Tata Laksana Tinea Corporis
Untuk tinea corporis ringan hingga sedang, gunakan terapi topikal antijamur (azole atau allylamine) selama 2-4 minggu, sedangkan untuk kasus yang luas, resisten terhadap terapi topikal, atau pada pasien immunocompromised, gunakan terapi oral dengan terbinafine 250 mg/hari selama 1-2 minggu atau itraconazole 100 mg/hari selama 15 hari. 1
Konfirmasi Diagnosis
- Diagnosis harus dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikroskopis menggunakan preparat kalium hidroksida (KOH) atau kultur untuk mengidentifikasi organisme penyebab sebelum memulai terapi 1
- Spesimen dikumpulkan menggunakan kerokan skalpel, dengan kultur pada media Sabouraud's agar jika diperlukan 2
Algoritma Pemilihan Terapi
Terapi Topikal (Lini Pertama untuk Kasus Ringan-Sedang)
- Ketoconazole 2% krim diindikasikan untuk tinea corporis yang disebabkan oleh Trichophyton rubrum, T. mentagrophytes, dan Epidermophyton floccosum 3
- Durasi terapi topikal adalah 2-4 minggu untuk tinea corporis 4, 5
- Terapi harus dilanjutkan minimal satu minggu setelah perbaikan klinis untuk mencegah kekambuhan 5
- Azole topikal (seperti clotrimazole 1%) menunjukkan angka kesembuhan mikologis 2.87 kali lebih tinggi dibanding plasebo 6
Terapi Oral (untuk Kasus Luas atau Resisten)
Pilihan berdasarkan organisme penyebab:
- Terbinafine 250 mg/hari selama 1-2 minggu - pilihan superior untuk infeksi Trichophyton tonsurans dengan angka kesembuhan mikologis tinggi 1, 7
- Itraconazole 100 mg/hari selama 15 hari - memiliki angka kesembuhan mikologis 87% (lebih superior dibanding griseofulvin yang hanya 57%) 1
- Itraconazole dapat digunakan 200 mg/hari selama 7 hari sebagai alternatif 7
Catatan penting tentang griseofulvin:
- Hindari griseofulvin sebagai lini pertama karena memerlukan durasi terapi lebih lama (2-4 minggu), kurang efektif dibanding terbinafine, dan angka kesembuhan lebih rendah 1, 4
Pertimbangan Khusus dalam Pemilihan Terapi
Kontraindikasi dan Interaksi Obat Itraconazole
- Itraconazole memiliki interaksi obat penting dengan warfarin, antihistamin tertentu, antipsikotik, midazolam, digoxin, dan simvastatin yang dapat meningkatkan toksisitas 1
- Fluconazole dapat dipertimbangkan sebagai pilihan lini ketiga, namun kurang cost-effective dibanding terbinafine 1
Kasus dengan Inflamasi
- Pada kasus dengan inflamasi signifikan, pertimbangkan agen dengan sifat anti-inflamasi inheren atau kombinasi antijamur/steroid 5
- Kombinasi azole-steroid menunjukkan angka kesembuhan klinis lebih tinggi dibanding azole tunggal (RR 0.67), namun angka kesembuhan mikologis sama 6
- Gunakan kombinasi steroid dengan hati-hati karena potensi atrofi kulit dan komplikasi terkait steroid lainnya 5
Monitoring dan Follow-up
- Endpoint definitif terapi adalah kesembuhan mikologis, bukan hanya respons klinis 1, 8
- Follow-up harus mencakup penilaian klinis dan mikologis dengan sampling mikologi berulang hingga terdokumentasi clearance mikologis 1, 8
- Kegagalan terapi mungkin memerlukan perpanjangan durasi terapi atau penggantian ke antijamur alternatif 8
Pencegahan Kekambuhan
- Skrining dan terapi semua anggota keluarga sangat penting, terutama untuk spesies antropofilik seperti Trichophyton tonsurans, karena lebih dari 50% anggota keluarga mungkin terinfeksi 1
- Bersihkan semua fomites (sisir, sikat rambut, handuk) dengan disinfektan atau larutan natrium hipoklorit 2% 1
- Hindari kontak kulit-ke-kulit dengan individu terinfeksi, jangan berbagi barang pribadi, tutup lesi, dan jaga area yang terkena tetap bersih dan kering 1, 8