What are the screening tests for iron (Fe) deficiency anemia?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 14, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Pemeriksaan anemia defisiensi fe harus dimulai dengan pengukuran hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Hct) sebagai skrining awal, diikuti dengan pemeriksaan serum ferritin sebagai marker yang paling sensitif untuk menentukan defisiensi besi. Pemeriksaan ini penting karena anemia defisiensi fe dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang signifikan jika tidak terdeteksi dan diobati dengan tepat 1.

Beberapa kelompok berisiko tinggi yang harus menjalani skrining rutin meliputi wanita hamil, bayi dan anak kecil (terutama antara 6-24 bulan), remaja putri, wanita usia subur (terutama mereka dengan perdarahan menstruasi berat), dan individu dengan kondisi yang menyebabkan kehilangan darah kronis atau malabsorpsi. Frekuensi skrining tergantung pada faktor risiko, tetapi umumnya, wanita hamil harus diskrining pada kunjungan prenatal pertama, bayi sekitar 12 bulan, dan individu berisiko tinggi lainnya setiap tahun 1.

Pemeriksaan tambahan seperti mean corpuscular volume (MCV), red cell distribution width (RDW), transferrin saturation, serum iron, dan total iron binding capacity (TIBC) dapat membantu dalam menentukan penyebab anemia dan memantau respons terhadap terapi. Selain itu, pemeriksaan soluble transferrin receptor levels dan reticulocyte hemoglobin content dapat dilakukan untuk evaluasi yang lebih komprehensif 1.

Dalam kasus anemia defisiensi fe yang tidak terjawab atau resisten terhadap terapi, pemeriksaan lebih lanjut seperti endoskopi gastrointestinal atau pencitraan radiologis mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab yang mendasarinya, terutama jika dicurigai adanya patologi gastrointestinal yang signifikan 1.

Dengan demikian, skrining dan diagnosis yang tepat waktu serta pengobatan yang efektif sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan anemia defisiensi fe, serta untuk memastikan kualitas hidup yang optimal bagi pasien 1.

From the Research

Pemeriksaan Anemia Defisiensi Fe

Pemeriksaan anemia defisiensi Fe dapat dilakukan dengan beberapa metode, termasuk:

  • Pemeriksaan darah lengkap (Complete Blood Count, CBC) untuk mengetahui kadar hemoglobin, hematokrit, dan parameter lainnya 2
  • Pemeriksaan serum ferritin untuk mengetahui kadar ferritin dalam darah, yang merupakan indikator yang akurat untuk defisiensi Fe 3, 4
  • Pemeriksaan transferrin saturasi untuk mengetahui kadar transferrin yang tersaturasi dengan Fe 3

Parameter Darah yang Digunakan

Beberapa parameter darah yang dapat digunakan untuk skrining anemia defisiensi Fe adalah:

  • Hematokrit (Ht) dengan cutoff value 38,5% 2
  • Mean Corpuscular Volume (MCV) dengan cutoff value 84,10 fL 2
  • Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) dengan cutoff value 337,5 g/L 2
  • Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) dengan cutoff value 29,15 pg 2
  • Reticulocyte Hemoglobin Content (CHr) yang dapat digunakan sebagai indikator awal defisiensi Fe dan monitoring terapi Fe 5

Keterbatasan Pemeriksaan

Pemeriksaan darah lengkap (CBC) saja tidak cukup untuk mendiagnosis defisiensi Fe, karena parameter darah lainnya seperti serum ferritin dan transferrin saturasi juga perlu diperiksa untuk mendapatkan diagnosis yang akurat 6 Pemeriksaan CHr masih memerlukan standarisasi cutoff point untuk meningkatkan akurasi diagnosis defisiensi Fe 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.