What is the recommended approach to pain management for patients undergoing opioid-free anesthesia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 14, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Manajemen Anestesi pada Opioid-Free Anesthesia

Anestesi bebas opioid (OFA) harus dibangun di atas fondasi analgesia multimodal yang terdiri dari parasetamol, NSAID/COX-2 inhibitor, deksametason, teknik anestesi regional spesifik-prosedur, dan agen adjuvan seperti magnesium, ketamin, lidokain, atau deksmedetomidin. 1, 2, 3

Prinsip Dasar OFA

OFA merupakan pendekatan yang memprioritaskan keamanan pasien dengan mengurangi risiko terkait penggunaan opioid, termasuk opioid-induced hyperalgesia, toleransi, dan persistent postoperative opioid use. 1 Pendekatan ini tidak berarti menghindari opioid secara absolut, tetapi menggunakan kombinasi analgesik non-opioid yang bekerja pada lokasi berbeda di sistem saraf pusat dan perifer untuk meminimalkan kebutuhan opioid. 3, 4

Komponen Farmakologis OFA

Fondasi Analgesik Dasar

Setiap pasien harus menerima kombinasi parasetamol DAN NSAID/COX-2 inhibitor kecuali terdapat kontraindikasi. 1, 2, 3

  • Parasetamol: 1 gram sebelum laparotomi mengurangi efek samping opioid, lama rawat inap, dan biaya 5
  • NSAID: Lebih efektif daripada opioid untuk nyeri bedah gigi dan batu ginjal 5
  • Ketorolac IV: 30 mg untuk pasien <65 tahun atau 15 mg untuk pasien ≥65 tahun/gangguan ginjal/berat <50 kg, dapat diulang setiap 6 jam (maksimal 5 hari) 6
  • Deksametason: Dosis tunggal IV preoperatif tidak hanya mengurangi mual muntah tetapi juga meningkatkan pemulihan, mengurangi nyeri, dan meningkatkan kepuasan 3, 7

Agen Adjuvan untuk OFA

Magnesium sulfat merupakan pilihan utama dengan dosis standar 50 mg/kg IV bolus selama 10 menit setelah intubasi, diikuti infus kontinyu 50 mg/kg/jam hingga akhir operasi. 2

  • Regimen ini mengurangi konsumsi opioid postoperatif sekitar 24% dan meningkatkan skor nyeri tanpa efek samping signifikan 2
  • Bekerja sinergis dengan lidokain, ketamin, dan deksmedetomidin dalam protokol OFA 2
  • Kontraindikasi: gangguan ginjal berat, instabilitas hemodinamik, hipotensi aktif, myasthenia gravis 2

Ketamin, lidokain, dan deksmedetomidin dapat dikombinasikan sesuai jenis operasi dan kondisi pasien. 2, 8

Teknik Regional dan Infiltrasi Lokal

Anestesi regional spesifik-prosedur dan/atau infiltrasi anestesi lokal di lokasi operasi merupakan komponen kunci yang wajib dipertimbangkan. 1, 5, 3

  • Anestesi epidural/analgesia direkomendasikan untuk operasi aorta abdominalis 5
  • Kombinasi analgesia sistemik multimodal dengan analgesia regional sangat dianjurkan 5
  • Infiltrasi lokasi operasi dengan anestesi lokal adalah komponen kunci analgesia multimodal 5

Algoritma Implementasi OFA

Fase Preoperatif

  1. Identifikasi pasien risiko tinggi nyeri postoperatif 3
  2. Optimalisasi manajemen nyeri preoperatif dan faktor risiko psikologis, termasuk tapering opioid jika memungkinkan 1, 5
  3. Edukasi pasien tentang ekspektasi realistis kontrol nyeri 1
  4. Berikan preemptive analgesia: parasetamol, NSAID, dan deksametason sebelum induksi untuk mencapai konsentrasi terapeutik saat akhir operasi 7

Fase Intraoperatif

Teknik anestesi seimbang harus mengikuti prinsip promosi pemulihan fungsi dini, analgesia multimodal, dan teknik opioid-sparing. 1

  1. Induksi: Berikan magnesium sulfat 50 mg/kg IV bolus selama 10 menit 2
  2. Maintenance: Infus magnesium 50 mg/kg/jam + kombinasi agen adjuvan lain sesuai prosedur 2, 8
  3. Teknik regional: Lakukan blok regional atau infiltrasi lokal sesuai prosedur 5, 3
  4. Hindari ketergantungan pada skor nyeri unidimensional saja untuk memandu manajemen anti-nosisepsi 1

Fase Postoperatif

Penilaian nyeri harus menggunakan functional assessment, bukan hanya skor nyeri unidimensional. 1, 5

  • Gunakan Functional Activity Score: A (tidak ada limitasi aktivitas), B (limitasi ringan), C (tidak dapat menyelesaikan aktivitas) 1
  • Rute oral harus digunakan sesegera mungkin untuk pemberian obat 1, 5
  • Jika analgesik sederhana tidak cukup, gunakan opioid immediate-release (bukan modified-release atau transdermal) 1
  • Morfin oral cair 10 mg (5 ml) adalah opioid pilihan, dengan dosis disesuaikan berdasarkan usia (bukan berat badan) dan fungsi ginjal 1

Monitoring dan Keamanan

Semua pasien rawat inap yang menerima opioid postoperatif harus dinilai tingkat sedasinya pada interval yang tepat dan berulang untuk mendeteksi risiko opioid-induced ventilatory impairment. 1

  • Catat skor sedasi selain frekuensi ventilasi 1
  • Hindari opioid long-acting untuk nyeri akut postoperatif 1
  • Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: obat dengan sifat sedatif, opioid long-acting, ketergantungan pada skor nyeri unidimensional 1

Perencanaan Discharge

Gunakan pendekatan patient-centered untuk membatasi jumlah tablet dan durasi resep opioid saat pulang, biasanya kurang dari satu minggu. 1, 5

  • Hindari resep ulang otomatis opioid pasca-discharge; lakukan review pasien jika lebih banyak opioid diminta 1, 5
  • Saat kebutuhan analgesik berkurang, gunakan reverse analgesic ladder: tapering opioid dulu, kemudian hentikan NSAID, lalu hentikan parasetamol 1
  • Edukasi pasien tentang penyimpanan aman dan pembuangan obat yang tidak terpakai untuk mencegah diversi 1

Peringatan Penting

  • OFA bukan berarti menghindari opioid secara absolut - opioid tetap memiliki tempat penting dalam manajemen nyeri dan harus tersedia sebagai rescue analgesic 8, 9
  • Pasien dengan masalah nyeri kompleks atau toleran opioid memerlukan intervensi tambahan yang direncanakan dan didokumentasikan, bukan hanya mengandalkan opioid 1
  • Peningkatan intensitas nyeri dapat menjadi konsekuensi komplikasi bedah (misalnya compartment syndrome atau kebocoran anastomosis) 1
  • Pendekatan ini memerlukan pelatihan provider dalam anestesi regional dan pemahaman tentang interaksi obat multimodal 9

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Magnesium for Postoperative Pain Management

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Rational Multimodal Analgesia for Perioperative Pain Management.

Current pain and headache reports, 2023

Research

Multimodal analgesia: its role in preventing postoperative pain.

Current opinion in investigational drugs (London, England : 2000), 2008

Guideline

Management of Perioperative Pain

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Opioid free anesthesia: feasible?

Current opinion in anaesthesiology, 2020

Related Questions

What is the best post-operative pain management for a bronchial asthma patient after Cesarian Section, and when to start fluids and diet?
What is the recommended approach for postoperative pain management?
What is the best approach to anesthesia and pain management for an opioid-tolerant patient on regular oral hydromorphone (Hydromorphone) undergoing a procedure where epidural anesthesia is not appropriate and rectal sheath catheters are used?
What is the best post-operative pain management approach for an exploratory laparotomy (ex lap)?
What should be the post-operative pain management strategy for a patient taking 20mg of Percocet (oxycodone and acetaminophen) daily?
What are the treatment options for a patient with Covid-19 who is taking rifampin (Rifampicin) for latent tuberculosis (TB)?
What is the treatment approach for a patient suspected of having giant cell arteritis, a condition characterized by inflammation of the blood vessels?
What is the recommended treatment with steroid cream for a patient with venous reflux dermatitis, considering potential comorbidities such as diabetes (diabetes mellitus) and hypertension?
How do you treat intrinsic sphincter deficiency and sensory neurogenic bladder dysfunction in patients after spinal surgery?
Is it safe to add citalopram to the medication regimen of a geriatric patient with a history of lacunar ischemic infarction and neurocognitive trouble, who is currently taking Effexor (venlafaxine), Rexulti, and Ativan (lorazepam)?
What are the implications and management of a positive Antinuclear Antibody (ANA) screen with a titer of 1:80 in an asymptomatic adult female with no prior history of autoimmune diseases?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.