Dosis Antibiotik untuk Kolangitis
Untuk pasien kolangitis yang tidak kritis dan imunokompeten dengan kontrol sumber yang adekuat, berikan Amoxicillin/Clavulanate 2g/0.2g setiap 8 jam selama 4 hari setelah drainase bilier berhasil. 1
Pemilihan Antibiotik Berdasarkan Tingkat Keparahan
Pasien Tidak Kritis dan Imunokompeten
- Amoxicillin/Clavulanate 2g/0.2g setiap 8 jam 1
- Jika alergi beta-laktam terdokumentasi:
Pasien Kritis atau Imunokompromais
- Piperacillin/tazobactam 6g/0.75g dosis awal, kemudian 4g/0.5g setiap 6 jam atau 16g/2g infus kontinu 1
- Jika alergi beta-laktam: Eravacycline 1 mg/kg setiap 12 jam 1
Pasien dengan Kontrol Sumber Tidak Adekuat atau Risiko Tinggi ESBL
Pasien dengan Syok Septik
Pilih salah satu dari:
- Meropenem 1g setiap 6 jam dengan infus diperpanjang atau infus kontinu 1
- Doripenem 500 mg setiap 8 jam dengan infus diperpanjang atau infus kontinu 1
- Imipenem/cilastatin 500 mg setiap 6 jam dengan infus diperpanjang 1
- Eravacycline 1 mg/kg setiap 12 jam 1
Pada kasus syok septik, pertimbangkan menambahkan amikacin untuk meningkatkan cakupan gram-negatif 2
Durasi Terapi
Durasi terapi bergantung pada status imun dan tingkat keparahan penyakit:
- 4 hari untuk pasien imunokompeten dan tidak kritis jika kontrol sumber adekuat 1, 3
- Hingga 7 hari untuk pasien imunokompromais atau kritis berdasarkan kondisi klinis dan indeks inflamasi 1
- Pasien dengan tanda infeksi persisten atau penyakit sistemik setelah 7 hari terapi antibiotik memerlukan investigasi diagnostik lebih lanjut 1
Studi terbaru menunjukkan bahwa durasi pendek (4 hari) tidak inferior dibandingkan durasi konvensional (8 hari) dalam hal kesembuhan klinis dan rekurensi kolangitis 3
Pertimbangan Khusus
Pasien dengan Instrumentasi Bilier Sebelumnya
- Gunakan sefalosporin generasi keempat untuk pasien dengan riwayat stenting, ENBD, atau PTBD 2
Pasien Imunokompromais atau Diagnosis Tertunda
Pasien dengan Anastomosis Bilier-Enterik
- Tambahkan cakupan anaerobik dengan metronidazole 2
Infeksi Terkait Layanan Kesehatan
- Pertimbangkan cakupan Enterococcus faecalis dengan ampicillin, piperacillin-tazobactam, atau vancomycin 2
- Untuk pasien dengan kolonisasi MRSA atau paparan antibiotik signifikan sebelumnya, tambahkan vancomycin 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menunda drainase bilier pada kolangitis berat - antibiotik saja tidak cukup tanpa mengatasi obstruksi yang mendasari 2
- Jangan memberikan antibiotik tanpa memastikan drainase bilier - antibiotik tidak akan mensterilkan saluran bilier dengan adanya obstruksi 2
- Jangan lupa memberikan cakupan anaerobik pada pasien dengan anastomosis bilier-enterik 2
- Jangan abaikan kemungkinan infeksi jamur (Candida) pada pasien imunokompromais atau dengan obstruksi bilier berkepanjangan 2
Waktu Pemberian
- Pada pasien dengan sepsis berat atau syok, antibiotik spektrum luas harus dimulai dalam 1 jam sejak onset tanda dan gejala 1, 2
- Pada pasien tanpa syok, periode penundaan 6 jam dapat ditoleransi untuk pengambilan sampel radiologis dan bakteriologis sebelum memulai terapi antibiotik parenteral 1
Penyesuaian Terapi
- Sesuaikan terapi berdasarkan hasil kultur empedu dan darah 1
- Pertimbangkan pola resistensi lokal saat memilih antibiotik empiris 2
- Untuk pasien dengan kolangitis rekuren karena penyakit intrahepatik kompleks, antibiotik profilaksis jangka panjang (misalnya co-trimoxazole) kadang diperlukan, tetapi harus dibatasi karena kekhawatiran resistensi 2