What is the management of benign nevus using electrocautery (electrosurgery)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 15, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Tatalaksana nevus jinak dengan elektrokauter dapat dilakukan dengan efektif dan aman, tetapi perlu dipertimbangkan bahwa metode ini mungkin memiliki hasil kosmetik yang inferior dibandingkan dengan eksisi standar, terutama pada area yang sensitif secara kosmetik. Elektrokauter melibatkan penggunaan anestesi lokal, seperti lidokain 1-2%, yang disuntikkan ke dasar nevus, diikuti dengan aplikasi perangkat elektrokauter untuk menghilangkan lesi. Elektrokauter harus dilakukan pada pengaturan daya rendah (biasanya 10-20 watt) untuk meminimalkan bekas luka, dengan ujung elektroda yang lembut diterapkan pada nevus sampai benar-benar dihilangkan 1. Setelah prosedur, oleskan salep antibiotik (seperti bacitracin atau mupirocin) dan tutup dengan perban steril selama 24-48 jam. Pasien harus menjaga area tetap bersih dan kering, menghindari paparan sinar matahari untuk mencegah hiperpigmentasi. Penyembuhan total biasanya terjadi dalam 1-2 minggu. Teknik ini bekerja dengan menggunakan panas yang dihasilkan dari arus listrik untuk menghancurkan jaringan nevus sambil menggumpalkan pembuluh darah untuk meminimalkan perdarahan. Efek samping potensial termasuk bekas luka, infeksi, dan perubahan pigmen, sehingga seleksi pasien dan teknik yang tepat sangat penting. Tindak lanjut harus dijadwalkan 2-4 minggu setelah prosedur untuk menilai penyembuhan dan hasil kosmetik.

Beberapa pertimbangan penting dalam melakukan elektrokauter pada nevus jinak termasuk:

  • Pemilihan pasien yang tepat, dengan mempertimbangkan lokasi dan ukuran nevus, serta riwayat medis pasien.
  • Penggunaan anestesi lokal yang adekuat untuk mengurangi nyeri dan ketidaknyamanan selama prosedur.
  • Pengaturan daya yang tepat untuk meminimalkan bekas luka dan memaksimalkan hasil kosmetik.
  • Pemantauan yang ketat selama dan setelah prosedur untuk mendeteksi kemungkinan komplikasi. Namun, perlu diingat bahwa bukti dari studi 1 tidak secara langsung mendukung penggunaan elektrokauter untuk nevus jinak, sehingga keputusan untuk melakukan prosedur ini harus dibuat berdasarkan penilaian klinis yang teliti dan pertimbangan individu untuk setiap pasien.

From the Research

Tatalaksana Nevus Jinak dengan Elektrokauter

Tatalaksana nevus jinak dengan elektrokauter merupakan salah satu metode pengobatan yang efektif dan efisien. Berikut beberapa poin penting terkait metode ini:

  • Elektrokauter dapat digunakan untuk menghancurkan jaringan nevus, sehingga mengurangi risiko kekambuhan 2.
  • Metode shave excision dengan elektrokauter dapat menghasilkan hasil kosmetik yang baik, dengan hanya 27% dari pasien yang mengalami pigmentasi residu dan 24% yang mengalami pertumbuhan rambut kembali 2.
  • Elektrokauter dapat digunakan dalam kombinasi dengan metode lain, seperti curettage, untuk menghasilkan hasil yang lebih baik 3.
  • Tatalaksana nevus jinak dengan elektrokauter relatif aman dan efektif, dengan risiko komplikasi yang rendah 2, 3.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dari tatalaksana nevus jinak dengan elektrokauter antara lain:

  • Hasil kosmetik yang baik
  • Risiko kekambuhan yang rendah
  • Relatif aman dan efektif Kekurangan dari metode ini antara lain:
  • Risiko pigmentasi residu atau pertumbuhan rambut kembali
  • Memerlukan keahlian dan pengalaman yang cukup dari dokter yang melakukan prosedur

Pilihan Metode

Pilihan metode tatalaksana nevus jinak dengan elektrokauter tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi dan ukuran nevus, serta preferensi pasien. Beberapa metode lain yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Shave excision dengan elektrokauter 2
  • Curettage dengan elektrokauter 3
  • Laser terapi 4
  • Ekstirpasi bedah 5, 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Shave excision of benign papular naevocytic naevi.

British journal of plastic surgery, 1995

Research

Lasers for nevi: a review.

Lasers in medical science, 2015

Research

Shave excision of common acquired melanocytic nevi: cosmetic outcome, recurrences, and complications.

Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 2005

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.