What is cephalgia and how is it managed?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 28, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cephalgia: Panduan untuk Presentasi Mahasiswa Koas

Definisi dan Epidemiologi

Cephalgia adalah istilah medis untuk nyeri kepala (headache), yang merupakan penyebab kedua terbesar dari years lived with disability di seluruh kelompok usia. 1

  • Lebih banyak disability-adjusted life-years disebabkan oleh cephalgia dibandingkan semua gangguan neurologis lainnya yang digabungkan 1
  • Prevalensi migrain (salah satu bentuk cephalgia primer) mencapai ~15% dalam populasi umum per tahun 1
  • Kualitas hidup pasien dengan cephalgia secara konsisten lebih rendah dibandingkan kontrol tanpa nyeri kepala 1

Klasifikasi Utama

1. Cephalgia Primer 1

Gangguan nyeri kepala tanpa patologi, trauma, atau penyakit sistemik yang jelas sebagai penyebab 2:

A. Migrain 1

  • Migrain tanpa aura: Nyeri kepala berulang dengan gejala penyerta
  • Migrain dengan aura: Memerlukan minimal 2 serangan dengan gejala sensorik reversibel yang menyebar bertahap ≥5 menit, berlangsung 5-60 menit, disertai atau diikuti nyeri kepala dalam 60 menit 3
  • Aura sensorik terjadi pada ~31% pasien migrain dengan aura, karakteristik berupa parestesia unilateral yang menyebar bertahap di wajah atau lengan 3
  • Kejang fokal atau umum terjadi pada 40% pasien migrain 1

B. Tension-Type Headache (TTH) 1, 4

  • Bentuk cephalgia primer yang paling umum
  • Nyeri kepala bilateral, menekan/mengikat, intensitas ringan-sedang

C. Trigeminal Autonomic Cephalgias (TACs) 5, 6

  • Karakteristik: nyeri kepala unilateral di distribusi trigeminal dengan gejala otonom ipsilateral (lakrimasi, injeksi konjungtiva, rhinorrhea) 5
  • Cluster headache: Serangan 15-180 menit, beberapa kali per hari, nyeri sangat berat 6, 7
  • Paroxysmal hemicrania: Durasi lebih pendek, frekuensi lebih tinggi, responsif terhadap indometasin 6
  • SUNCT/SUNA: Durasi terpendek, frekuensi tertinggi (bisa >100x/hari) 6
  • Hemicrania continua: Nyeri kontinyu, responsif terhadap indometasin 6

2. Cephalgia Sekunder 1

Nyeri kepala akibat kondisi patologis yang mendasari:

Penyebab yang Harus Disingkirkan:

  • Sinusitis: Nyeri wajah, demam, discharge telinga, dapat disertai nyeri kepala 1
  • Meningitis/Ensefalitis: Demam, kaku kuduk, penurunan kesadaran 1
  • Cerebral Venous Thrombosis (CVT): Nyeri kepala progresif (90% kasus), dapat dengan kejang (40%), defisit fokal, atau tanda peningkatan tekanan intrakranial 1
  • Subarachnoid hemorrhage: Thunderclap headache 3
  • Temporal arteritis: Onset baru setelah usia 50 tahun, nyeri region temporal 5
  • Spontaneous Intracranial Hypotension: Pola orthostatik (tidak ada/ringan saat bangun, onset dalam 2 jam setelah berdiri, >50% membaik dalam 2 jam setelah berbaring) 3

Pendekatan Diagnostik

Red Flags yang Memerlukan Investigasi Lebih Lanjut 1, 3

Jika ditemukan red flag berikut, lakukan neuroimaging (MRI lebih diutamakan) dan pertimbangkan lumbar puncture:

  • Dari anamnesis: Thunderclap headache, aura atipikal, riwayat trauma kepala 1
  • Dari pemeriksaan fisik: Demam yang tidak dapat dijelaskan, gangguan memori, gejala neurologis fokal 1
  • Onset baru setelah usia 50 tahun 3
  • Perburukan progresif 3
  • Demam, kaku kuduk, atau penurunan kesadaran 3

Langkah Diagnostik Sistematis 1

  1. Anamnesis detail menggunakan kriteria ICHD-3 1

    • Pola onset (gradual vs thunderclap)
    • Profil temporal (episodik vs kontinyu)
    • Komponen posisional
    • Gejala neurologis terkait
    • Frekuensi dan durasi serangan
  2. Pemeriksaan neurologis lengkap 3

    • Defisit fokal
    • Kaku kuduk
    • Penurunan kesadaran
    • Papilledema
  3. Gunakan alat bantu diagnostik tervalidasi 1

    • Headache diary
    • ID-Migraine questionnaire (3 item)
    • Migraine Screen Questionnaire (5 item)
  4. Neuroimaging HANYA jika dicurigai cephalgia sekunder 1

    • MRI lebih diutamakan daripada CT (resolusi lebih tinggi, tanpa radiasi ionisasi) 1
    • CT jika curiga perdarahan akut 3

Tatalaksana

Prinsip Umum 1

  • Edukasi pasien: Tujuan realistis adalah mengembalikan kontrol dari penyakit ke pasien, bukan kesembuhan total 1
  • Hindari medication overuse headache: Penggunaan obat akut >10 hari/bulan dapat menyebabkan eksaserbasi nyeri kepala 8

Tatalaksana Akut Migrain 3

Lini pertama: NSAIDs (ibuprofen, diklofenak, atau aspirin) 3

Lini kedua: Triptan (dapat dikombinasi dengan NSAIDs untuk efikasi lebih baik) 3, 8

  • Kontraindikasi triptan: Penyakit arteri koroner, Wolff-Parkinson-White syndrome, riwayat stroke/TIA, hipertensi tidak terkontrol 8
  • Efek samping: Sensasi nyeri/tekanan di dada/leher/rahang (biasanya non-kardiak), vasospasme, serotonin syndrome (terutama jika kombinasi dengan SSRI/SNRI) 8

Tatalaksana Preventif Migrain 1, 9

Pertimbangkan terapi preventif jika serangan frequent atau disabling 3

Pilihan terapi preventif baru 1:

  • CGRP monoclonal antibodies: Galcanezumab, fremanezumab, eptinezumab, erenumab
  • Gepants: Blokir CGRP receptor-binding site
  • Ditans: Blokir pelepasan CGRP melalui ikatan dengan reseptor 5-HT1F

Terapi konvensional 9:

  • Topiramate: Monitor asidosis metabolik (ukur bikarbonat serum), risiko glaukoma sudut tertutup akut, oligohidrosis/hipertermia (terutama anak), efek kognitif/neuropsikiatrik 9

Tatalaksana TACs 5

Algoritma berdasarkan subtipe:

  • Cluster headache: Oksigen/triptan akut + verapamil profilaksis 5
  • Paroxysmal hemicrania: Indometasin 5
  • Hemicrania continua: Indometasin 5
  • SUNCT/SUNA: Lamotrigine lini pertama 5

Tatalaksana Tension-Type Headache 1

  • NSAIDs untuk serangan akut 10
  • Hindari penggunaan berlebihan (>10 hari/bulan)

Pitfall yang Harus Dihindari

  1. Misdiagnosis TACs sebagai trigeminal neuralgia: Selalu cari gejala otonom yang menonjol pada TACs 5

  2. Mengabaikan pola orthostatik: Jika ada, pikirkan Spontaneous Intracranial Hypotension dan rujuk neurologi urgent (48 jam - 1 bulan tergantung keparahan) 3

  3. Memberikan triptan pada pasien dengan kontraindikasi kardiovaskular: Selalu skrining riwayat penyakit jantung, stroke, hipertensi tidak terkontrol 8

  4. Neuroimaging rutin tanpa indikasi: Dapat menemukan abnormalitas tidak signifikan (white matter lesions, kista arachnoid) yang menimbulkan kecemasan dan pemeriksaan tidak perlu 1

  5. Mengabaikan giant cell arteritis pada pasien >50 tahun dengan nyeri temporal: Memerlukan steroid urgent 5

  6. Tidak mengenali medication overuse headache: Detoksifikasi dan withdrawal obat yang overused mungkin diperlukan 8

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Primary headache disorders.

Dental clinics of North America, 2013

Guideline

Migraine with Aura Diagnosis and Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Primary Headaches.

Dental clinics of North America, 2018

Guideline

Treatment of Trigeminal Autonomic Cephalgias

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Trigeminal autonomic cephalalgias.

Oral diseases, 2016

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.