Pengobatan Nyeri Pinggang
Untuk nyeri pinggang, mulai dengan tetap aktif dan gunakan parasetamol atau obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen sebagai pilihan obat lini pertama. 1, 2
Pendekatan Awal Non-Obat (Wajib untuk Semua Pasien)
- Tetap aktif dan lanjutkan aktivitas normal dalam batas yang ditoleransi nyeri - ini adalah rekomendasi terkuat dengan bukti kualitas sedang 1, 3
- Hindari tirah baring total karena terbukti meningkatkan disabilitas dan memperburuk hasil pengobatan 2, 3
- Gunakan kompres hangat (heating pad) untuk mengurangi nyeri jangka pendek pada nyeri akut 2, 3
- Berikan edukasi bahwa 90% episode nyeri pinggang membaik dalam 6 minggu tanpa memandang jenis pengobatan 3, 4
Pilihan Obat Lini Pertama
Untuk sebagian besar pasien, pilihan obat pertama adalah: 1, 2
Parasetamol (asetaminofen): hingga 3000-4000 mg per hari untuk nyeri ringan hingga sedang 2, 3
- Profil keamanan lebih baik tetapi sedikit kurang efektif dibanding NSAID 3
NSAID (seperti ibuprofen atau naproxen): jika parasetamol tidak cukup atau untuk nyeri sedang hingga berat 1, 2, 5
Terapi Non-Farmakologi (Jika Tidak Membaik dengan Perawatan Mandiri)
Untuk nyeri akut (kurang dari 4 minggu): 1
- Manipulasi spinal (bukti kualitas rendah) 1
Untuk nyeri subakut atau kronik (lebih dari 4 minggu): 1, 2
- Terapi latihan fisik (bukti kualitas sedang) 2
- Rehabilitasi interdisipliner intensif (bukti kualitas sedang) 2
- Akupunktur (bukti kualitas rendah hingga sedang) 1, 2
- Terapi pijat (bukti kualitas rendah) 1
- Yoga atau tai chi (bukti kualitas rendah) 2
- Terapi kognitif-perilaku (bukti kualitas rendah) 2
Obat Lini Kedua (Jika Nyeri Menetap/Kronik)
Jika respons tidak adekuat terhadap terapi non-farmakologi dan NSAID/parasetamol: 2, 7
Duloxetine 30-60 mg per hari: untuk komponen neuropatik dan inflamasi, terutama jika ada depresi komorbid 7
Antidepresan trisiklik (amitriptyline) 10-25 mg sebelum tidur, titrasi hingga 75-150 mg untuk nyeri kronik, terutama jika ada gangguan tidur 7, 5
Gabapentin 1200-3600 mg per hari dalam dosis terbagi untuk radikulopati 7
- Periksa fungsi ginjal sebelum meningkatkan dosis 7
Obat Tambahan Jangka Pendek (Hanya untuk Flare Akut)
- Pelemas otot (cyclobenzaprine) 5-10 mg sebelum tidur: maksimal 1-2 minggu saja 7
Obat yang HARUS DIHINDARI
- Kortikosteroid sistemik: tidak lebih baik dari plasebo 7, 3
- Benzodiazepine: tidak efektif untuk radikulopati dan berisiko tinggi penyalahgunaan 7
- Opioid: hanya sebagai pilihan terakhir setelah semua opsi lain gagal, karena bukti terbatas untuk efek jangka pendek yang sederhana dan risiko signifikan termasuk mual, konstipasi, somnolen, dan perilaku penyalahgunaan obat 7, 5
Kapan Perlu Evaluasi Lebih Lanjut atau Rujukan
Tanda bahaya (red flags) yang memerlukan pencitraan segera (MRI atau CT): 1, 2
- Defisit neurologis berat atau progresif (kelemahan, mati rasa, kehilangan kontrol buang air besar/kecil) 2, 3
- Riwayat kanker, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, demam 2
- Trauma signifikan, riwayat osteoporosis 2
- Tidak ada respons terhadap terapi non-invasif standar setelah minimal 3 bulan 2
- Defisit neurologis progresif atau disabilitas fungsional persisten meskipun terapi konservatif komprehensif 2
- Tidak ada perbaikan bermakna setelah 4-6 minggu terapi farmakologi optimal 7
Evaluasi Ulang dan Pemantauan
- Nilai ulang intensitas nyeri dan status fungsional pada 2-4 minggu setelah memulai pengobatan menggunakan skala 0-10 7
- Untuk pasien dengan gejala persisten setelah 1 bulan, lakukan evaluasi ulang 2
- Pertimbangkan pencitraan jika gejala menetap lebih dari 4-6 minggu meskipun manajemen konservatif 2
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan lakukan pencitraan rutin (rontgen, MRI, CT) untuk nyeri pinggang nonspesifik tanpa tanda bahaya 2, 3
- Jangan meresepkan tirah baring berkepanjangan 2
- Jangan terlalu bergantung pada opioid untuk manajemen nyeri 2
- Nilai dan tangani faktor psikososial (depresi, kecemasan, ketidakpuasan kerja, keyakinan penghindaran rasa takut) yang memprediksi nyeri punggung kronis yang melumpuhkan 1, 3