Perjalanan Penyakit Hepatitis A dari Prodromal sampai Convalescence
Masa Inkubasi
Hepatitis A memiliki masa inkubasi rata-rata 28 hari (rentang: 15-50 hari) sebelum gejala klinis muncul. 1, 2
Fase Prodromal (Preikterik)
Fase prodromal berlangsung 1-7 hari dan ditandai dengan gejala nonspesifik yang mendahului ikterus. 1, 2
- Gejala awal meliputi demam, malaise, anoreksia, mual, muntah, dan ketidaknyamanan abdomen 1
- Urin berwarna gelap sering menjadi gejala pertama yang membuat pasien mencari pertolongan medis 1, 2
- Periode infektivitas puncak terjadi selama 2 minggu sebelum onset ikterus atau peningkatan enzim hati, ketika konsentrasi virus dalam tinja paling tinggi 1, 2
Fase Ikterik
Dalam beberapa hari setelah onset bilirubin dalam urin, feses menjadi berwarna seperti tanah liat dan sklera, kulit, serta membran mukosa menjadi ikterik. 2
- Ikterus terjadi pada >70% pasien dewasa dan anak yang lebih besar, tetapi hanya pada <10% anak berusia <6 tahun 1, 2
- Hepatomegali dengan nyeri tekan ringan hingga sedang biasanya terdeteksi 3
- Kadar ALT dan AST serum meningkat cepat selama periode prodromal, mencapai puncak, kemudian menurun sekitar 75% per minggu 3
- Kadar bilirubin serum mencapai puncak lebih lambat dan menurun lebih lambat dibanding aminotransferase 3
- Periode ikterus berlangsung <2 minggu pada sekitar 85% kasus 3
- Konsentrasi virus dalam tinja menurun setelah ikterus muncul 1, 2
Fase Convalescence (Pemulihan)
Hampir semua pasien dewasa dengan penyakit yang tampak klinis mengalami pemulihan klinis lengkap dengan normalisasi bilirubin dan aminotransferase serum dalam 6 bulan. 3
- Gejala dan tanda klinis biasanya berlangsung <2 bulan 1
- Pemulihan lengkap adalah aturan—hepatitis kronis tidak pernah terjadi pada hepatitis A 2, 4
- IgM anti-HAV dapat terdeteksi 5-10 hari sebelum onset gejala dan biasanya menurun hingga tidak terdeteksi dalam <6 bulan setelah infeksi 1, 2
- IgG anti-HAV muncul awal dalam perjalanan infeksi, tetap terdeteksi seumur hidup, dan memberikan perlindungan seumur hidup 1
Manifestasi Atipikal yang Perlu Diwaspadai
Hepatitis Kolestatik Berkepanjangan
Sekitar 10-15% pasien mengalami penyakit yang berkepanjangan atau kambuh hingga 6 bulan. 1, 2, 4, 5
- Ditandai dengan pruritus, demam, diare, dan penurunan berat badan 5
- Kadar bilirubin serum >10 mg/dL dan perjalanan klinis berlangsung minimal 12 minggu 5
- Kolestatik akan sembuh spontan, meskipun kortikosteroid dapat mempercepat resolusi tetapi dapat mempredisposisi kekambuhan 4, 5
Hepatitis Kambuh (Relapsing)
Bentuk bifasik atau kambuh terjadi pada 6-10% kasus, dengan sekitar 20% dari pasien ini mengalami kekambuhan multipel. 4, 5, 6
- Episode awal berlangsung 3-5 minggu diikuti periode remisi dengan enzim hati normal selama 4-5 minggu 5, 6
- Kekambuhan dapat meniru episode awal hepatitis akut 5, 6
- Durasi penuh penyakit berkisar 16-40 minggu dari onset 5
- IgM anti-HAV tetap ada sepanjang perjalanan klinis 5, 6
- Virus hepatitis A dapat terdeteksi dalam tinja selama kekambuhan 2, 4, 5
Hepatitis Fulminan
Hepatitis fulminan jarang terjadi tetapi lebih sering pada orang berusia >50 tahun (case fatality rate mencapai 1,8%) dan pasien dengan penyakit hati kronis. 1, 2, 4
Pertimbangan Khusus Berdasarkan Usia
Pada anak <6 tahun, >90% infeksi hepatitis A bersifat asimtomatik; ketika gejala terjadi, biasanya tidak disertai ikterus. 1, 2
- Anak dapat mengeluarkan virus lebih lama daripada orang dewasa, hingga 10 minggu setelah onset penyakit klinis 1, 2, 4
- Bayi yang terinfeksi sebagai neonatus dapat mengeluarkan virus hingga 6 bulan 1, 2
- Pada dewasa dan anak yang lebih besar, infeksi biasanya simtomatik dengan ikterus terjadi pada >70% pasien 1, 2
Diagnosis Konfirmasi
Hepatitis A tidak dapat dibedakan dari jenis hepatitis virus lainnya berdasarkan gambaran klinis saja—diperlukan pemeriksaan serologis untuk mendeteksi antibodi IgM terhadap virus hepatitis A (IgM anti-HAV) untuk mengonfirmasi infeksi akut. 1, 2, 4