Pertimbangan Pemberian Steroid pada Pasien dengan GBS
Steroid tidak boleh diberikan sebagai terapi tunggal pada pasien dengan Guillain-Barré Syndrome karena terbukti tidak efektif dan bahkan dapat memperburuk outcome. 1, 2
Bukti Kuat Menentang Penggunaan Steroid Tunggal
Kortikosteroid oral terbukti memperlambat pemulihan secara signifikan - studi menunjukkan pasien yang menerima kortikosteroid oral mengalami perbaikan 0,82 derajat disabilitas lebih lambat setelah 4 minggu dibandingkan tanpa kortikosteroid 3
Methylprednisolone intravena dosis tinggi (500 mg/hari selama 5 hari) tidak memberikan manfaat signifikan dalam uji klinis double-blind dengan 242 pasien - tidak ada perbedaan bermakna dalam derajat disabilitas, waktu untuk berjalan tanpa bantuan, atau durasi ventilasi 4
American Academy of Neurology secara tegas merekomendasikan untuk tidak menggunakan kortikosteroid sebagai terapi tunggal karena uji klinis acak menunjukkan tidak ada manfaat signifikan dan kortikosteroid oral bahkan dapat memberikan efek negatif pada outcome 1
Terapi Lini Pertama yang Direkomendasikan
Intravenous immunoglobulin (IVIg) adalah terapi lini pertama pilihan, bukan steroid 1, 2:
- Dosis IVIg: 0,4 g/kg/hari selama 5 hari berturut-turut 1, 2
- IVIg lebih dipilih dibanding plasma exchange karena lebih mudah diberikan, lebih tersedia luas, tingkat penyelesaian lebih tinggi, dan efek samping lebih sedikit 1, 2
- Terapi harus dimulai sesegera mungkin pada perjalanan penyakit untuk memaksimalkan efektivitas 1
Situasi Khusus: Kombinasi Steroid dengan IVIg
Meskipun steroid tunggal tidak efektif, ada kemungkinan peran steroid ketika dikombinasikan dengan IVIg dalam kondisi tertentu 5:
- Untuk GBS terkait immune checkpoint inhibitor, pertimbangkan kortikosteroid bersamaan dengan IVIg atau plasma exchange setelah menghentikan agen penyebab secara permanen 1
- Bukti klinis untuk kombinasi ini masih terbatas dan belum mapan secara definitif 5
- Kombinasi plasma exchange dan IVIg tidak direkomendasikan karena tidak lebih efektif dari terapi tunggal 6
Peringatan Penting tentang Steroid
- Hindari kortikosteroid intramuskular - efek samping yang mungkin terjadi jauh lebih serius daripada kondisi yang seharusnya diobati 7
- Diabetes mellitus secara signifikan lebih sering terjadi pada pasien yang diobati dengan kortikosteroid 3
- Jika steroid dosis tinggi telah diberikan lebih dari beberapa hari, penghentian harus dilakukan secara bertahap, bukan mendadak 8
Algoritma Keputusan Klinis
Untuk pasien GBS yang tidak dapat berjalan tanpa bantuan atau menunjukkan tanda kompromi respirasi, disfagia, atau kelemahan bulbar:
- Mulai IVIg 0,4 g/kg/hari selama 5 hari - BUKAN steroid 1, 2
- Rawat di unit dengan kemampuan transfer cepat ke ICU 1, 2
- Monitor fungsi respirasi menggunakan "20/30/40 Rule": risiko gagal napas jika kapasitas vital <20 ml/kg, tekanan inspirasi maksimal <30 cmH₂O, atau tekanan ekspirasi maksimal <40 cmH₂O 2, 6
- Hindari obat-obatan yang memperburuk fungsi neuromuskular: β-blocker, magnesium IV, fluoroquinolone, aminoglikosida, dan makrolida 1, 2
Jangan pertimbangkan steroid tunggal dalam situasi apapun untuk GBS - bukti menunjukkan tidak ada manfaat dan potensi bahaya 1, 4, 3