Tatalaksana Varicella Terkini
Rekomendasi Utama Berdasarkan Stratifikasi Risiko
Untuk pasien imunokompeten yang sehat, varicella umumnya tidak memerlukan terapi antiviral—cukup perawatan suportif saja—namun asiklovir oral harus segera dimulai dalam 24 jam onset ruam untuk kelompok risiko tinggi termasuk usia ≥13 tahun, pasien immunocompromised, ibu hamil dengan komplikasi, dan anak dengan gangguan kulit atau paru kronik. 1, 2
Algoritma Tatalaksana Berdasarkan Populasi
Anak Sehat (<13 tahun)
- Perawatan suportif saja untuk anak yang sehat tanpa faktor risiko 1, 2
- Asiklovir oral dapat dipertimbangkan untuk anak dengan gangguan kulit kronik (seperti eksim) atau gangguan paru kronik, dengan dosis 20 mg/kg per dosis, 4 kali sehari selama 5 hari (maksimum 800 mg per dosis) 3, 4
- Terapi harus dimulai dalam 24 jam onset ruam untuk mendapatkan manfaat klinis 3, 1
Remaja dan Dewasa (≥13 tahun)
- Asiklovir oral 800 mg 4 kali sehari selama 5 hari jika dimulai dalam 24 jam onset ruam 1, 2, 4
- Manfaat terapi meliputi pengurangan waktu pembentukan lesi baru dari 7,4 hari menjadi 5,6 hari, pengurangan durasi demam setengah hari, dan penurunan keparahan gejala 5
- Valasiklovir 20 mg/kg 3 kali sehari selama 5 hari (maksimum 1 gram 3 kali sehari) merupakan alternatif dengan bioavailabilitas lebih baik 6
Pasien Immunocompromised
- Asiklovir intravena adalah standar perawatan dan harus dimulai segera, idealnya dalam 24 jam onset ruam 1, 2
- Dosis: 10 mg/kg setiap 8 jam selama 7-10 hari 2
- Populasi ini menghadapi risiko signifikan diseminasi dan kematian tanpa terapi antiviral segera 1, 2
- Termasuk pasien HIV, penerima transplant, pasien kanker dengan kemoterapi, dan mereka yang menerima kortikosteroid dosis tinggi 2
Ibu Hamil
- Untuk komplikasi serius (terutama pneumonia varicella), asiklovir intravena harus diberikan meskipun data terkontrol terbatas 3, 1
- Asiklovir adalah kategori B FDA—studi pada hewan tidak menunjukkan efek teratogenik, dan registri prospektif 596 paparan trimester pertama menunjukkan tingkat cacat lahir yang mendekati populasi umum 3, 1
- American Academy of Pediatrics mendukung penggunaan asiklovir oral untuk ibu hamil dengan risiko tinggi penyakit sedang hingga berat 2
Profilaksis Pasca-Paparan
Vaksinasi Pasca-Paparan (Lini Pertama)
- Vaksin varicella dalam 3 hari paparan adalah >90% efektif mencegah penyakit pada individu rentan yang imunokompeten 1, 2
- Jika diberikan dalam 5 hari, tetap 70% efektif mencegah penyakit dan 100% efektif memodifikasi penyakit berat 1
- Ini adalah metode pilihan untuk individu sehat tanpa kontraindikasi 3, 1
VariZIG (Varicella Zoster Immune Globulin)
- Harus diberikan dalam 96 jam (idealnya sesegera mungkin) setelah paparan untuk individu risiko tinggi yang tidak dapat menerima vaksinasi 3, 1
- Pedoman CDC 2013 memperpanjang jendela hingga 10 hari setelah paparan 3, 2
Indikasi VariZIG:
- Pasien immunocompromised tanpa bukti imunitas 3, 1
- Neonatus yang ibunya mengalami varicella 5 hari sebelum hingga 2 hari setelah persalinan 1, 2
- Ibu hamil tanpa imunitas 3, 1
- Bayi prematur 1
Dosis VariZIG:
- 125 unit/10 kg berat badan intramuskular (maksimum 625 unit) 1, 2
- Dosis minimum 62,5 unit untuk bayi ≤2,0 kg 2
- Dapat diperoleh melalui protokol Investigational New Drug (hubungi FFF Enterprises di 1-800-843-7477) 3
Vaksinasi Primer untuk Pencegahan
Populasi Umum
- Vaksinasi rutin dengan satu dosis vaksin varicella diindikasikan untuk semua anak usia 12-18 bulan 7
- Untuk individu rentan >12 tahun, dua dosis diberikan dengan jarak 4-8 minggu 7
Pasien HIV
- Vaksinasi varicella primer dapat dipertimbangkan untuk pasien HIV seronegatif VZV berusia ≥8 tahun dengan CD4 >200 sel/µL 3
- Untuk anak HIV berusia 1-8 tahun dengan persentase CD4 >15% 3
- Dua dosis vaksin varicella antigen tunggal (bukan MMRV) diberikan dengan jarak 3 bulan 3
Peringatan Kritis dan Jebakan yang Harus Dihindari
Timing Terapi
- Asiklovir kehilangan efikasi jika dimulai >24 jam setelah onset ruam pada sebagian besar populasi 2, 5
- Manfaat klinis hanya diamati ketika terapi dimulai dalam 24 jam munculnya ruam 3, 1, 5
Penggunaan yang Tidak Tepat
- Asiklovir TIDAK diindikasikan untuk penggunaan profilaksis pada individu sehat setelah paparan varicella—vaksinasi adalah metode pilihan 3, 1, 2
- Tidak ada studi yang mendukung penggunaan asiklovir profilaksis pada pasien immunocompromised; VariZIG direkomendasikan sebagai gantinya 3, 1
Risiko Reye Syndrome
- Hindari salisilat selama dan 6 minggu setelah varicella karena risiko sindrom Reye 1
- Pasien yang menerima terapi salisilat jangka panjang harus dipertimbangkan untuk terapi asiklovir 3
Komplikasi yang Memerlukan Intervensi Segera
- Monitor untuk superinfeksi bakteri (terutama infeksi streptokokus grup A invasif), pneumonia, dan komplikasi neurologis—ini adalah penyebab utama kematian terkait varicella 1, 8
- Infeksi jaringan lunak bakteri serius yang disebabkan streptokokus grup A tampaknya meningkat frekuensinya 8
Pertimbangan Khusus Neonatus
- Neonatus yang ibunya mengalami varicella 5 hari sebelum hingga 2 hari setelah persalinan tidak boleh dipulangkan tanpa VariZIG, karena risiko mortalitas tinggi pada populasi ini 2
- Jika varicella berkembang meskipun sudah diberikan VariZIG, terapi antiviral harus dimulai segera 2
Penyesuaian Dosis untuk Gangguan Ginjal
- Untuk pasien dengan gangguan ginjal, dosis asiklovir harus dimodifikasi berdasarkan klirens kreatinin 4
- Hemodialisis: Pasien harus menerima dosis tambahan setelah setiap sesi dialisis karena sekitar sepertiga asiklovir dalam tubuh dikeluarkan selama sesi hemodialisis 4 jam 4
- Valasiklovir: Penyesuaian dosis diperlukan untuk klirens kreatinin <50 mL/min 6