What are the considerations for administering acetylcysteine to a patient with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pemberian Asetilsistein pada Pasien PPOK

Asetilsistein oral dosis tinggi (600 mg dua kali sehari) direkomendasikan untuk pasien PPOK sedang hingga berat yang memiliki riwayat dua atau lebih eksaserbasi dalam 2 tahun terakhir, terutama jika masih mengalami eksaserbasi meskipun sudah mendapat terapi bronkodilator pemeliharaan dan kortikosteroid inhalasi. 1

Indikasi Spesifik

Kriteria pasien yang paling mendapat manfaat:

  • PPOK sedang hingga berat dengan FEV1 30-79% prediksi 2
  • Riwayat ≥2 eksaserbasi per tahun dalam 2 tahun terakhir 1
  • Sudah mendapat terapi optimal dengan bronkodilator pemeliharaan dan kortikosteroid inhalasi namun masih mengalami eksaserbasi berulang 1, 2
  • Karakteristik bronkitis kronik dengan sekret kental dan sulit dikeluarkan 3

Dosis dan Regimen

Dosis tinggi lebih efektif dibanding dosis rendah:

  • Dosis yang direkomendasikan: 600 mg dua kali sehari (1200 mg/hari) untuk efikasi maksimal 2, 4, 5
  • Dosis rendah (600 mg/hari) menunjukkan efikasi yang tidak konsisten dan lebih rendah 4, 6
  • Terapi jangka panjang (1-3 tahun) diperlukan karena manfaat terakumulasi seiring waktu 2

Mekanisme dan Manfaat Klinis

Asetilsistein bekerja melalui dua mekanisme utama:

  • Efek mukolitik: Memecah ikatan disulfida dalam mukoprotein, mengurangi viskositas sekret dan mempermudah pembersihan dari saluran trakeobronkial 2, 3
  • Efek antioksidan dan antiinflamasi: Sebagai prekursor glutation, melindungi paru dari stres oksidatif dan mengurangi inflamasi 2, 5, 7

Manfaat yang terbukti:

  • Mengurangi frekuensi eksaserbasi: Dosis tinggi menurunkan risiko relatif eksaserbasi sebesar 22% (RR 0.78) 2, 4
  • Mengurangi proporsi pasien dengan eksaserbasi: RR 0.76 untuk dosis tinggi 4
  • Mengurangi hospitalisasi: Dari 18.1% menjadi 14.1% (NNT = 25) 2
  • Memperbaiki marker inflamasi: Normalisasi CRP pada 90% pasien dengan dosis 1200 mg/hari vs 19% pada plasebo 5
  • Mengurangi IL-8 dan memperbaiki gejala batuk serta kesulitan ekspektorasi 5, 8

Profil Keamanan

Asetilsistein memiliki profil keamanan yang sangat baik:

  • Risiko efek samping rendah dengan efek gastrointestinal ringan yang jarang terjadi 1, 2
  • Toksisitas rendah bahkan ketika dikombinasikan dengan terapi lain 2
  • Dapat ditoleransi dengan baik untuk penggunaan jangka panjang 2, 8

Peringatan dan Pertimbangan Penting

Keterbatasan yang perlu diketahui:

  • Tidak memperbaiki fungsi paru (FEV1): Asetilsistein tidak menunjukkan perbaikan signifikan pada parameter spirometri 2, 4, 6
  • Tidak menurunkan mortalitas: Belum terbukti berdampak pada angka kematian penyakit respirasi 2
  • Tidak memperbaiki kualitas hidup secara signifikan dalam meta-analisis 2
  • Lebih efektif pada PPOK sedang (GOLD II) dibanding PPOK berat (GOLD III) 2

Peringatan praktis:

  • Pasien mungkin mencium bau yang tidak menyenangkan pada awal penggunaan, namun ini akan segera tidak terasa 3
  • Jika menggunakan masker wajah untuk nebulisasi, dapat terjadi lengket pada wajah yang mudah dibersihkan dengan air 3
  • Larutan yang sudah dibuka dapat berubah warna menjadi ungu muda akibat reaksi kimia, namun ini tidak mempengaruhi keamanan atau efektivitas mukolitik 3

Algoritma Penggunaan

Langkah-langkah pemberian asetilsistein:

  1. Identifikasi pasien yang tepat: PPOK sedang-berat dengan ≥2 eksaserbasi/tahun meskipun sudah terapi optimal 1, 2
  2. Mulai dengan dosis tinggi: 600 mg dua kali sehari per oral 2, 4, 5
  3. Lanjutkan terapi jangka panjang: Minimal 6 bulan hingga 1-3 tahun 2, 6
  4. Monitor respons klinis: Frekuensi eksaserbasi, gejala batuk, dan kemudahan ekspektorasi 5, 8
  5. Pertimbangkan penghentian jika tidak ada perbaikan setelah 6 bulan atau jika terjadi efek samping yang tidak dapat ditoleransi 2

Posisi dalam Terapi PPOK

Asetilsistein sebagai terapi tambahan:

  • Diberikan setelah optimalisasi terapi inhalasi (bronkodilator dan kortikosteroid) 1, 2
  • Merupakan pilihan lini kedua untuk pencegahan eksaserbasi pada pasien yang masih mengalami eksaserbasi berulang 1, 2
  • Dapat dipertimbangkan sebagai alternatif atau tambahan pada roflumilast atau teofilin 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.