Terapi Steroid pada Acute Liver Failure dengan SGOT 6000
Rekomendasi Utama
Steroid TIDAK direkomendasikan untuk acute liver failure (ALF) secara umum, KECUALI jika penyebabnya adalah hepatitis autoimun yang terbukti melalui biopsi hati. 1, 2
Algoritma Penggunaan Steroid pada ALF
1. Identifikasi Etiologi Terlebih Dahulu
Sebelum mempertimbangkan steroid, lakukan evaluasi etiologi segera: 1, 2
- Kadar asetaminofen serum - penyebab tersering ALF
- Serologi hepatitis (IgM anti-HAV, HBsAg, anti-HBc IgM)
- Autoantibodi (ANA, ASMA, IgG) jika dicurigai autoimun
- Ceruloplasmin dan copper serum/urin jika usia <40 tahun (Wilson disease)
- USG Doppler hepar untuk menyingkirkan Budd-Chiari
- Riwayat obat-obatan termasuk herbal dan suplemen
2. Indikasi SPESIFIK untuk Steroid
Steroid HANYA diberikan pada hepatitis autoimun: 1, 2
- Biopsi hati harus dilakukan (via transjugular) untuk konfirmasi diagnosis
- Temuan histopatologi: nekrosis hepatik berat dengan interface hepatitis, infiltrasi sel plasma, dan rosette hepatosit
- Dosis: Prednison 40-60 mg/hari 1, 2
- Penting: Pasien tetap harus didaftarkan untuk transplantasi hati meskipun sedang mendapat steroid 1, 2
3. Kontraindikasi Steroid
Steroid TIDAK boleh diberikan pada: 1, 3
- ALF akibat asetaminofen
- ALF akibat hepatitis virus (A, B, E)
- ALF akibat obat-obatan lain (non-autoimun)
- ALF etiologi tidak diketahui (indeterminate)
- Pasien dengan MELD score >40 - steroid justru menurunkan survival (30% vs 57%, P=0.03) 3
- Pasien dengan koma grade 4 - survival sangat rendah (2.2%) 4
Bukti Ilmiah yang Bertentangan
Bukti MENENTANG Penggunaan Steroid
Studi multisenter terbesar (361 pasien, 1998-2007) menunjukkan: 3
- Steroid TIDAK meningkatkan overall survival (61% vs 66%, P=0.41)
- Steroid TIDAK meningkatkan spontaneous survival pada analisis multivariat
- Steroid MENURUNKAN survival pada pasien dengan MELD >40 (30% vs 57%, P=0.03)
- Tidak ada manfaat pada ALF drug-induced, indeterminate, atau bahkan autoimun
Bukti MENDUKUNG Penggunaan Steroid (Studi Lebih Kecil)
Satu studi retrospektif China (238 pasien, 2000-2012) menunjukkan: 4
- Steroid meningkatkan spontaneous survival (38.2% vs 20.2%, P=0.011)
- Manfaat terbesar pada pasien dengan ALT ≥30× batas atas normal, koma grade <4, MELD <35 (65.0% vs 17.4%, P=0.002)
- Efektif jika diberikan dalam 2 minggu onset gejala
NAMUN, studi ini memiliki kualitas lebih rendah dan bertentangan dengan guideline internasional. 3
Peringatan Penting
Risiko Steroid pada ALF
- Steroid dapat menyebabkan ALF - dilaporkan kasus ALF akibat betametason dengan AST 18,000 U/L 5
- Meningkatkan risiko infeksi - 60-80% pasien ALF mengalami infeksi bakterial 1
- Memperburuk prognosis pada pasien dengan penyakit berat (MELD >40) 3
Manajemen Suportif yang Lebih Penting
Fokus pada terapi suportif intensif: 1, 2
- Monitor glukosa setiap 2 jam - hipoglikemia sering terjadi
- Pertahankan natrium serum 140-145 mmol/L untuk mencegah edema serebral
- Antibiotik empiris spektrum luas jika ada tanda sepsis atau ensefalopati memburuk
- Hindari koreksi koagulasi rutin - hanya untuk perdarahan aktif atau prosedur invasif
- Continuous renal replacement therapy jika perlu dialisis
- Profilaksis stress ulcer dengan H2 blocker atau PPI
- Nutrisi enteral dini dengan protein moderat (~60 gram/hari)
Kesimpulan Praktis untuk Kasus SGOT 6000
- Segera rawat ICU dengan monitoring ketat
- Tentukan etiologi - jangan berikan steroid sebelum diagnosis pasti
- Jika bukan hepatitis autoimun terbukti biopsi → JANGAN berikan steroid
- Jika hepatitis autoimun terbukti → Berikan prednison 40-60 mg/hari DAN daftarkan untuk transplantasi
- Fokus pada terapi suportif yang terbukti menyelamatkan nyawa
- Hubungi pusat transplantasi segera - window untuk transplantasi sangat sempit