What are the treatment options for a patient experiencing lower back pain?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 3, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Nyeri Pinggang

Untuk nyeri pinggang, mulai dengan tetap aktif dan gunakan parasetamol atau obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen sebagai pilihan obat lini pertama. 1, 2

Pendekatan Awal Non-Obat (Wajib untuk Semua Pasien)

  • Tetap aktif dan lanjutkan aktivitas normal dalam batas yang ditoleransi nyeri - ini adalah rekomendasi terkuat dengan bukti kualitas sedang 1, 3
  • Hindari tirah baring total karena terbukti meningkatkan disabilitas dan memperburuk hasil pengobatan 2, 3
  • Gunakan kompres hangat (heating pad) untuk mengurangi nyeri jangka pendek pada nyeri akut 2, 3
  • Berikan edukasi bahwa 90% episode nyeri pinggang membaik dalam 6 minggu tanpa memandang jenis pengobatan 3, 4

Pilihan Obat Lini Pertama

Untuk sebagian besar pasien, pilihan obat pertama adalah: 1, 2

  • Parasetamol (asetaminofen): hingga 3000-4000 mg per hari untuk nyeri ringan hingga sedang 2, 3

    • Profil keamanan lebih baik tetapi sedikit kurang efektif dibanding NSAID 3
  • NSAID (seperti ibuprofen atau naproxen): jika parasetamol tidak cukup atau untuk nyeri sedang hingga berat 1, 2, 5

    • Bukti kualitas sedang menunjukkan efektivitas lebih baik untuk nyeri pinggang 5, 6

Terapi Non-Farmakologi (Jika Tidak Membaik dengan Perawatan Mandiri)

Untuk nyeri akut (kurang dari 4 minggu): 1

  • Manipulasi spinal (bukti kualitas rendah) 1

Untuk nyeri subakut atau kronik (lebih dari 4 minggu): 1, 2

  • Terapi latihan fisik (bukti kualitas sedang) 2
  • Rehabilitasi interdisipliner intensif (bukti kualitas sedang) 2
  • Akupunktur (bukti kualitas rendah hingga sedang) 1, 2
  • Terapi pijat (bukti kualitas rendah) 1
  • Yoga atau tai chi (bukti kualitas rendah) 2
  • Terapi kognitif-perilaku (bukti kualitas rendah) 2

Obat Lini Kedua (Jika Nyeri Menetap/Kronik)

Jika respons tidak adekuat terhadap terapi non-farmakologi dan NSAID/parasetamol: 2, 7

  • Duloxetine 30-60 mg per hari: untuk komponen neuropatik dan inflamasi, terutama jika ada depresi komorbid 7

    • Mulai 30 mg selama 1 minggu, kemudian tingkatkan ke 60 mg 7
    • Pantau efek samping: mual, mulut kering, peningkatan tekanan darah 7
  • Antidepresan trisiklik (amitriptyline) 10-25 mg sebelum tidur, titrasi hingga 75-150 mg untuk nyeri kronik, terutama jika ada gangguan tidur 7, 5

  • Gabapentin 1200-3600 mg per hari dalam dosis terbagi untuk radikulopati 7

    • Periksa fungsi ginjal sebelum meningkatkan dosis 7

Obat Tambahan Jangka Pendek (Hanya untuk Flare Akut)

  • Pelemas otot (cyclobenzaprine) 5-10 mg sebelum tidur: maksimal 1-2 minggu saja 7
    • Bukti terkuat di antara pelemas otot untuk nyeri jangka pendek 7
    • Jangan gunakan lebih dari 2 minggu karena tidak ada bukti efektivitas untuk nyeri kronik dan risiko sedasi, jatuh, dan gangguan kognitif meningkat 7

Obat yang HARUS DIHINDARI

  • Kortikosteroid sistemik: tidak lebih baik dari plasebo 7, 3
  • Benzodiazepine: tidak efektif untuk radikulopati dan berisiko tinggi penyalahgunaan 7
  • Opioid: hanya sebagai pilihan terakhir setelah semua opsi lain gagal, karena bukti terbatas untuk efek jangka pendek yang sederhana dan risiko signifikan termasuk mual, konstipasi, somnolen, dan perilaku penyalahgunaan obat 7, 5

Kapan Perlu Evaluasi Lebih Lanjut atau Rujukan

Tanda bahaya (red flags) yang memerlukan pencitraan segera (MRI atau CT): 1, 2

  • Defisit neurologis berat atau progresif (kelemahan, mati rasa, kehilangan kontrol buang air besar/kecil) 2, 3
  • Riwayat kanker, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, demam 2
  • Trauma signifikan, riwayat osteoporosis 2

Rujuk ke spesialis jika: 2, 7

  • Tidak ada respons terhadap terapi non-invasif standar setelah minimal 3 bulan 2
  • Defisit neurologis progresif atau disabilitas fungsional persisten meskipun terapi konservatif komprehensif 2
  • Tidak ada perbaikan bermakna setelah 4-6 minggu terapi farmakologi optimal 7

Evaluasi Ulang dan Pemantauan

  • Nilai ulang intensitas nyeri dan status fungsional pada 2-4 minggu setelah memulai pengobatan menggunakan skala 0-10 7
  • Untuk pasien dengan gejala persisten setelah 1 bulan, lakukan evaluasi ulang 2
  • Pertimbangkan pencitraan jika gejala menetap lebih dari 4-6 minggu meskipun manajemen konservatif 2

Perangkap Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan lakukan pencitraan rutin (rontgen, MRI, CT) untuk nyeri pinggang nonspesifik tanpa tanda bahaya 2, 3
  • Jangan meresepkan tirah baring berkepanjangan 2
  • Jangan terlalu bergantung pada opioid untuk manajemen nyeri 2
  • Nilai dan tangani faktor psikososial (depresi, kecemasan, ketidakpuasan kerja, keyakinan penghindaran rasa takut) yang memprediksi nyeri punggung kronis yang melumpuhkan 1, 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Emergency Department Evaluation and Management of Low Back Pain

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Management of Low Back Pain

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Mechanical Low Back Pain.

American family physician, 2018

Guideline

Next-Step Treatment for Chronic Back Pain with Sciatica Refractory to Current Therapy

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.