Pemberian Asetilsistein pada Pasien PPOK
Asetilsistein oral dosis tinggi (600 mg dua kali sehari) direkomendasikan untuk pasien PPOK sedang hingga berat yang memiliki riwayat dua atau lebih eksaserbasi dalam 2 tahun terakhir, terutama jika masih mengalami eksaserbasi meskipun sudah mendapat terapi bronkodilator pemeliharaan dan kortikosteroid inhalasi. 1
Indikasi Spesifik
Kriteria pasien yang paling mendapat manfaat:
- PPOK sedang hingga berat dengan FEV1 30-79% prediksi 2
- Riwayat ≥2 eksaserbasi per tahun dalam 2 tahun terakhir 1
- Sudah mendapat terapi optimal dengan bronkodilator pemeliharaan dan kortikosteroid inhalasi namun masih mengalami eksaserbasi berulang 1, 2
- Karakteristik bronkitis kronik dengan sekret kental dan sulit dikeluarkan 3
Dosis dan Regimen
Dosis tinggi lebih efektif dibanding dosis rendah:
- Dosis yang direkomendasikan: 600 mg dua kali sehari (1200 mg/hari) untuk efikasi maksimal 2, 4, 5
- Dosis rendah (600 mg/hari) menunjukkan efikasi yang tidak konsisten dan lebih rendah 4, 6
- Terapi jangka panjang (1-3 tahun) diperlukan karena manfaat terakumulasi seiring waktu 2
Mekanisme dan Manfaat Klinis
Asetilsistein bekerja melalui dua mekanisme utama:
- Efek mukolitik: Memecah ikatan disulfida dalam mukoprotein, mengurangi viskositas sekret dan mempermudah pembersihan dari saluran trakeobronkial 2, 3
- Efek antioksidan dan antiinflamasi: Sebagai prekursor glutation, melindungi paru dari stres oksidatif dan mengurangi inflamasi 2, 5, 7
Manfaat yang terbukti:
- Mengurangi frekuensi eksaserbasi: Dosis tinggi menurunkan risiko relatif eksaserbasi sebesar 22% (RR 0.78) 2, 4
- Mengurangi proporsi pasien dengan eksaserbasi: RR 0.76 untuk dosis tinggi 4
- Mengurangi hospitalisasi: Dari 18.1% menjadi 14.1% (NNT = 25) 2
- Memperbaiki marker inflamasi: Normalisasi CRP pada 90% pasien dengan dosis 1200 mg/hari vs 19% pada plasebo 5
- Mengurangi IL-8 dan memperbaiki gejala batuk serta kesulitan ekspektorasi 5, 8
Profil Keamanan
Asetilsistein memiliki profil keamanan yang sangat baik:
- Risiko efek samping rendah dengan efek gastrointestinal ringan yang jarang terjadi 1, 2
- Toksisitas rendah bahkan ketika dikombinasikan dengan terapi lain 2
- Dapat ditoleransi dengan baik untuk penggunaan jangka panjang 2, 8
Peringatan dan Pertimbangan Penting
Keterbatasan yang perlu diketahui:
- Tidak memperbaiki fungsi paru (FEV1): Asetilsistein tidak menunjukkan perbaikan signifikan pada parameter spirometri 2, 4, 6
- Tidak menurunkan mortalitas: Belum terbukti berdampak pada angka kematian penyakit respirasi 2
- Tidak memperbaiki kualitas hidup secara signifikan dalam meta-analisis 2
- Lebih efektif pada PPOK sedang (GOLD II) dibanding PPOK berat (GOLD III) 2
Peringatan praktis:
- Pasien mungkin mencium bau yang tidak menyenangkan pada awal penggunaan, namun ini akan segera tidak terasa 3
- Jika menggunakan masker wajah untuk nebulisasi, dapat terjadi lengket pada wajah yang mudah dibersihkan dengan air 3
- Larutan yang sudah dibuka dapat berubah warna menjadi ungu muda akibat reaksi kimia, namun ini tidak mempengaruhi keamanan atau efektivitas mukolitik 3
Algoritma Penggunaan
Langkah-langkah pemberian asetilsistein:
- Identifikasi pasien yang tepat: PPOK sedang-berat dengan ≥2 eksaserbasi/tahun meskipun sudah terapi optimal 1, 2
- Mulai dengan dosis tinggi: 600 mg dua kali sehari per oral 2, 4, 5
- Lanjutkan terapi jangka panjang: Minimal 6 bulan hingga 1-3 tahun 2, 6
- Monitor respons klinis: Frekuensi eksaserbasi, gejala batuk, dan kemudahan ekspektorasi 5, 8
- Pertimbangkan penghentian jika tidak ada perbaikan setelah 6 bulan atau jika terjadi efek samping yang tidak dapat ditoleransi 2
Posisi dalam Terapi PPOK
Asetilsistein sebagai terapi tambahan: