Penyebab Ulkus Mooren
Ulkus Mooren adalah ulserasi kornea perifer yang idiopatik dengan etiologi yang tidak diketahui, namun bukti terkini menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan proses autoimun yang diarahkan terhadap molekul target spesifik di stroma kornea. 1, 2
Mekanisme Patogenesis
Meskipun penyebab pasti ulkus Mooren tetap tidak pasti, penelitian terbaru mengindikasikan beberapa mekanisme yang mendasari:
- Proses autoimun merupakan mekanisme utama yang diduga bertanggung jawab, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang molekul target spesifik dalam stroma kornea 2
- Defisiensi sel T supresor telah ditemukan pada pasien dengan ulkus Mooren bilateral, yang menjelaskan defisit dalam mekanisme imunoregulasi dan mendukung etiologi autoimun 3
- Proses autoimun ini kemungkinan dipicu pada individu yang secara genetik rentan oleh berbagai faktor pencetus yang mungkin 2
Asosiasi yang Dilaporkan
Beberapa penelitian telah mengidentifikasi kemungkinan asosiasi, meskipun hubungan kausal belum terbukti:
- Virus hepatitis C telah dilaporkan memiliki kemungkinan asosiasi dengan ulkus Mooren dalam beberapa kasus 1
- Trauma atau paparan kimia dapat menjadi faktor pencetus pada beberapa pasien, seperti yang dilaporkan pada kasus di mana pembersih kulit preoperatif tidak sengaja terpercik ke mata 1
Karakteristik Penting untuk Diagnosis
Ulkus Mooren hanya dapat didiagnosis setelah menyingkirkan penyebab infeksi atau sistemik lainnya 1, 4:
- Diagnosis memerlukan pengujian medis dan laboratorium yang ekstensif untuk menyingkirkan penyebab infeksi atau gangguan sistemik yang dapat menyebabkan destruksi kornea progresif 1, 2
- Kondisi ini harus dibedakan dari kelainan kornea lainnya seperti degenerasi Terrien dan keratitis ulseratif perifer yang terkait dengan penyakit sistemik 1
- Ulkus Mooren secara ketat adalah keratitis ulseratif perifer (PUK) tanpa skleritis terkait dan terjadi sepenuhnya tanpa adanya gangguan sistemik yang dapat didiagnosis 2
Pertimbangan Klinis Penting
- Penyakit ini lebih jarang terjadi di belahan bumi utara tetapi lebih umum di Afrika selatan dan tengah, Tiongkok, dan anak benua India 5
- Tanpa pengobatan, kerusakan progresif dan degenerasi kornea dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen 4
- Respons terhadap intervensi medis dan bedah biasanya buruk, dan hasil visual dapat sangat buruk 1