What is the management of benign nevus (mole)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 15, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Tatalaksana nevus jinak sebaiknya dilakukan dengan observasi dan pemeriksaan dermatologis rutin untuk memantau perubahan, kecuali jika ada kekhawatiran tentang keganasan atau masalah kosmetik. Nevus jinak (benign nevi) umumnya tidak memerlukan pengobatan kecuali jika ada kekhawatiran tentang keganasan atau masalah kosmetik [@\1@]. Untuk sebagian besar nevus jinak, observasi adalah pendekatan yang direkomendasikan dengan pemeriksaan diri secara teratur dan pemeriksaan dermatologis untuk memantau perubahan. Jika pengobatan diinginkan, eksisi bedah adalah pilihan yang paling definitif, biasanya dilakukan di bawah anestesi lokal dengan bekas luka minimal jika dilakukan dengan benar.

Beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan dalam tatalaksana nevus jinak adalah:

  • Pemeriksaan dermatoskopi sebelum prosedur pengangkatan untuk mengkonfirmasi sifat jinak lesi
  • Penggunaan kriteria ABCDE (asimetri, batas tidak teratur, variasi warna, diameter lebih besar dari 6mm, atau evolusi dalam penampilan) untuk menilai kekhawatiran tentang keganasan
  • Edukasi pasien tentang langkah-langkah perlindungan sinar UV, termasuk penggunaan tabir surya sehari-hari, pakaian pelindung, dan menghindari jam sengatan matahari puncak untuk mencegah kerusakan UV pada nevus yang tersisa dan mengurangi risiko perkembangan kanker kulit
  • Pengiriman jaringan yang diangkat untuk pemeriksaan histopatologi untuk mengkonfirmasi diagnosis.

Dalam beberapa kasus, seperti nevus kongenital raksasa, pengawasan jangka panjang diperlukan karena risiko melanoma yang lebih tinggi [@\1@]. Namun, eksisi profilaktik nevus kongenital kecil tidak direkomendasikan.

From the Research

Tatalaksana Nevus Jinak

Tatalaksana nevus jinak dapat dilakukan dengan beberapa metode, termasuk:

  • Ekstirpasi bedah, seperti eksisi elips, eksisi bulat, atau eksisi punch 1
  • Destruksi menggunakan elektrodesikasi atau krioterapi 1
  • Eksisi rambut, yang dapat lebih disukai daripada eksisi elips pada situs dengan insiden bekas luka hipertrofik yang tinggi 1
  • Terapi laser, yang dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman untuk pengobatan nevus 2

Pemilihan Metode

Pemilihan metode tatalaksana nevus jinak tergantung pada beberapa faktor, termasuk:

  • Ukuran dan lokasi nevus
  • Jenis nevus
  • Kondisi kulit pasien
  • Preferensi pasien
  • Kemungkinan keganasan 1, 3, 4, 5

Hasil dan Komplikasi

Hasil dan komplikasi dari tatalaksana nevus jinak dapat bervariasi, termasuk:

  • Bekas luka yang tidak terlalu terlihat 1, 3
  • Rekurensi nevus 3, 5
  • Komplikasi pasca-bedah, seperti infeksi atau bekas luka yang parah 3
  • Perubahan warna kulit atau tekstur 2

References

Research

Lasers for nevi: a review.

Lasers in medical science, 2015

Research

Shave excision of common acquired melanocytic nevi: cosmetic outcome, recurrences, and complications.

Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 2005

Research

The surgical management of Spitz nevi.

Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 2002

Research

What Is the Best Method for Removing Biopsy-Proven Atypical Nevi? A Comparison of Margin Clearance Rates Between Reshave and Full-Thickness Surgical Excisions.

Dermatologic surgery : official publication for American Society for Dermatologic Surgery [et al.], 2015

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.