih lama (2-4 minggu), kurang efektif dibanding terbinafine, dan angka kesembuhan lebih rendah 1, 4

Pertimbangan Khusus dalam Pemilihan Terapi

Kontraindikasi dan Interaksi Obat Itraconazole

  • Itraconazole memiliki interaksi obat penting dengan warfarin, antihistamin tertentu, antipsikotik, midazolam, digoxin, dan simvastatin yang dapat meningkatkan toksisitas 1
  • Fluconazole dapat dipertimbangkan sebagai pilihan lini ketiga, namun kurang cost-effective dibanding terbinafine 1

Kasus dengan Inflamasi

  • Pada kasus dengan inflamasi signifikan, pertimbangkan agen dengan sifat anti-inflamasi inheren atau kombinasi antijamur/steroid 5
  • Kombinasi azole-steroid menunjukkan angka kesembuhan klinis lebih tinggi dibanding azole tunggal (RR 0.67), namun angka kesembuhan mikologis sama 6
  • Gunakan kombinasi steroid dengan hati-hati karena potensi atrofi kulit dan komplikasi terkait steroid lainnya 5

Monitoring dan Follow-up

  • Endpoint definitif terapi adalah kesembuhan mikologis, bukan hanya respons klinis 1, 8
  • Follow-up harus mencakup penilaian klinis dan mikologis dengan sampling mikologi berulang hingga terdokumentasi clearance mikologis 1, 8
  • Kegagalan terapi mungkin memerlukan perpanjangan durasi terapi atau penggantian ke antijamur alternatif 8

Pencegahan Kekambuhan

  • Skrining dan terapi semua anggota keluarga sangat penting, terutama untuk spesies antropofilik seperti Trichophyton tonsurans, karena lebih dari 50% anggota keluarga mungkin terinfeksi 1
  • Bersihkan semua fomites (sisir, sikat rambut, handuk) dengan disinfektan atau larutan natrium hipoklorit 2% 1
  • Hindari kontak kulit-ke-kulit dengan individu terinfeksi, jangan berbagi barang pribadi, tutup lesi, dan jaga area yang terkena tetap bersih dan kering 1, 8

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan menghentikan terapi terlalu dini hanya berdasarkan perbaikan klinis tanpa konfirmasi kesembuhan mikologis 8
  • Jangan mengabaikan kemungkinan infeksi bakteri sekunder pada kasus inflamasi 8
  • Jangan menggunakan griseofulvin sebagai lini pertama karena efikasi inferior 1

References

Guideline

Treatment of Tinea Corporis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Topical treatment of common superficial tinea infections.

American family physician, 2002

Research

Topical antifungal treatments for tinea cruris and tinea corporis.

The Cochrane database of systematic reviews, 2014

Research

Oral therapy of common superficial fungal infections of the skin.

Journal of the American Academy of Dermatology, 1999

Guideline

Management of Chronic Tinea Cruris

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.