Efek IVIG pada Transverse Myelitis Onset Minggu ke-3
IVIG pada minggu ke-3 onset transverse myelitis kemungkinan besar tidak akan memberikan manfaat yang signifikan karena jendela terapi optimal telah terlewati—terapi imunomodulasi harus dimulai dalam 5 hari pertama setelah inisiasi steroid untuk hasil terbaik. 1
Jendela Terapi Kritis yang Telah Terlewati
Waktu pemberian adalah faktor prognostik paling penting dalam transverse myelitis:
- American College of Rheumatology menekankan bahwa keterlambatan lebih dari 2 minggu dikaitkan dengan defisit neurologis yang lebih berat. 1
- IVIG (2 g/kg dibagi dalam 5 hari) atau plasmaferesis harus ditambahkan dalam 5 hari pertama setelah inisiasi terapi steroid, terutama pada kasus berat. 1
- Respons neurologis biasanya terjadi dalam beberapa hari hingga 3 minggu setelah pemberian terapi yang tepat waktu. 1
Implikasi Klinis pada Minggu ke-3
Pada minggu ke-3, pasien berada di luar jendela terapi optimal:
- Protokol standar merekomendasikan methylprednisolone dosis tinggi intravena segera sebagai terapi awal, dengan IVIG atau plasmaferesis ditambahkan dalam 5 hari pertama. 1
- Keterlambatan hingga minggu ke-3 menempatkan pasien pada risiko tinggi untuk defisit neurologis permanen yang lebih berat. 1
Pertimbangan untuk Kasus Refrakter atau Relaps
Meskipun melewati jendela optimal, IVIG masih dapat dipertimbangkan dalam situasi spesifik:
- Mayoritas pasien (3 dari 4) yang mengalami relaps atau kondisi refrakter memerlukan eskalasi imunomodulasi dengan induksi IVIG atau plasmaferesis. 1
- Relaps sering terjadi (50-60%) selama tapering dosis kortikosteroid, menekankan kebutuhan untuk terapi imunosupresif pemeliharaan. 1
- Pada kasus ICI-induced transverse myelitis, mayoritas pasien (3/4) relaps atau refrakter meskipun mendapat glukokortikoid dosis tinggi, memerlukan eskalasi dengan IVIG atau plasmaferesis. 2
Faktor Prognostik yang Mempengaruhi Keputusan
Evaluasi tingkat keparahan penyakit sangat penting pada tahap ini:
- Pasien dengan lesi MRI ekstensif pada medula spinalis (lebih dari 3 segmen menunjukkan longitudinal myelopathy), kekuatan otot berkurang atau disfungsi sfingter saat presentasi, dan antibodi antifosfolipid positif memerlukan inisiasi terapi imunomodulasi lebih awal. 1
- MRI medula spinalis dengan kontras direkomendasikan untuk mendeteksi lesi, dan respons neurologis harus dipantau ketat, dengan perbaikan MRI terjadi paralel dalam beberapa hari hingga 3 minggu. 1
Peringatan Penting tentang Sekuensing Terapi
Jika mempertimbangkan plasmaferesis setelah minggu ke-3:
- Plasmaferesis tidak boleh diberikan segera setelah IVIG, karena akan mengeliminasi efek terapeutik IVIG. 1
- Dosis standar untuk IVIG adalah 0,4 g/kg/hari selama 5 hari (total 2 g/kg), dengan dosis 200-250 ml plasma/kg berat badan dalam 5 sesi untuk plasmaferesis. 1
Rekomendasi Praktis untuk Minggu ke-3
Meskipun jendela optimal telah terlewati, pendekatan berikut dapat dipertimbangkan:
- Jika pasien menunjukkan penyakit refrakter atau memburuk meskipun steroid, eskalasi dengan IVIG induksi masih dapat dicoba. 1, 2
- Evaluasi untuk neuromyelitis optica (NMO) dengan antibodi serum NMO IgG (aquaporin) jika terdapat keterlibatan lebih dari 3 segmen medula spinalis. 1
- Pertimbangkan antikoagulasi jika myelopathy terkait antifosfolipid. 1
- Pasien yang relaps memiliki outcome yang lebih buruk dengan disabilitas lebih berat dan berkurangnya kemandirian fungsi setelah resolusi myelitis mereka. 2