Hiperkalemia pada Bayi 2 Bulan Non-Prematur
Kalsium intravena adalah terapi lini pertama untuk hiperkalemia pada bayi 2 bulan non-prematur, terutama jika terdapat perubahan EKG atau kadar kalium >6,5 mEq/L, untuk menstabilkan membran jantung dan mencegah aritmia fatal. 1, 2
Penilaian Awal dan Klasifikasi Keparahan
- Periksa EKG segera untuk mencari perubahan hiperkalemik seperti gelombang T runcing, gelombang P mendatar, interval PR memanjang, atau kompleks QRS melebar—perubahan EKG menunjukkan kebutuhan terapi darurat terlepas dari nilai kalium absolut 1, 3, 2
- Klasifikasi hiperkalemia: ringan (5,0-5,9 mEq/L), sedang (6,0-6,4 mEq/L), atau berat (≥6,5 mEq/L) 3, 4
- Perhatian penting: Tidak adanya perubahan EKG TIDAK menyingkirkan kebutuhan intervensi segera, karena temuan EKG dapat sangat bervariasi dan kurang sensitif dibanding nilai laboratorium 3, 5
- Verifikasi hasil bukan pseudohiperkalemia akibat hemolisis atau teknik flebotomi yang buruk 3, 6
Protokol Terapi Darurat (Kalium >6,5 mEq/L ATAU Perubahan EKG)
Langkah 1: Stabilisasi Membran Jantung (Onset 1-3 Menit)
- Kalsium glukonat 10%: 100-200 mg/kg/dosis (1-2 mL/kg) IV perlahan selama 2-5 menit dengan monitoring EKG kontinyu 1, 3, 7
- Kalsium klorida 10%: 20 mg/kg (0,2 mL/kg) dapat digunakan jika akses sentral tersedia 1
- Kalsium TIDAK menurunkan kalium—hanya menstabilkan membran jantung sementara (30-60 menit) 3, 2
- Jika tidak ada perbaikan EKG dalam 5-10 menit, ulangi dosis 1, 3
- Jangan tunda pemberian kalsium sambil menunggu konfirmasi laboratorium jika perubahan EKG ada 3
Langkah 2: Pergeseran Kalium ke Intraseluler (Onset 15-30 Menit)
Insulin reguler 0,1 unit/kg IV + glukosa 0,5-1 g/kg (D10W 5-10 mL/kg atau D25W 2-4 mL/kg) 1, 5
Untuk bayi 2 bulan (~5 kg): insulin 0,5 unit + glukosa 2,5-5 gram 1
Selalu berikan glukosa dengan insulin untuk mencegah hipoglikemia yang mengancam jiwa 3, 6
Monitor glukosa setiap 30-60 menit selama 4-6 jam 3
Salbutamol nebulisasi 2,5 mg dalam 2-4 mL salin normal dapat dipertimbangkan sebagai terapi adjuvan 8, 5
Peringatan: Data keamanan salbutamol pada bayi prematur masih terbatas, gunakan dengan hati-hati 8
Natrium bikarbonat 1-2 mEq/kg IV selama 5 menit HANYA jika asidosis metabolik ada (pH <7,35) 1, 3, 4
Jangan gunakan bikarbonat tanpa asidosis—tidak efektif dan membuang waktu 3, 5
Langkah 3: Eliminasi Kalium dari Tubuh
- Furosemid 1-2 mg/kg IV jika fungsi ginjal adekuat dan output urin baik 1, 3, 6
- Transfusi tukar atau dialisis peritoneal sebagai terapi lini terakhir untuk hiperkalemia refrakter dengan perubahan EKG dan ketidakstabilan hemodinamik 8, 7
- Hemodialisis adalah metode paling efektif untuk menghilangkan kalium pada kasus berat yang tidak responsif terhadap terapi medis 3, 2, 5
Pertimbangan Khusus untuk Bayi Non-Prematur
- Hiperkalemia non-oligurik pada bayi prematur memiliki patofisiologi berbeda (pergeseran kalium dari intra ke ekstraseluler), tetapi bayi non-prematur biasanya mengalami hiperkalemia akibat penurunan ekskresi ginjal atau beban kalium berlebih 8
- Evaluasi penyebab: gagal ginjal akut, hemolisis (seperti pada kasus ini dengan anemia hemolitik), asidosis, sepsis, atau obat-obatan 7
- Pada kasus dengan hemolisis dan trombositopenia, pertimbangkan transfusi sel darah merah packed untuk mengatasi anemia dan mengurangi beban kalium dari hemolisis 7
Monitoring Pasca-Terapi
- Periksa ulang kalium setiap 2-4 jam selama fase akut sampai stabil 3
- Monitor EKG kontinyu selama dan setelah pemberian kalsium 3, 7
- Monitor glukosa ketat untuk mendeteksi hipoglikemia 3, 6
- Kalium dapat rebound dalam 4-6 jam karena redistribusi intraseluler—terapi temporisasi (kalsium, insulin, beta-agonis) tidak menghilangkan kalium dari tubuh 3, 6
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan mengandalkan temuan EKG saja—nilai laboratorium tetap penting untuk konfirmasi 3, 5
- Jangan memberikan insulin tanpa glukosa—hipoglikemia dapat fatal 3, 6
- Jangan menggunakan natrium bikarbonat pada pasien tanpa asidosis metabolik 3, 5
- Jangan menunda terapi kalsium jika perubahan EKG ada, meskipun menunggu konfirmasi laboratorium 3, 7
- Ingat bahwa kalsium, insulin, dan beta-agonis hanya temporisasi—eliminasi kalium definitif tetap diperlukan 3, 2, 6