Perjalanan Penyakit Hepatitis dari Prodromal sampai Convalescence
Hepatitis A: Perjalanan Klinis yang Khas dengan Empat Fase
Hepatitis A menunjukkan perjalanan penyakit yang paling klasik dengan empat fase yang jelas: inkubasi (rata-rata 28 hari), prodromal (onset mendadak demam dan malaise), ikterik (jaundice pada >70% dewasa), dan pemulihan (resolusi lengkap pada mayoritas pasien). 1
Fase Inkubasi
- Periode rata-rata 28-30 hari (rentang 15-50 hari) dengan replikasi virus intensif tanpa gejala klinis 1, 2
- Virus bereplikasi di jaringan limfatik yang berdekatan, diikuti viremia primer 3
Fase Prodromal (Preikterik)
- Onset mendadak dengan demam, fatigue, kehilangan nafsu makan, mual, nyeri tumpul di hipokondrium kanan, muntah, dan diare 1, 3, 2
- ALT dan AST meningkat cepat selama periode prodromal, mencapai puncak (>10 kali batas atas normal) 2, 4
- Fase ini berlangsung beberapa hari hingga satu minggu sebelum jaundice muncul 2
Fase Ikterik
- Urin gelap muncul diikuti jaundice pada kulit dan mukosa, dengan feses berwarna pucat 3, 2
- Hepatomegali dengan nyeri tekan ringan hingga sedang biasanya terdeteksi 2
- Bilirubin serum mencapai puncak lebih lambat dibanding aminotransferase dan menurun lebih lambat 2
- Periode jaundice berlangsung <2 minggu pada sekitar 85% kasus 2
Fase Convalescence (Pemulihan)
- Durasi total gejala biasanya <2 bulan dengan resolusi lengkap pada mayoritas kasus 1
- Hampir semua pasien dewasa mengalami pemulihan klinis lengkap dengan normalisasi bilirubin dan aminotransferase dalam 6 bulan 2
- Penting: Hepatitis A tidak pernah menjadi kronis dan tidak menunjukkan progresi berbasis fase seperti hepatitis B 1
Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
- Penyakit berkepanjangan atau relaps terjadi pada 10-15% pasien simptomatik, dengan durasi hingga 6 bulan 1
- Hepatitis fulminan jarang terjadi (0,3-0,6%), dengan risiko lebih tinggi pada usia >50 tahun dan penyakit hati kronik 1
Hepatitis B: Perjalanan Berbasis Fase yang Kompleks
Hepatitis B kronik memiliki perjalanan penyakit yang sangat berbeda, terdiri dari 5 fase imunologis yang dapat berlangsung bertahun-tahun hingga dekade, bukan fase klinis akut yang sederhana. 5, 6
Fase 1: HBeAg-Positif dengan Toleransi Imun
- HBV DNA sangat tinggi dengan ALT normal 5, 6
- Nekroinflamasi hati minimal atau tidak ada meskipun viral load tinggi 6
- Fase ini lebih sering dan berkepanjangan pada infeksi perinatal, dapat berlangsung hingga dewasa muda 5
Fase 2: Hepatitis B Kronik HBeAg-Positif
- HBeAg positif, HBV DNA tinggi, ALT meningkat 5, 6
- Nekroinflamasi hati sedang hingga berat dengan progresi fibrosis yang dipercepat 5, 6
- Fase ini dapat berlangsung 10-20 tahun dan menyebabkan sirosis 7
Fase 3: Infeksi HBV Kronik HBeAg-Negatif (Inactive Carrier)
- Anti-HBe positif, HBV DNA rendah atau tidak terdeteksi (<2.000 IU/ml), ALT normal 5, 6
- Aktivitas nekroinflamasi hepatik minimal dengan fibrosis rendah 5, 6
- Risiko rendah progresi ke sirosis atau HCC jika tetap di fase ini 5
- HBsAg loss spontan dapat terjadi pada 1-3% kasus per tahun 5
Fase 4: Hepatitis B Kronik HBeAg-Negatif
- HBeAg negatif, anti-HBe positif, HBV DNA sedang hingga tinggi, ALT meningkat 5, 6
- Histologi hati menunjukkan nekroinflamasi dan fibrosis 5
- Varian HBV di region precore/basal core promoter yang menghambat ekspresi HBeAg 5
- Tingkat remisi spontan rendah 5
Fase 5: HBsAg-Negatif (Occult HBV Infection)
- HBsAg negatif, anti-HBc positif, dengan atau tanpa anti-HBs 5, 6
- ALT normal, HBV DNA serum biasanya tidak terdeteksi 5
- HBV DNA (cccDNA) masih dapat terdeteksi di hati 5
- Risiko reaktivasi dengan imunosupresi 5
Faktor Prognostik Penting
- Insidensi kumulatif 5 tahun sirosis: 8-20% pada pasien hepatitis B kronik yang tidak diobati 5
- Risiko kumulatif 5 tahun dekompensasi hepatik: 20% pada pasien dengan sirosis 5
- Risiko tahunan HCC pada sirosis: 2-5% 5
Hepatitis C: Perjalanan Kontinu Tanpa Fase Imunologis
Hepatitis C kronik tidak memiliki fase imunologis yang jelas seperti hepatitis B, melainkan merupakan proses infeksi persisten yang kontinu dengan progresi variabel dari hepatitis kronik ringan hingga sirosis dan HCC. 8
Fase Akut
- Periode inkubasi rata-rata 7 minggu (rentang 4-20 minggu) 5, 4
- Hanya 10-33% pasien yang simptomatik dengan jaundice 5, 4
- Aminotransferase meningkat >10 kali lipat, kemudian menurun saat gejala membaik 4
- Anti-HCV biasanya muncul saat onset gejala 4
- HCV RNA muncul dini selama inkubasi, meningkat dan memuncak saat gejala 4
Transisi ke Kronisitas
- 85% pasien dengan infeksi HCV akut berkembang menjadi infeksi kronik 5, 4
- Pemulihan spontan hanya 12-29% pada kasus post-transfusi, 29-52% pada kasus non-transfusi 5
- Faktor yang terkait pemulihan spontan: hepatitis dengan jaundice, perempuan, viral load rendah, genotipe 3 5
Fase Kronik
- Mayoritas (60-80%) pasien tidak bergejala 5
- Gejala jika ada: malaise, fatigue, ketidaknyamanan abdomen, mual, nyeri otot 5, 4
- 60-70% pasien menunjukkan peningkatan ALT yang persisten atau intermiten 5
- HCV RNA tetap terdeteksi di serum 4
Progresi Penyakit
- 15-56% hepatitis kronik berkembang menjadi sirosis dalam 20-25 tahun 5
- Median waktu dari infeksi ke sirosis: sekitar 30 tahun (rentang 13-42 tahun) 5
- Pada sirosis kompensata: survival 5 tahun >90%, survival 10 tahun 80% 5
- Risiko tahunan HCC pada sirosis: 1-4,9% 5
- Risiko tahunan dekompensasi pada sirosis: 3-6% 5
Faktor yang Mempercepat Progresi
- Usia saat infeksi ≥40 tahun, jenis kelamin laki-laki 5
- Konsumsi alkohol harian ≥50 gram 5
- Koinfeksi HBV atau HIV 5
- Resistensi insulin, obesitas, fatty liver 5
- Viral load tinggi, genotipe 1 (terutama 1b), keragaman genetik virus 5
Perbedaan Kunci Antar Jenis Hepatitis
Hepatitis A
- Perjalanan akut klasik dengan 4 fase yang jelas 1, 3, 2
- Tidak pernah menjadi kronik 1
- Pemulihan lengkap pada hampir semua kasus 1, 2
Hepatitis B
- Perjalanan berbasis 5 fase imunologis yang dapat berlangsung dekade 5, 6
- Transisi antar fase ditentukan oleh respons imun host 7
- Monitoring HBeAg, HBV DNA, dan ALT setiap 3-6 bulan esensial untuk menentukan fase 6