What is the treatment for a patient diagnosed with diarrhea caused by Entamoeba histolytica?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 23, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi untuk Diare karena Entamoeba histolytica

Pengobatan infeksi Entamoeba histolytica memerlukan pendekatan dua fase: tinidazole 1,5 g per hari selama 10 hari sebagai amebisida jaringan lini pertama, diikuti WAJIB dengan amebisida luminal (paromomycin 30 mg/kg/hari dibagi 3 dosis atau diloxanide furoate 500 mg tiga kali sehari) selama 10 hari untuk mencegah relaps. 1, 2

Pilihan Amebisida Jaringan (Fase Pertama)

Tinidazole (Pilihan Utama)

  • Tinidazole memberikan tingkat kesembuhan 96,5% dan lebih ditoleransi dibandingkan metronidazole 1, 3
  • Dosis: 1,5 g per hari selama 10 hari untuk amebiasis intestinal 1
  • FDA telah menyetujui tinidazole untuk pengobatan amebiasis intestinal dan abses hati amebik pada dewasa dan anak >3 tahun 4
  • Tinidazole memiliki efek samping lebih sedikit dan lebih ringan dibandingkan metronidazole 3

Metronidazole (Alternatif)

  • Dosis: 500-750 mg tiga kali sehari selama 7-10 hari 1, 2
  • Tingkat kesembuhan sekitar 88% ketika diikuti dengan amebisida luminal 1, 5
  • Dalam studi perbandingan langsung, metronidazole menunjukkan tingkat kegagalan lebih tinggi (26%) dibandingkan tinidazole (3,5%) 3
  • Memerlukan perpanjangan terapi pada 53% pasien dibandingkan hanya 11% dengan tinidazole 3

Amebisida Luminal (Fase Kedua - WAJIB)

Semua pasien HARUS menerima amebisida luminal setelah menyelesaikan terapi amebisida jaringan untuk mencegah relaps, bahkan pada pasien dengan mikroskopi tinja negatif. 1, 2

Pilihan Amebisida Luminal:

  • Paromomycin: 30 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari 1, 2
  • Diloxanide furoate: 500 mg tiga kali sehari selama 10 hari 1, 2

Peringatan Penting dan Jebakan Klinis

Konfirmasi Diagnosis

  • Mikroskopi saja TIDAK cukup karena tidak dapat membedakan E. histolytica dari E. dispar yang non-patogenik 1
  • Idealnya gunakan deteksi antigen spesifik atau PCR jika tersedia 1
  • Di daerah dengan sumber daya terbatas, pengobatan empiris berdasarkan mikroskopi dapat diterima mengingat potensi penyakit invasif 1

Membedakan dari Disentri Bakterial

  • Tidak adanya demam adalah fitur pembeda paling kritis - hanya 8% pasien amebiasis mengalami demam 6
  • Disentri bakterial (Shigella, Salmonella, Campylobacter) biasanya disertai demam tinggi 6
  • Jika trofozoit E. histolytica tidak terkonfirmasi pada mikroskopi, CDC merekomendasikan pengobatan empiris untuk disentri bakterial terlebih dahulu 6
  • Jebakan berbahaya: tidak adanya demam TIDAK menyingkirkan penyakit invasif serius pada amebiasis 6

Kesalahan yang Harus Dihindari

  • JANGAN melewatkan fase amebisida luminal - ini adalah penyebab paling umum kegagalan pengobatan dan relaps 1, 2
  • Tinidazole dan metronidazole TIDAK efektif sebagai monoterapi untuk pembawa kista asimtomatik karena absorpsi cepat dan durasi singkat 7
  • Sekitar 38% isolat T. vaginalis dengan kerentanan berkurang terhadap metronidazole juga menunjukkan resistensi silang terhadap tinidazole 4

Follow-up

  • Pemeriksaan tinja follow-up diperlukan untuk mengkonfirmasi eliminasi parasit 1
  • Lakukan pemeriksaan tinja setidaknya 14 hari setelah menyelesaikan kedua fase pengobatan 2
  • Idealnya periksa 3 spesimen tinja yang dikumpulkan pada hari berbeda 2
  • USG mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi resolusi kista hepatik jika ada 2

Populasi Khusus

  • Tinidazole aman digunakan pada anak >3 tahun dengan dosis yang sama 4
  • Pada pasien dengan gangguan ginjal berat (CrCL <22 mL/min), farmakokinetik tinidazole tidak berbeda signifikan, tetapi hemodialisis meningkatkan klirens secara signifikan 4
  • Pada pasien hamil, penggunaan nitroimidazole dibatasi; pertimbangkan konsultasi spesialis 8

References

Guideline

Management of Entamoeba Histolytica Infection

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Amebiasis Intestinal Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Research

Tinidazole and metronidazole in the treatment of intestinal amoebiasis.

Current medical research and opinion, 1977

Research

A long-term follow up study of amoebiasis treated with metronidazole.

Scandinavian journal of infectious diseases, 1984

Guideline

Distinguishing Amoebic Dysentery from Bacterial Diarrhea

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.