Manajemen Pasien Pediatrik dengan Kecurigaan Infeksi Clostridioides difficile
Untuk pasien pediatrik dengan diare hijau, riwayat penggunaan cefadroxil, dan leukositosis 33.000, hentikan segera antibiotik penyebab dan mulai vankomisin oral 10 mg/kg/dosis 4 kali sehari (maksimal 125 mg per dosis) selama 10 hari setelah konfirmasi diagnosis CDI. 1
Langkah Diagnostik
Konfirmasi diagnosis harus dilakukan sebelum memulai terapi spesifik:
- Lakukan pemeriksaan tinja untuk toksin C. difficile hanya jika pasien memiliki diare signifikan (≥3 tinja cair dalam 24 jam) tanpa penyebab alternatif yang jelas 1
- Gunakan nucleic acid amplification test (NAAT) sebagai tes diagnostik standar karena sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi, atau algoritma dua langkah dimulai dengan toxin-EIA 1
- Hindari penggunaan EIA untuk toksin A/B saja karena sensitivitas yang rendah, meskipun cepat dan murah 1
- Leukositosis >15.000 sel/mL merupakan indikator CDI berat pada anak 1
Peringatan penting: Jangan melakukan tes pada tinja yang berbentuk padat karena dapat menghasilkan hasil positif palsu pada pasien yang terkolonisasi asimtomatik 1
Klasifikasi Keparahan dan Terapi
CDI Berat (seperti kasus ini dengan leukositosis 33.000)
Kriteria CDI berat pada anak:
- Leukositosis (WBC >15.000 sel/mL) ATAU
- Peningkatan kreatinin serum sesuai usia 1
Terapi yang direkomendasikan:
- Vankomisin oral 10 mg/kg/dosis 4 kali sehari (maksimal 500 mg per dosis) selama 10 hari 1
- Ini adalah rekomendasi kuat dengan kualitas bukti sedang untuk episode pertama CDI berat pada anak 1
CDI Fulminan (jika ada hipotensi, syok, ileus, atau megakolon)
- Vankomisin oral atau rektal 10 mg/kg/dosis 4 kali sehari (maksimal 500 mg per dosis) 1
- Pertimbangkan menambahkan metronidazol intravena 10 mg/kg/dosis 3 kali sehari (maksimal 500 mg per dosis) 1
Prinsip Manajemen Esensial
Langkah pertama dan terpenting:
- Hentikan segera cefadroxil atau antibiotik penyebab lainnya jika memungkinkan secara klinis 1, 2, 3
- Penghentian antibiotik penyebab secara signifikan mengurangi risiko rekurensi 2, 3
Durasi terapi standar:
- 10 hari untuk semua regimen 1, 2
- Pertimbangkan perpanjangan hingga 14 hari jika respons terhadap pengobatan tertunda 2
Kontraindikasi penting:
- Jangan gunakan obat antiperistaltik (loperamide, diphenoxylate) atau opiat karena memperburuk outcome dan meningkatkan komplikasi 3
- Hindari penggunaan agen ini pada semua pasien CDI 3
Pertimbangan Khusus untuk Kasus Ini
Dengan leukositosis 33.000 (sangat tinggi):
- Ini mengindikasikan CDI berat dan memerlukan terapi agresif dengan vankomisin 1
- Monitor fungsi ginjal selama dan setelah terapi, terutama karena leukositosis yang sangat tinggi dapat mengindikasikan penyakit yang lebih berat 1
- Evaluasi tanda-tanda CDI fulminan (hipotensi, ileus, megakolon) yang mungkin memerlukan penambahan metronidazol intravena 1
Riwayat penggunaan cefadroxil:
- Sefalosporin adalah salah satu antibiotik yang paling sering menyebabkan CDI 4, 5
- Penghentian segera sangat penting untuk keberhasilan terapi 2, 3
Tinja berwarna hijau:
- Warna hijau dapat disebabkan oleh transit usus yang cepat atau perubahan flora usus akibat antibiotik 4
- Bukan merupakan kontraindikasi untuk tes CDI jika ada diare signifikan 1
Alternatif Terapi untuk CDI Non-Berat
Jika setelah konfirmasi diagnosis ternyata CDI tidak berat (leukositosis <15.000 dan fungsi ginjal normal):
- Metronidazol oral 7,5 mg/kg/dosis 3-4 kali sehari (maksimal 500 mg per dosis) selama 10 hari ATAU
- Vankomisin oral 10 mg/kg/dosis 4 kali sehari (maksimal 125 mg per dosis) selama 10 hari 1
Namun, dengan leukositosis 33.000 pada kasus ini, vankomisin adalah pilihan yang jelas.
Manajemen Rekurensi (jika terjadi)
Untuk rekurensi pertama:
- Gunakan metronidazol atau vankomisin dengan dosis yang sama seperti episode awal untuk CDI non-berat 1
Untuk rekurensi kedua atau lebih:
- Regimen vankomisin extended (taper dan pulsed): vankomisin 10 mg/kg (maksimal 125 mg) 4 kali sehari selama 10-14 hari, kemudian 2 kali sehari selama seminggu, kemudian sekali sehari selama seminggu, kemudian setiap 2-3 hari selama 2-8 minggu 1
- Pertimbangkan transplantasi mikrobiota fekal untuk pasien dengan rekurensi multipel yang gagal dengan terapi antibiotik standar 1
Monitoring dan Follow-up
- Evaluasi respons klinis dalam 3 hari setelah memulai terapi 4, 5
- Median waktu resolusi diare adalah 4-5 hari pada pasien yang diobati dengan vankomisin 6
- Pasien anak mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk merespons terapi 6
- Jangan menghentikan atau beralih ke terapi alternatif secara prematur 6
- Monitor fungsi ginjal selama dan setelah terapi, terutama pada kasus dengan leukositosis tinggi 6