Tratmen Ulkus Mooren
Pendekatan Bertahap Berdasarkan Keparahan Penyakit
Mulai dengan kortikosteroid topikal sebagai terapi lini pertama, kemudian tingkatkan secara bertahap ke imunosupresi sistemik berdasarkan respons dan keparahan penyakit, dengan pembedahan sebagai pilihan terakhir hanya untuk kasus yang mengancam perforasi. 1
Terapi Lini Pertama: Kortikosteroid Topikal
- Gunakan prednisolone acetate 1% sebagai monoterapi untuk ulkus Mooren ringan hingga sedang 1
- Tingkat resolusi penyakit mencapai 76% dengan kortikosteroid topikal saja pada kasus yang tidak terlalu berat 1
- Respons terhadap terapi topikal biasanya lebih baik pada ulkus unilateral dibandingkan bilateral 2
Terapi Lini Kedua: Kortikosteroid Sistemik
- Tambahkan prednisolone oral 1-1.5 mg/kg/hari jika kortikosteroid topikal gagal 1
- Tingkat resolusi mencapai 86% dengan penambahan steroid oral 1
- Pertimbangkan methylprednisolone intravena pulsed 1 g untuk kasus yang lebih agresif (tingkat resolusi 71.4%) 1
Terapi Lini Ketiga: Imunosupresan Sistemik
- Gunakan methotrexate oral 7.5-12.5 mg/minggu untuk kasus yang tidak responsif terhadap steroid 1
- Tingkat resolusi dengan methotrexate mencapai 78.5% 1
- Pertimbangkan cyclosporine sistemik untuk kasus berat atau bilateral 3
- Cyclophosphamide pulsed 1 g intravena dapat dikombinasikan dengan methylprednisolone untuk kasus yang sangat agresif (tingkat resolusi 73.3%) 1
Pembedahan: Pilihan Terakhir
- Eksisi konjungtiva dapat dilakukan jika terapi medis gagal, dengan tingkat kesembuhan yang baik terutama pada ulkus unilateral 2
- Delapan dari sembilan ulkus unilateral sembuh dengan kombinasi kortikosteroid topikal dan eksisi konjungtiva 2
- Hindari pembedahan kecuali ada risiko perforasi dan idealnya setelah inflamasi terkontrol 3
Pertimbangan Penting Berdasarkan Tipe Ulkus
Ulkus Unilateral
- Prognosis lebih baik dengan tingkat kesembuhan 89% menggunakan kortikosteroid topikal dan eksisi konjungtiva 2
- Respons terhadap terapi konvensional umumnya lebih baik 2
Ulkus Bilateral Simultan
- Kondisi yang jauh lebih berat dan destruktif 2
- Hanya 10 dari 22 kasus (45%) yang merespons terhadap kortikosteroid topikal, eksisi konjungtiva, dan imunosupresi 2
- Memerlukan imunosupresi sistemik agresif sejak awal 1
Komplikasi yang Harus Diwaspadai
- Infeksi sekunder adalah komplikasi paling umum dari terapi imunosupresif 1
- Perforasi kornea dapat terjadi pada kasus yang gagal terapi dan memerlukan transplantasi kornea 1
- Keratoplasty penetrans sering gagal pada Mooren's ulcer aktif 3
- Boston keratoprosthesis dapat dipertimbangkan setelah kegagalan keratoplasty berulang, namun memiliki risiko komplikasi tinggi termasuk tekanan intraokular tinggi dan nekrosis kornea 3
Peringatan Penting
- Jangan tunda imunosupresi sistemik pada kasus bilateral atau agresif - pendekatan agresif sejak awal meningkatkan kontrol penyakit 1
- Hindari pembedahan pada fase inflamasi aktif karena risiko kegagalan tinggi 3
- Monitor ketat untuk infeksi sekunder selama terapi imunosupresif 1
- Tidak ada bukti RCT yang tersedia untuk memandu terapi, sehingga keputusan berdasarkan studi observasional dan pengalaman klinis 4