Can close contacts of a newly diagnosed Hepatitis A (Hep A) patient still get vaccinated against Hepatitis A immediately?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 21, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Profilaksis Pasca-Pajanan Hepatitis A untuk Kontak Erat

Ya, anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien hepatitis A yang baru terdiagnosis dapat dan harus segera divaksinasi hepatitis A, idealnya dalam waktu 2 minggu setelah pajanan.

Rekomendasi Berdasarkan Usia

Untuk Individu Sehat Usia 12 Bulan - 40 Tahun

  • Vaksin hepatitis A dosis tunggal adalah pilihan yang diutamakan dibandingkan immunoglobulin (IG) karena memberikan perlindungan jangka panjang dan lebih mudah diberikan 1
  • Vaksin harus diberikan sesegera mungkin setelah pajanan, idealnya dalam 2 minggu 1
  • Dosis kedua harus diberikan sesuai jadwal untuk melengkapi seri vaksinasi dan memberikan imunitas jangka panjang 1

Untuk Individu Usia >40 Tahun

  • IG lebih diutamakan karena kurangnya data mengenai performa vaksin pada kelompok usia ini dan manifestasi hepatitis A yang lebih berat 1
  • Namun, vaksin dapat digunakan jika IG tidak tersedia 1
  • Keputusan harus mempertimbangkan karakteristik pasien yang berisiko manifestasi lebih berat, termasuk usia lanjut dan penyakit hati kronis 1

Kelompok yang Harus Menerima IG (Bukan Vaksin)

  • Bayi usia <12 bulan 1
  • Individu dengan imunokompromi 1
  • Pasien dengan penyakit hati kronis yang sudah terdiagnosis 1
  • Individu dengan kontraindikasi terhadap vaksin 1

Siapa yang Memerlukan Profilaksis

Kontak Personal Erat (Harus Diberikan)

  • Semua kontak rumah tangga dan kontak seksual dari pasien dengan hepatitis A yang terkonfirmasi serologis harus menerima vaksin atau IG 1
  • Individu yang berbagi penggunaan obat terlarang dengan pasien hepatitis A 1
  • Pengasuh anak yang rutin (misalnya, babysitter) 1

Konfirmasi Diagnosis Penting

  • Konfirmasi serologis dengan IgM anti-HAV pada pasien indeks direkomendasikan sebelum memberikan profilaksis pasca-pajanan pada kontak, karena hepatitis A tidak dapat didiagnosis secara andal hanya berdasarkan presentasi klinis 1
  • Skrining kontak untuk imunitas sebelum pemberian profilaksis tidak direkomendasikan karena akan menyebabkan penundaan 1

Waktu Pemberian yang Krusial

  • Efikasi vaksin atau IG ketika diberikan >2 minggu setelah pajanan belum terpastikan 1
  • Pemberian sesegera mungkin adalah kunci keberhasilan profilaksis 1
  • Satu studi menunjukkan vaksin hepatitis A memiliki efikasi protektif 79% dalam mencegah infeksi sekunder pada kontak rumah tangga 2

Pemberian Simultan Vaksin dan IG

  • Jika seseorang yang menerima IG juga memiliki indikasi vaksinasi hepatitis A untuk alasan lain, vaksin dapat diberikan bersamaan dengan IG pada lokasi injeksi anatomis yang terpisah 1
  • Ini memastikan perlindungan jangka pendek dari IG dan imunitas jangka panjang dari vaksin 1

Peringatan Penting

Kapan Profilaksis TIDAK Rutin Diindikasikan

  • Ketika kasus tunggal terjadi di sekolah dasar/menengah, kantor, atau tempat kerja lain, dan sumber infeksi berasal dari luar lingkungan tersebut 1
  • Untuk staf rumah sakit ketika pasien hepatitis A dirawat (kecuali investigasi epidemiologi menunjukkan transmisi HAV telah terjadi) 1

Pertimbangan Khusus

  • Meskipun imunogenisitas vaksin hepatitis A mungkin berkurang pada orang dewasa yang lebih tua, terutama pada kelompok usia tertua, seroproteksi serupa tercapai pada 30 hari pasca-vaksinasi 3
  • Vaksin harus diberikan sesegera mungkin dalam 14 hari setelah pajanan untuk mencapai respons imun terbaik 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.