What is the recommended fluid resuscitation approach for patients with Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) experiencing shock according to World Health Organization (WHO) guidelines?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: December 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pendekatan Resusitasi Cairan untuk Dengue Hemorrhagic Fever dengan Syok

Berikan bolus awal 20 mL/kg larutan kristaloid isotonik (Ringer Laktat atau NaCl 0,9%) dalam 5-10 menit, dengan penilaian ulang segera setelah setiap bolus, dan siap untuk mengulangi hingga total 40-60 mL/kg dalam jam pertama jika syok menetap. 1

Protokol Resusitasi Awal

  • Mulai dengan kristaloid isotonik sebagai terapi lini pertama untuk semua pasien DHF dengan syok 1, 2
  • Lakukan penilaian ulang segera setelah setiap bolus untuk mengevaluasi respons klinis 1, 3
  • Jika syok berlanjut setelah bolus awal, ulangi bolus kristaloid hingga total 40-60 mL/kg dalam jam pertama sebelum meningkatkan terapi 1, 3

Penggunaan Koloid pada Kasus Berat

Untuk dengue shock syndrome berat (tekanan nadi <10 mmHg), larutan koloid dapat memberikan manfaat dengan resolusi syok yang lebih cepat dan volume total yang lebih sedikit. 1

  • Bukti kualitas sedang menunjukkan koloid mencapai resolusi syok lebih cepat (RR 1,09,95% CI 1,00-1,19) dibandingkan kristaloid saja 1, 3
  • Koloid mengurangi volume total bolus awal yang dibutuhkan (rata-rata 31,7 mL/kg versus 40,63 mL/kg untuk kristaloid) 1, 3
  • Untuk dengue shock syndrome sedang (tekanan nadi >10 dan <20 mmHg), kristaloid tetap menjadi pilihan lini pertama karena hasil klinis serupa 4
  • Alternatif koloid termasuk gelafundin atau albumin jika dekstran tidak tersedia 1, 3

Parameter Monitoring Kritis

Pantau indikator klinis perfusi jaringan yang adekuat, bukan hanya tekanan darah, karena tekanan darah saja bukan endpoint yang dapat diandalkan pada anak-anak. 1

Indikator perfusi yang adekuat meliputi: 4, 1

  • Waktu pengisian kapiler normal

  • Tidak ada mottling kulit

  • Ekstremitas hangat dan kering

  • Nadi perifer teraba baik (misalnya, nadi radial atau dorsalis pedis)

  • Kembali ke status mental baseline

  • Output urin >0,5 mL/kg/jam (dewasa) atau >1 mL/kg/jam (anak)

  • Pantau hematokrit secara ketat, karena hematokrit yang meningkat menunjukkan kebocoran plasma yang sedang berlangsung dan kebutuhan untuk resusitasi lanjutan 2

  • Pemeriksaan darah lengkap harian penting untuk melacak jumlah trombosit dan kadar hematokrit 1

Tanda Kelebihan Cairan yang Harus Diwaspadai

Hentikan resusitasi cairan segera jika hepatomegali atau ronki paru berkembang, dan beralih ke dukungan inotropik daripada melanjutkan bolus cairan. 1, 3

Tanda-tanda kelebihan cairan: 1, 3

  • Hepatomegali
  • Ronki pada pemeriksaan paru
  • Distres pernapasan

Manajemen Syok Refrakter

Jika syok menetap meskipun resusitasi cairan adekuat (40-60 mL/kg dalam jam pertama): 1, 2

  • Untuk syok dingin dengan hipotensi: Titrasi epinefrin sebagai vasopresor lini pertama 1, 3
  • Untuk syok hangat dengan hipotensi: Titrasi norepinefrin sebagai vasopresor lini pertama 1, 3
  • Target tekanan arteri rata-rata sesuai usia dan pertahankan ScvO2 >70% 1, 3
  • Jangan tunda terapi vasopresor, karena penundaan berhubungan dengan peningkatan mortalitas yang signifikan 1

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan memberikan bolus cairan IV rutin pada pasien dengan "penyakit demam berat" yang TIDAK dalam syok, karena ini meningkatkan risiko kelebihan cairan dan komplikasi pernapasan tanpa memperbaiki outcome 4, 1
  • Jangan melanjutkan resusitasi cairan agresif setelah tanda kelebihan cairan muncul—beralih ke dukungan inotropik 1, 3
  • Jangan menggunakan strategi cairan restriktif pada dengue shock syndrome yang sudah terbentuk, karena bukti kualitas sedang menunjukkan tidak ada manfaat survival dan dapat memperburuk outcome 1, 3
  • Jangan gagal mengenali fase kritis (biasanya hari 3-7 penyakit) ketika kebocoran plasma dapat dengan cepat berkembang menjadi syok 1, 3
  • Jangan menunda resusitasi cairan pada pasien dengan dengue shock syndrome, karena setelah hipotensi terjadi, kolaps kardiovaskular dapat dengan cepat menyusul 1
  • Hindari aspirin dan NSAID karena meningkatkan risiko perdarahan 1

Manajemen Pasca-Resusitasi

  • Setelah reversi syok awal, pengeluaran cairan mungkin diperlukan 1
  • Bukti menunjukkan bahwa manajemen syok agresif yang diikuti dengan pengeluaran cairan yang bijaksana menurunkan mortalitas ICU pediatrik dari 16,6% menjadi 6,3% 1, 2
  • Pertimbangkan continuous renal replacement therapy (CRRT) jika kelebihan cairan >10% berkembang, karena outcome lebih baik ketika CRRT dimulai lebih awal 1

Hidrasi Oral untuk Pasien Tanpa Syok

  • Hidrasi oral sesuai untuk pasien tanpa tanda syok 1
  • Target asupan cairan sekitar 2.500-3.000 mL harian, yang terbukti mengurangi tingkat rawat inap 1, 2
  • Gunakan cairan yang tersedia secara lokal, termasuk air, larutan rehidrasi oral, bubur berbasis sereal, sup, dan air beras 1, 2
  • Hindari minuman ringan karena osmolalitas tinggi 1, 2

References

Guideline

Dengue Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Dengue Fluid Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Hypernatremia in Dengue Shock Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.