Diare Hijau Gelap dan Infeksi C. difficile
Ya, diare berwarna hijau gelap dengan leukositosis signifikan pada pasien yang baru menggunakan cefadroxil sangat mencurigakan untuk infeksi C. difficile dan harus segera dilakukan pemeriksaan toksin C. difficile. 1
Mengapa Ini Sangat Mencurigakan untuk C. difficile?
Faktor Risiko Kuat yang Ada
- Penggunaan antibiotik cefadroxil adalah faktor risiko terkuat untuk infeksi C. difficile, dengan sepertiga pasien yang terkolonisasi akan mengalami infeksi simptomatik dalam 2 minggu setelah terapi antibiotik 1, 2
- Cefadroxil, sebagai antibiotik spektrum luas, mengubah flora normal kolon dan memungkinkan pertumbuhan C. difficile yang memproduksi toksin 3
- Leukositosis yang signifikan adalah penanda penting infeksi C. difficile dan dapat menjadi prediktor awal penyakit berat 1, 4, 5
Tentang Warna Hijau Gelap pada Feses
- Warna hijau gelap pada diare bukan merupakan tanda spesifik untuk C. difficile 1
- Warna feses dapat bervariasi pada infeksi C. difficile dan lebih dipengaruhi oleh kecepatan transit usus, empedu yang tidak terkonjugasi, dan makanan 6
- Yang lebih penting adalah konsistensi feses (cair/tidak berbentuk) dan frekuensinya, bukan warnanya 1
Kriteria Diagnostik yang Harus Dipenuhi
Indikasi untuk Testing C. difficile
- ≥3 buang air besar cair dalam 24 jam tanpa penjelasan alternatif yang jelas 1, 2
- Riwayat penggunaan antibiotik dalam 4-6 minggu terakhir 1, 7
- Leukositosis yang signifikan (terutama ≥15.000 sel/mm³) 1, 5
- Nyeri atau kram perut 1, 6
Peringatan Penting tentang Leukositosis
- Leukositosis dapat muncul dalam tiga pola: bersamaan dengan diare, mendahului diare sebagai tanda peringatan, atau memburuknya leukositosis yang sudah ada 5
- Leukositosis ≥30.000 sel/mm³ bahkan tanpa nyeri perut atau diare yang jelas harus sangat dicurigai sebagai C. difficile 1
- Leukositosis yang nyata sering mendahului hipotensi dan merupakan prediktor penyakit berat 4
Algoritma Pemeriksaan yang Direkomendasikan
Langkah Diagnostik
- Kirim sampel feses cair untuk pemeriksaan toksin C. difficile menggunakan algoritma dua langkah: skrining GDH diikuti pemeriksaan toksin, atau NAAT diikuti konfirmasi toksin 2
- Jangan mengirim feses yang berbentuk karena dapat menghasilkan hasil positif palsu dari kolonisasi asimptomatik 1
- Pemeriksaan toksin EIA tunggal saja tidak direkomendasikan karena sensitivitas tidak cukup 2
Kontraindikasi Mutlak
- JANGAN BERIKAN loperamide atau obat antiperistaltik lainnya - ini dapat memperburuk penyakit, menutupi gejala, dan memicu megakolon toksik 2
- Mekanismenya adalah memperlambat transit usus sehingga toksin C. difficile terperangkap di dinding kolon, menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih dalam 2
Manajemen Sambil Menunggu Hasil
Tindakan Segera
- Hentikan cefadroxil jika secara klinis memungkinkan, karena antibiotik yang berlanjut secara signifikan meningkatkan risiko rekurensi 2
- Jika manajemen simptomatik diperlukan, gunakan opioid atau octreotide sebagai alternatif agen antimotilitas tradisional untuk menghindari komplikasi katastrofik 2
Kontrol Infeksi
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir - sanitizer berbasis alkohol TIDAK menginaktivasi spora C. difficile 1, 2
- Penghilangan mekanis spora melalui friksi dan air mengalir adalah satu-satunya metode kebersihan tangan yang efektif 2
Jika Hasil Positif untuk C. difficile
- Vankomisin oral 125 mg empat kali sehari selama 10 hari adalah terapi lini pertama untuk episode awal, dengan tingkat keberhasilan klinis sekitar 81% 2
- Metronidazol oral atau intravena juga efektif sebagai alternatif 4, 8, 7
- Gejala biasanya membaik dalam 3 hari setelah memulai terapi 8
Tanda Bahaya yang Memerlukan Evaluasi Bedah Segera
- Hipotensi atau kebutuhan vasopresor 4
- Leukositosis sangat tinggi (>30.000 sel/mm³) dengan perburukan klinis 1, 4
- Tanda ileus atau distensi abdomen berat 1, 6
- Bising usus yang menurun atau hilang (dapat mengindikasikan ileus atau megakolon toksik) 6
Kesimpulannya: Kombinasi penggunaan cefadroxil baru-baru ini, diare cair (terlepas dari warnanya), dan leukositosis signifikan sangat mencurigakan untuk C. difficile dan memerlukan pemeriksaan toksin segera sambil menghindari agen antimotilitas. 1, 2, 5