Acetylcysteine 5g IV Tidak Direkomendasikan untuk Asma Berat
Acetylcysteine IV tidak boleh diberikan pada pasien dengan asma berat karena dapat memicu bronkospasme yang mengancam jiwa, dan tidak ada bukti yang mendukung manfaatnya dalam pengelolaan eksaserbasi asma akut. 1
Peringatan Kritis dari FDA
Label FDA untuk acetylcysteine secara eksplisit menyatakan bahwa pasien asma yang diobati dengan acetylcysteine harus dipantau dengan sangat hati-hati, karena bronkospasme yang diinduksi acetylcysteine dapat terjadi secara tidak terduga bahkan pada pasien dengan bronkitis asmatik 1. Jika bronkospasme berkembang, obat harus segera dihentikan 1.
Efek Samping yang Dilaporkan
- Acetylcysteine dapat menyebabkan chest tightness dan bronkospasme sebagai efek samping 1
- Efek samping lain termasuk mual, muntah, demam, dan drowsiness 1
- Bronkospasme yang diinduksi acetylcysteine terjadi secara tidak dapat diprediksi bahkan pada pasien dengan asma 1
Bukti Penelitian Menunjukkan Tidak Ada Manfaat
Studi terkontrol plasebo tahun 2010 pada 50 pasien dengan eksaserbasi asma menunjukkan bahwa penambahan N-acetylcysteine oral 600 mg dua kali sehari ke pengobatan standar tidak memberikan perbaikan signifikan pada wheezing, batuk, dyspnea, sputum, atau PEFR pagi hari setelah 5 hari 2. Ini adalah bukti terkuat dan paling relevan yang menunjukkan tidak ada manfaat klinis.
Terapi yang Direkomendasikan untuk Asma Berat
Pedoman British Thoracic Society secara jelas menguraikan pengelolaan yang tepat untuk asma berat, yang tidak termasuk acetylcysteine 3, 4:
Terapi Lini Pertama (Segera)
- Beta-agonis dosis tinggi: Salbutamol 5 mg atau terbutaline 10 mg nebulisasi dengan oksigen 3, 4
- Kortikosteroid sistemik dosis tinggi: Prednisolone 30-60 mg oral ATAU hydrocortisone 200 mg IV, atau keduanya 3, 4
- Oksigen: Untuk mempertahankan saturasi >92% 4
Jika Ada Fitur Mengancam Jiwa
- Tambahkan ipratropium 0.5 mg nebulisasi ke beta-agonis 3, 4
- Berikan aminophylline IV 250 mg selama 20 menit ATAU salbutamol/terbutaline 250 µg IV selama 10 menit 3
- Jangan berikan aminophylline bolus pada pasien yang sudah mengonsumsi theophylline oral 3
Fitur Mengancam Jiwa yang Memerlukan Perawatan Intensif
- PEF <33% dari prediksi atau nilai terbaik 3, 5
- Silent chest, sianosis, atau upaya pernapasan yang lemah 3, 5
- Bradikardia atau hipotensi 3, 5
- Kelelahan, kebingungan, atau koma 3, 5
- PaCO2 normal atau tinggi (5-6 kPa atau lebih) pada pasien asma yang sesak 3
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan berikan sedasi - ini dikontraindikasikan secara absolut 3, 5
- Jangan berikan antibiotik kecuali ada bukti infeksi bakteri 3
- Jangan gunakan fisioterapi perkusi - ini tidak perlu 3
- Jangan meremehkan keparahan eksaserbasi 4, 5
- Jangan menunda pemberian kortikosteroid sistemik 4, 5
Konteks Khusus: Penggunaan Acetylcysteine yang Sangat Terbatas
Acetylcysteine hanya memiliki peran yang sangat terbatas dalam asma - yaitu selama bronkoskopi dan lavage untuk menghilangkan sumbatan mukus yang masif pada status asthmaticus yang refrakter, dan ini harus dilakukan dengan bronkodilator bersamaan dan hanya oleh tim medis-bedah yang berpengalaman 6, 7. Ini bukan terapi standar dan tidak boleh digunakan secara rutin 6.