What are the considerations for anesthesia in a patient with an ASA (American Society of Anesthesiologists) 2 classification, oncologic state with suspected malignancy, and a Karnofsky Performance Status (KPS) of 90, who has occasional premature ventricular contractions (PVCs), mild tricuspid regurgitation (TR), and a left ventricular ejection fraction (LVEF) of 68%?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Konsiderasi Anestesi untuk Pasien ASA 2 dengan Status Onkologi

Rekomendasi Utama

Pasien ini dapat menjalani anestesi dengan aman menggunakan teknik anestesi bebas-trigger standar dengan monitoring hemodinamik yang sesuai, tanpa memerlukan konsultasi anestesiologi khusus atau monitoring invasif rutin. 1, 2

Evaluasi Pra-Operasi

Status ASA dan Implikasi Risiko

  • Pasien dengan ASA 2 didefinisikan sebagai pasien dengan penyakit sistemik ringan tanpa keterbatasan fungsi substansial 3
  • Status onkologi dengan KPS 90 menunjukkan kemampuan fungsional yang sangat baik (dapat melakukan aktivitas normal dengan tanda/gejala penyakit minimal) 1
  • Kombinasi ASA 2 dengan KPS 90 menempatkan pasien ini pada kategori risiko sedang yang dapat ditangani dengan protokol anestesi standar 1, 2

Evaluasi Kardiovaskular

PVC Occasional:

  • PVC occasional pada pasien tanpa penyakit jantung struktural signifikan tidak memerlukan terapi khusus atau perubahan manajemen anestesi 1
  • Tidak ada indikasi untuk konsultasi kardiologi pra-operasi hanya berdasarkan PVC occasional 1

Fungsi Jantung:

  • LVEF 68% menunjukkan fungsi sistolik ventrikel kiri yang normal dan sangat baik 1
  • TR mild dengan low probability pulmonary hypertension tidak mengubah manajemen anestesi untuk pasien ASA 2 1
  • Tidak ada indikasi untuk monitoring hemodinamik invasif atau TEE intraoperatif pada pasien dengan fungsi jantung normal ini 1

Manajemen Intraoperatif

Pemilihan Teknik Anestesi

  • Anestesi umum atau regional dapat digunakan dengan aman tergantung jenis pembedahan 1, 2
  • Jika menggunakan anestesi umum, pastikan airway yang aman dengan intubasi endotrakeal untuk prosedur yang dapat mengkompromikan jalan napas 1, 2
  • Tidak ada kontraindikasi untuk teknik anestesi standar pada pasien ini 1, 2

Monitoring Standar

Monitoring minimal yang diperlukan: 1, 2

  • EKG kontinyu
  • Pulse oximetry
  • Tekanan darah non-invasif
  • Konsentrasi oksigen inspirasi
  • Kapnografi (CO2 end-tidal)
  • Tekanan jalan napas
  • Frekuensi dan volume ventilasi
  • Suhu tubuh inti kontinyu
  • Peripheral nerve stimulator jika menggunakan pelumpuh otot

Pertimbangan Khusus Status Onkologi

  • Evaluasi status nutrisi dan koreksi anemia pra-operasi jika memungkinkan 1
  • Pertimbangkan risiko aspirasi jika ada obstruksi atau massa yang mempengaruhi saluran cerna 1
  • Tidak ada indikasi untuk menunda pembedahan elektif untuk optimalisasi lebih lanjut pada pasien dengan KPS 90 1

Manajemen Hemodinamik Intraoperatif

Prinsip Umum

  • Pertahankan normotensi dan hindari takikardia berlebihan 1
  • Dengan TR mild dan fungsi LV normal, pasien ini mentoleransi perubahan hemodinamik dengan baik 1
  • Jika terjadi hipotensi, gunakan phenylephrine atau norepinephrine untuk meningkatkan tekanan darah 1, 2

Manajemen Cairan

  • Titrasi volume intravaskular untuk memastikan cardiac output yang adekuat tanpa peningkatan berlebihan tekanan atrium kiri 1
  • Monitoring CVP atau tekanan pulmonal tidak diperlukan secara rutin untuk pasien ASA 2 dengan fungsi jantung normal 1

Manajemen Pasca-Operatif

Recovery Room (PACU)

  • Pasien dapat menerima perawatan standar di recovery room tanpa monitoring khusus tambahan 1, 2
  • Ekstubasi dilakukan saat pasien sadar penuh dengan reversal blokade neuromuskular yang lengkap 2
  • Verifikasi reversal penuh blokade neuromuskular sebelum ekstubasi 2

Monitoring Pasca-Operatif

  • Pulse oximetry kontinyu untuk pasien yang dirawat dengan risiko kompromi respirasi 2
  • Tidak ada indikasi untuk monitoring di ICU atau high-care unit secara rutin untuk pasien ASA 2 dengan prosedur elektif 2, 4

Pitfall yang Harus Dihindari

Kesalahan Umum

  • Jangan meningkatkan klasifikasi ASA hanya berdasarkan diagnosis keganasan jika status fungsional baik (KPS 90) 3, 4
  • Jangan menunda pembedahan untuk "optimalisasi" lebih lanjut pada pasien dengan fungsi kardiovaskular normal dan KPS tinggi 1, 4
  • Jangan menggunakan monitoring invasif yang tidak perlu (arterial line, CVP) pada pasien ASA 2 dengan fungsi jantung normal 1

Pertimbangan Khusus

  • PVC occasional tidak memerlukan terapi antiaritmia profilaksis pra-operasi 1
  • TR mild dengan LVEF normal tidak memerlukan konsultasi kardiologi pra-operasi 1
  • Status onkologi dengan KPS 90 tidak mengubah manajemen anestesi standar untuk ASA 2 1, 3

Dokumentasi yang Diperlukan

  • Catat ASA physical status, status fungsional (KPS), dan temuan kardiovaskular dalam rekam medis pra-anestesi 1
  • Dokumentasikan semua obat yang diberikan dengan dosis dan waktu pemberian 1
  • Catat monitoring yang digunakan dan parameter hemodinamik selama prosedur 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Perioperative Management of ASA III Patients

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

ASA Classification Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

The ASA classification and peri-operative risk.

Annals of the Royal College of Surgeons of England, 2011

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.