Usia yang Disarankan untuk Pemeriksaan Penglihatan Anak
Anak harus menjalani skrining penglihatan sejak periode neonatal dan berlanjut di setiap kunjungan well-child, dengan pemeriksaan mata komprehensif pertama direkomendasikan antara usia 3-5 tahun, idealnya sebelum usia 5 tahun. 1, 2
Jadwal Skrining Berdasarkan Usia
Periode Neonatal hingga 6 Bulan
- Pemeriksaan mata harus dimulai sejak bayi baru lahir, menggunakan inspeksi dan tes red reflex untuk mendeteksi kelainan struktural okular seperti katarak, opasitas kornea, dan ptosis sebelum pulang dari rumah sakit 2, 3
- Penyedia layanan kesehatan primer harus melakukan skrining penglihatan pada bayi baru lahir dan bayi di bawah 6 bulan, termasuk tes red reflex, inspeksi eksternal struktur okular dan periokular, pemeriksaan pupil, dan penilaian perilaku fiksasi dan mengikuti objek 1
- Pada usia 6 bulan, anak harus memiliki alignment binocular yang normal 1, 2
Usia 12 Bulan hingga 3 Tahun
- Skrining berbasis instrumen (photoscreening atau autorefraction) harus dicoba pertama kali antara usia 12 bulan hingga 3 tahun, dan dapat ditawarkan pada kunjungan well-child di usia 12 bulan, 24 bulan, dan 3-5 tahun 2, 3
- Skrining berbasis instrumen sangat berharga untuk mendeteksi faktor risiko ambliopia pada usia 1 tahun karena tes ini cepat, non-invasif, dan memerlukan kerja sama minimal dari anak 1, 2
- Pemeriksaan harus mencakup penilaian penglihatan, riwayat okular, inspeksi mata dan kelopak mata eksternal, evaluasi motilitas okular, pemeriksaan pupil, dan pemeriksaan red reflex 2
Usia 3-5 Tahun
- Banyak anak usia 3 tahun dapat berpartisipasi dalam skrining ketajaman visual subjektif, tetapi pengujian ketajaman visual monokular yang akurat lebih berhasil pada anak usia 4 tahun 1
- Setelah usia 4 tahun, pengujian ketajaman visual menjadi metode skrining penglihatan yang disukai 1, 4
- Pengujian ketajaman visual harus dilakukan menggunakan huruf HOTV atau simbol LEA SYMBOLS, dengan setiap mata diuji secara terpisah dan mata yang tidak diuji ditutup dengan patch adhesif atau tape untuk mencegah mengintip 5, 6
- Anak yang gagal skrining ketajaman visual harus dirujuk untuk pemeriksaan mata komprehensif setelah kegagalan skrining pertama 5, 6
Indikasi Rujukan untuk Pemeriksaan Komprehensif
Anak harus dirujuk untuk pemeriksaan mata komprehensif jika: 1
- Gagal skrining penglihatan
- Tidak dapat diuji (untestable)
- Memiliki keluhan penglihatan atau menunjukkan perilaku visual yang abnormal
- Berisiko mengalami masalah mata
Faktor Risiko Tinggi yang Memerlukan Pemeriksaan Komprehensif
Anak dengan kondisi medis tertentu atau riwayat keluarga berisiko lebih tinggi dan memerlukan pemeriksaan komprehensif 1:
- Kondisi medis: Down syndrome, prematuritas, juvenile idiopathic arthritis, neurofibromatosis
- Riwayat keluarga: ambliopia, strabismus, retinoblastoma, katarak kongenital, glaukoma kongenital
- Kondisi lain: ketidakmampuan belajar, keterlambatan perkembangan, disabilitas intelektual, kondisi neuropsikologis, atau masalah perilaku
Peringatan Penting
Kesalahan yang Harus Dihindari
- Jangan menggunakan huruf Snellen untuk pengujian ketajaman visual pada anak usia 5 tahun, karena huruf individual tidak memiliki legibilitas yang sama; gunakan HOTV atau LEA SYMBOLS 6
- Jangan melakukan skrining ulang berkali-kali - rujuk untuk pemeriksaan komprehensif setelah kegagalan skrining pertama 5, 6
- Pastikan oklusi mata yang tepat selama pengujian ketajaman visual untuk mencegah mengintip, yang dapat menghasilkan hasil false-negative 6
Pentingnya Deteksi Dini
- Efikasi pengobatan untuk ambliopia menurun secara bertahap setelah usia 3 tahun dan menjadi tidak efektif pada usia 12 tahun, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan permanen 5, 6
- Misalignment persisten setelah 6 bulan adalah abnormal dan memerlukan evaluasi, karena dapat mengindikasikan strabismus yang dapat menyebabkan ambliopia 2
- Kontak mata yang buruk setelah 8 minggu memerlukan evaluasi tambahan 2
Anak yang Tidak Kooperatif
- Anak yang gagal menyelesaikan penilaian ketajaman visual subjektif dianggap untestable dan setidaknya dua kali lebih mungkin memiliki gangguan penglihatan 1
- Anak yang untestable harus di-skrining ulang dalam 6 bulan (lebih cepat jika memungkinkan) atau dirujuk untuk pemeriksaan mata komprehensif 1
- Untuk anak yang tidak kooperatif, skrining berbasis instrumen dapat ditawarkan sebagai alternatif, meskipun tidak superior pada anak yang kooperatif 5, 6