What is the first line of treatment for hyperkalemia in a 2-month-old non-premature baby?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Hiperkalemia pada Bayi 2 Bulan Non-Prematur

Kalsium intravena adalah terapi lini pertama untuk hiperkalemia pada bayi 2 bulan non-prematur, terutama jika terdapat perubahan EKG atau kadar kalium >6,5 mEq/L, untuk menstabilkan membran jantung dan mencegah aritmia fatal. 1, 2

Penilaian Awal dan Klasifikasi Keparahan

  • Periksa EKG segera untuk mencari perubahan hiperkalemik seperti gelombang T runcing, gelombang P mendatar, interval PR memanjang, atau kompleks QRS melebar—perubahan EKG menunjukkan kebutuhan terapi darurat terlepas dari nilai kalium absolut 1, 3, 2
  • Klasifikasi hiperkalemia: ringan (5,0-5,9 mEq/L), sedang (6,0-6,4 mEq/L), atau berat (≥6,5 mEq/L) 3, 4
  • Perhatian penting: Tidak adanya perubahan EKG TIDAK menyingkirkan kebutuhan intervensi segera, karena temuan EKG dapat sangat bervariasi dan kurang sensitif dibanding nilai laboratorium 3, 5
  • Verifikasi hasil bukan pseudohiperkalemia akibat hemolisis atau teknik flebotomi yang buruk 3, 6

Protokol Terapi Darurat (Kalium >6,5 mEq/L ATAU Perubahan EKG)

Langkah 1: Stabilisasi Membran Jantung (Onset 1-3 Menit)

  • Kalsium glukonat 10%: 100-200 mg/kg/dosis (1-2 mL/kg) IV perlahan selama 2-5 menit dengan monitoring EKG kontinyu 1, 3, 7
  • Kalsium klorida 10%: 20 mg/kg (0,2 mL/kg) dapat digunakan jika akses sentral tersedia 1
  • Kalsium TIDAK menurunkan kalium—hanya menstabilkan membran jantung sementara (30-60 menit) 3, 2
  • Jika tidak ada perbaikan EKG dalam 5-10 menit, ulangi dosis 1, 3
  • Jangan tunda pemberian kalsium sambil menunggu konfirmasi laboratorium jika perubahan EKG ada 3

Langkah 2: Pergeseran Kalium ke Intraseluler (Onset 15-30 Menit)

  • Insulin reguler 0,1 unit/kg IV + glukosa 0,5-1 g/kg (D10W 5-10 mL/kg atau D25W 2-4 mL/kg) 1, 5

  • Untuk bayi 2 bulan (~5 kg): insulin 0,5 unit + glukosa 2,5-5 gram 1

  • Selalu berikan glukosa dengan insulin untuk mencegah hipoglikemia yang mengancam jiwa 3, 6

  • Monitor glukosa setiap 30-60 menit selama 4-6 jam 3

  • Salbutamol nebulisasi 2,5 mg dalam 2-4 mL salin normal dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan 8, 5

  • Peringatan: Data keamanan salbutamol pada bayi prematur masih terbatas, gunakan dengan hati-hati 8

  • Efek berlangsung 2-4 jam 3, 6

  • Natrium bikarbonat 1-2 mEq/kg IV selama 5 menit HANYA jika asidosis metabolik ada (pH <7,35) 1, 3, 4

  • Jangan gunakan bikarbonat tanpa asidosis—tidak efektif dan membuang waktu 3, 5

Langkah 3: Eliminasi Kalium dari Tubuh

  • Furosemid 1-2 mg/kg IV jika fungsi ginjal adekuat dan output urin baik 1, 3, 6
  • Transfusi tukar atau dialisis peritoneal sebagai terapi lini terakhir untuk hiperkalemia refrakter dengan perubahan EKG dan ketidakstabilan hemodinamik 8, 7
  • Hemodialisis adalah metode paling efektif untuk menghilangkan kalium pada kasus berat yang tidak responsif terhadap terapi medis 3, 2, 5

Pertimbangan Khusus untuk Bayi Non-Prematur

  • Hiperkalemia non-oligurik pada bayi prematur memiliki patofisiologi berbeda (pergeseran kalium dari intra ke ekstraseluler), tetapi bayi non-prematur biasanya mengalami hiperkalemia akibat penurunan ekskresi ginjal atau beban kalium berlebih 8
  • Evaluasi penyebab: gagal ginjal akut, hemolisis (seperti pada kasus ini dengan anemia hemolitik), asidosis, sepsis, atau obat-obatan 7
  • Pada kasus dengan hemolisis dan trombositopenia, pertimbangkan transfusi sel darah merah packed untuk mengatasi anemia dan mengurangi beban kalium dari hemolisis 7

Monitoring Pasca-Terapi

  • Periksa ulang kalium setiap 2-4 jam selama fase akut sampai stabil 3
  • Monitor EKG kontinyu selama dan setelah pemberian kalsium 3, 7
  • Monitor glukosa ketat untuk mendeteksi hipoglikemia 3, 6
  • Kalium dapat rebound dalam 4-6 jam karena redistribusi intraseluler—terapi temporisasi (kalsium, insulin, beta-agonis) tidak menghilangkan kalium dari tubuh 3, 6

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

  • Jangan mengandalkan temuan EKG saja—nilai laboratorium tetap penting untuk konfirmasi 3, 5
  • Jangan memberikan insulin tanpa glukosa—hipoglikemia dapat fatal 3, 6
  • Jangan menggunakan natrium bikarbonat pada pasien tanpa asidosis metabolik 3, 5
  • Jangan menunda terapi kalsium jika perubahan EKG ada, meskipun menunggu konfirmasi laboratorium 3, 7
  • Ingat bahwa kalsium, insulin, dan beta-agonis hanya temporisasi—eliminasi kalium definitif tetap diperlukan 3, 2, 6

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Treatment and pathogenesis of acute hyperkalemia.

Journal of community hospital internal medicine perspectives, 2011

Guideline

Hyperkalemia Management Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Hiperkalemi Tedavisi

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Potassium Disorders: Hypokalemia and Hyperkalemia.

American family physician, 2015

Research

Severe Hyperkalemia Immediately After Birth.

The American journal of case reports, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.