From the Guidelines
Pembrolizumab, baik sebagai monoterapi maupun dikombinasikan dengan kemoterapi, telah menjadi pilihan utama untuk pengobatan kanker lidah rekuren atau metastatik berdasarkan hasil studi KEYNOTE-048. Studi ini menunjukkan bahwa pembrolizumab monoterapi secara signifikan memperbaiki kelangsungan hidup keseluruhan dibandingkan dengan rejimen EXTREME pada pasien dengan skor Combined Positive Score (CPS) PD-L1 ≥20 dan ≥1 [ 1 ]. Selain itu, pembrolizumab dikombinasikan dengan kemoterapi juga memperbaiki kelangsungan hidup keseluruhan tanpa memandang ekspresi PD-L1.
Berikut adalah beberapa poin kunci dari studi KEYNOTE-048 yang relevan dengan kanker lidah:
- Pembrolizumab monoterapi menunjukkan hasil yang lebih baik dalam hal kelangsungan hidup keseluruhan pada pasien dengan ekspresi PD-L1 yang tinggi (CPS ≥20) [ 1 ].
- Pembrolizumab dikombinasikan dengan kemoterapi (cisplatin atau carboplatin plus 5-FU) memperbaiki kelangsungan hidup keseluruhan pada pasien dengan kanker kepala dan leher rekuren atau metastatik, tanpa memandang status PD-L1 [ 1 ].
- Pembrolizumab baik sebagai monoterapi maupun dikombinasikan dengan kemoterapi telah disetujui oleh FDA dan EMA sebagai pilihan pengobatan untuk kanker kepala dan leher rekuren atau metastatik, termasuk kanker lidah [ 1 ].
Dalam konteks kanker lidah, hasil studi KEYNOTE-048 menunjukkan bahwa pembrolizumab dapat menjadi pilihan pengobatan yang efektif, baik sebagai monoterapi maupun dikombinasikan dengan kemoterapi, tergantung pada status PD-L1 dan kondisi pasien. Pembrolizumab (200 mg IV setiap 3 minggu) baik sebagai monoterapi maupun dikombinasikan dengan kemoterapi platinum plus 5-FU telah menjadi pilihan utama untuk pengobatan kanker lidah rekuren atau metastatik. Pendekatan ini mewakili pergeseran paradigma dalam pengobatan kanker agresif ini dengan memanfaatkan terapi imun untuk memperkuat respons imun tubuh melawan sel kanker.
From the Research
Latar Belakang Kanker Lidah
Kanker lidah adalah salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia, dengan prognosis yang relatif buruk. Pengobatan kanker lidah dapat melibatkan berbagai modalitas, termasuk bedah, radioterapi, dan kemoterapi.
Studi Keynote 048
Studi Keynote 048 tidak secara spesifik disebutkan dalam bukti yang disediakan. Namun, beberapa studi yang relevan dengan pengobatan kanker lidah dapat membantu memahami pendekatan pengobatan yang ada.
- Studi dengan reference_id 2 menunjukkan bahwa pengobatan konservasi lidah dengan kemoterapi induksi, bedah konservasi, dan terapi adjuvan yang disesuaikan dengan risiko dapat dilakukan pada pasien dengan kanker lidah skuamosa sel oral (OTSCC) yang responsif terhadap kemoterapi induksi.
- Studi dengan reference_id 3 membahas tentang terapi konvensional untuk kanker oral, termasuk kemoterapi dan radioterapi, serta efek samping dan beban biaya yang terkait.
- Studi dengan reference_id 4 meninjau efektivitas terapi yang ditargetkan dan imunoterapi pada kanker oral dan orofaring, menemukan bahwa terapi monoklonal antibodi epidermal growth factor receptor (EGFR mAb) dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan mengurangi kegagalan lokoregional.
- Studi dengan reference_id 5 menunjukkan bahwa klasifikasi glossektomi oleh Ansarin et al. dapat membantu memprediksi hasil onkologis pada pasien dengan kanker lidah, dengan kelangsungan hidup dan bebas penyakit yang lebih baik pada pasien yang menjalani tipe glossektomi yang lebih awal.
- Studi dengan reference_id 6 membahas tentang peran radioterapi dan kemoterapi dalam pengobatan kanker oral, termasuk penggunaan terapi ini sebagai modalitas tunggal atau kombinasi tergantung pada presentasi penyakit dan temuan patologis.
Kesimpulan dari Bukti yang Tersedia
Bukti yang tersedia menunjukkan bahwa pengobatan kanker lidah dapat melibatkan berbagai pendekatan, termasuk bedah, radioterapi, dan kemoterapi, serta terapi yang ditargetkan dan imunoterapi. Pemilihan modalitas pengobatan yang tepat tergantung pada faktor-faktor seperti presentasi penyakit, temuan patologis, dan kondisi umum pasien.