Can a patient with a stroke undergo a CT scan with contrast?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 11, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

CT Scan dengan Kontras pada Pasien Stroke

Ya, pasien dengan stroke dapat menjalani CT scan dengan kontras, tetapi kontras TIDAK diperlukan untuk evaluasi awal stroke akut dan hanya diindikasikan untuk CT angiography (CTA) guna mendeteksi oklusi pembuluh darah besar pada kandidat terapi endovaskular.

Prinsip Pencitraan Awal Stroke Akut

Semua pasien dengan suspek stroke akut harus segera menjalani pencitraan otak, dengan prioritas utama adalah non-contrast CT (NCCT) atau MRI tanpa kontras 1. Tujuan utama pencitraan awal adalah:

  • Menyingkirkan perdarahan intrakranial 1
  • Menilai tanda-tanda iskemia dini 1
  • Menentukan kelayakan untuk terapi trombolitik 1

Pencitraan harus diselesaikan dalam 30-45 menit sejak kedatangan di unit gawat darurat 1, 2.

Kapan Kontras Digunakan pada Stroke

Indikasi Utama: CT Angiography (CTA)

Kontras pada CT hanya diindikasikan untuk CTA, bukan untuk CT otak rutin 1. CTA dengan kontras direkomendasikan untuk:

  • Pasien yang datang dalam 6 jam dan berpotensi kandidat untuk terapi endovaskular (EVT) 1
  • Identifikasi oklusi pembuluh darah besar dari arkus aorta hingga vertex, termasuk sirkulasi ekstra- dan intrakranial 1
  • Evaluasi pembuluh darah ketika dicurigai stenosis arteri, aneurisma, atau diseksi 1

CTA source images bahkan terbukti lebih baik memprediksi outcome dibanding NCCT dalam menilai ASPECTS score (area under curve 0.83 vs 0.67, P<0.001) 3.

Kontras TIDAK Diperlukan untuk:

  • Evaluasi awal stroke akut - NCCT sudah cukup untuk menyingkirkan perdarahan dan menilai iskemia dini 1, 2
  • Keputusan pemberian tPA - kontras tidak memberikan informasi tambahan dan dapat menunda terapi 1
  • Penilaian tumor otak atau proses infeksi - kecuali ada kecurigaan klinis spesifik 1

Pertimbangan Keamanan Kontras pada Stroke

Risiko Contrast-Induced Encephalopathy (CIE)

Meskipun jarang (insiden 1.7%), CIE adalah komplikasi yang perlu diwaspadai pada pasien stroke yang menjalani prosedur dengan kontras 4. Manifestasi klinis meliputi:

  • Perburukan tanda neurologis fokal 4
  • Penurunan kesadaran atau koma 4
  • Kejang 4

Faktor risiko independen untuk CIE 4:

  • Disfungsi ginjal (eGFR <45 mL/min/1.73 m²) - odds ratio 5.77
  • Riwayat stroke sebelumnya - odds ratio 4.96

Pasien dengan CIE memiliki outcome fungsional yang lebih buruk (odds ratio 0.09 untuk outcome favorable) 4.

Kontraindikasi Relatif

Hindari atau gunakan dengan sangat hati-hati pada:

  • Gangguan fungsi ginjal berat (eGFR <45 mL/min/1.73 m²) 4
  • Riwayat stroke multipel 4
  • Alergi kontras berat (gunakan premedikasi jika memang harus dilakukan)

Algoritma Praktis Penggunaan Kontras

Untuk Pasien Datang <4.5 Jam (Kandidat tPA):

  1. NCCT segera tanpa kontras 1, 2
  2. Jika tidak ada perdarahan → berikan tPA tanpa menunggu CTA 1
  3. CTA dapat dilakukan setelah atau bersamaan dengan pemberian tPA jika dicurigai large vessel occlusion 1

Untuk Pasien Datang <6 Jam (Kandidat EVT):

  1. NCCT + CTA dengan kontras segera dari arkus hingga vertex 1
  2. Pertimbangkan CT perfusion (CTP) untuk seleksi pasien, tetapi jangan sampai menunda terapi 1
  3. Jika ada tanda perdarahan pada NCCT, tidak perlu lanjut ke CTP, tetapi CTA tetap dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan klinis 1

Untuk Pasien >6 Jam atau Wake-Up Stroke:

  1. Pertimbangkan advanced imaging (CTP atau MRI perfusion/diffusion) untuk identifikasi jaringan yang masih dapat diselamatkan 2
  2. CTA dengan kontras untuk evaluasi vaskular 2

Peringatan Penting

  • Jangan menunda tPA sambil menunggu CTA - ini adalah kesalahan kritis yang dapat memperburuk outcome 2
  • Periksa fungsi ginjal sebelum pemberian kontras, terutama pada pasien dengan riwayat stroke atau penyakit ginjal 4
  • Monitor untuk CIE dalam 24 jam pasca-prosedur, terutama pada pasien risiko tinggi 4
  • Kontras tidak menambah nilai diagnostik untuk CT otak rutin dalam evaluasi stroke akut 1, 2

Alternatif: MRI dengan atau tanpa Kontras

MRI tanpa kontras dengan diffusion-weighted imaging (DWI) lebih sensitif dibanding CT untuk mendeteksi iskemia akut (sensitivitas 77% vs 16% dalam 3 jam pertama) dan dapat mendeteksi perdarahan akut maupun kronik 5, 6. MRI tanpa kontras sudah cukup untuk evaluasi stroke akut 2. MRA tanpa kontras (time-of-flight) dapat menilai pembuluh darah intrakranial tanpa memerlukan gadolinium 2.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.