What is the latest management approach for rosacea?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 22, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Tatalaksana Terbaru untuk Rosasea

Pendekatan tatalaksana rosasea terkini menggunakan strategi berbasis fenotip, bukan subtipe, dengan memilih terapi lini pertama berdasarkan manifestasi klinis spesifik yang muncul pada pasien. 1, 2

Pendekatan Berbasis Fenotip

Konsensus Global Rosasea (ROSCO) merekomendasikan transisi dari klasifikasi berbasis subtipe ke pendekatan berbasis fenotip karena lebih efektif menangani spektrum presentasi klinis yang beragam. 1 Strategi ini memungkinkan penargetan fitur yang paling mengganggu pasien dan memfasilitasi terapi kombinasi untuk mengatasi multiple manifestasi secara simultan. 2

Terapi Lini Pertama Berdasarkan Manifestasi Klinis

Untuk Papul/Pustul Inflamasi

  • Ringan: Ivermectin topikal 1% krim sekali sehari adalah pilihan paling efektif, menunjukkan 84.9% pasien mencapai rating "clear" atau "almost clear" dibandingkan 75.4% dengan metronidazole. 3
  • Alternatif lini pertama: Azelaic acid 15% gel/foam dua kali sehari 2, 4 atau metronidazole topikal 0.75-1% 3
  • Opsi terbaru: Encapsulated benzoyl peroxide 5% (E-BPO 5%) yang baru disetujui FDA menunjukkan perbaikan cepat pada minggu ke-2 dengan efikasi berkelanjutan hingga 52 minggu 2, 3
  • Sedang hingga berat: Minocycline foam 1.5% topikal 2 atau terapi kombinasi (agen topikal + doxycycline oral 40mg modified-release) 3

Untuk Eritema Persisten

  • Lini pertama: Brimonidine tartrate 0.33% gel sekali sehari memberikan vasokonstriksi cepat dengan efek maksimal 3-6 jam setelah aplikasi 3
  • Alternatif: Oxymetazoline HCl 1% krim sekali sehari 2, 3
  • Peringatan penting: Brimonidine dapat menyebabkan eritema paradoksal pada 10-20% pasien 3

Untuk Telangiektasia

  • Pulsed-dye laser (PDL) atau intense pulsed light (IPL) adalah modalitas utama 2
  • Electrodessication juga merupakan opsi 2

Untuk Perubahan Fimatosa

  • Kasus dengan inflamasi klinis: Doxycycline oral 40mg modified-release 2
  • Kasus tanpa inflamasi klinis: Electrodessication, IPL, atau laser 2

Untuk Rosasea Okular

  • Gejala ringan: Higiene kelopak mata dan air mata buatan 1, 2
  • Sedang hingga berat: Doxycycline oral 2, 3
  • Rujukan oftalmologi: Pertimbangkan untuk semua kasus kecuali yang paling ringan 1, 2

Strategi Terapi Kombinasi

Multiple fitur kutaneus dapat dan harus ditangani secara simultan dengan lebih dari satu agen. 2, 3 Presentasi sedang dan berat biasanya memerlukan terapi kombinasi (topikal + sistemik atau multiple topikal). 2 Contohnya, ivermectin untuk papul/pustul dapat digunakan bersamaan dengan brimonidine untuk eritema. 3

Durasi Terapi dan Evaluasi Respons

  • Agen topikal: Berikan 6-8 minggu sebelum menyatakan kegagalan terapi 2
  • Agen oral: Berikan 8-12 minggu 2
  • Perbaikan tipikal: Terjadi dalam 3-4 minggu untuk sebagian besar terapi topikal 3
  • Jika terapi inadekuat: Pertimbangkan opsi lini pertama lain atau tambahkan agen lini pertama tambahan 1, 2

Terapi Pemeliharaan

Tanpa terapi pemeliharaan, hingga dua pertiga pasien akan relaps ketika terapi dihentikan. 2, 3 Gunakan terapi minimum yang diperlukan untuk mempertahankan kontrol. 2, 3 Pendekatan pemeliharaan bergantung pada modalitas terapi dan preferensi pasien. 1, 2

Tindakan Perawatan Kulit Umum (Esensial untuk Semua Pasien)

  • Perlindungan matahari: SPF 30+ setiap hari 2, 3
  • Pembersih lembut: Gunakan pembersih non-medikasi ringan untuk kulit sensitif 2, 3
  • Pelembab: Untuk kulit dengan barrier yang terganggu 2, 3
  • Hindari trigger: Makanan pedas, alkohol, suhu ekstrem (meskipun bukti RCT terbatas) 2, 3

Perangkap Klinis yang Harus Dihindari

  • Durasi terapi tidak cukup: Banyak studi mengevaluasi terapi rosasea kurang dari 8 minggu, yang dapat menyebabkan demonstrasi efikasi yang tidak adekuat 2
  • Menggunakan protokol terapi akne: Jangan mengekstrapolasi protokol terapi akne (tretinoin, adapalene) ke rosasea karena patofisiologi fundamentalnya berbeda 2, 3
  • Mengabaikan terapi pemeliharaan: Dapat menyebabkan relaps pada mayoritas pasien 2, 3
  • Ketidakpatuhan karena efek samping: Hingga 89% pasien yang mengalami efek samping terkait terapi menghentikan terapi dalam sebulan 3
  • Mengabaikan manifestasi okular: Dapat menyebabkan underdiagnosis dan undertreatment 2

Pertimbangan Khusus untuk Kasus Refrakter

Untuk rosasea berat yang refrakter, isotretinoin oral dosis sangat rendah menunjukkan 91% clearance atau respons excellent pada rosasea papulopustular ringan hingga sedang. 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Rosacea Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Guideline

Treatment of Facial Rosacea

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.