Is radiation therapy necessary for a patient with stage IIIB testicular rhabdomyosarcoma?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Radioterapi TIDAK diperlukan untuk stadium IIIB rabdomiosarkoma testis - kemoterapi adalah pengobatan standar

Untuk rabdomiosarkoma testis stadium IIIB, kemoterapi adalah modalitas pengobatan utama setelah orkiektomi radikal, bukan radioterapi. Radioterapi hanya dipertimbangkan dalam situasi klinis tertentu yang sangat spesifik, bukan sebagai pengobatan standar.

Pendekatan Pengobatan Standar

Orkiektomi Radikal sebagai Langkah Awal

  • Orkiektomi radikal melalui pendekatan inguinal harus dilakukan sebagai prosedur diagnostik dan terapeutik pertama, dengan ligasi dini korda spermatika untuk mencegah penyebaran hematogen 1
  • Pendekatan inguinal wajib digunakan untuk menghindari peningkatan risiko rekurensi lokal 1

Kemoterapi Adjuvan sebagai Pengobatan Utama

  • Kemoterapi adjuvan setelah pembedahan adalah rekomendasi utama karena dapat meningkatkan survival bahkan pada pasien dengan metastasis kelenjar getah bening retroperitoneal (level of evidence 1) 1
  • Kemoterapi harus diberikan tanpa penundaan atau pengurangan dosis dengan interval 21 hari 1
  • Fungsi ginjal (kreatinin serum, BUN, klirens kreatinin) dan elektrolit (magnesium, natrium, kalium, kalsium) harus dimonitor sebelum setiap siklus karena nefrotoksisitas cisplatin yang kumulatif 1

Bukti Klinis Pentingnya Kemoterapi

  • Kasus klinis menunjukkan bahwa rekurensi dan bahkan metastasis rabdomiosarkoma intratestikular pada anak lebih mungkin terjadi jika pembedahan tidak dikombinasikan dengan kemoterapi 2
  • Pasien dengan rabdomiosarkoma intratestikular yang menjalani orkiektomi radikal harus mendapat kemoterapi cyclophosphamide dan vincristine, yang menunjukkan perbaikan kondisi yang signifikan 2

Kapan Radioterapi Dipertimbangkan

Situasi Khusus untuk Radioterapi

  • Radioterapi hanya dipertimbangkan dalam kasus paratestikular rhabdomyosarcoma (bukan intratestikular murni) sebagai bagian dari terapi lokal 3
  • Jika radioterapi diperlukan, dosis total 44.0 Gy dapat diberikan dengan teknik hiperfraksionasi dan akselerasi 3
  • Testis kontralateral dapat dipindahkan secara bedah ke regio inguinal sebelum radioterapi untuk preservasi produksi hormon, kemudian dikembalikan setelah radioterapi selesai 3

Perbedaan dengan Seminoma Testis

Penting untuk membedakan rabdomiosarkoma testis dari seminoma testis, karena pendekatan pengobatannya sangat berbeda:

  • Untuk seminoma stadium IIA-IIB, radioterapi adalah modalitas pengobatan utama dengan dosis 30-36 Gy 4
  • Untuk seminoma stadium IIC-III, kemoterapi (3-4 siklus BEP atau EP) adalah pengobatan standar 4
  • Namun rabdomiosarkoma testis memerlukan pendekatan yang berbeda dengan penekanan pada kemoterapi sistemik 1, 2

Peringatan Penting

  • Jangan menggunakan protokol pengobatan seminoma untuk rabdomiosarkoma testis - ini adalah entitas patologis yang berbeda dengan prognosis dan respons pengobatan yang berbeda
  • Orkiektomi radikal harus selalu dikombinasikan dengan kemoterapi dan/atau radioterapi untuk menurunkan kemungkinan rekurensi dan/atau metastasis tumor 2
  • Preservasi fertilitas melalui kriopreservasi sperma harus ditawarkan sebelum kemoterapi atau radioterapi karena terapi ini dapat mengganggu fertilitas (level of evidence 1) 1

References

Guideline

Initial Treatment Approach for Testicular Rhabdomyosarcoma

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.