Terapi untuk Diare karena Entamoeba histolytica
Pengobatan infeksi Entamoeba histolytica memerlukan pendekatan dua fase: tinidazole 1,5 g per hari selama 10 hari sebagai amebisida jaringan lini pertama, diikuti WAJIB dengan amebisida luminal (paromomycin 30 mg/kg/hari dibagi 3 dosis atau diloxanide furoate 500 mg tiga kali sehari) selama 10 hari untuk mencegah relaps. 1, 2
Pilihan Amebisida Jaringan (Fase Pertama)
Tinidazole (Pilihan Utama)
- Tinidazole memberikan tingkat kesembuhan 96,5% dan lebih ditoleransi dibandingkan metronidazole 1, 3
- Dosis: 1,5 g per hari selama 10 hari untuk amebiasis intestinal 1
- FDA telah menyetujui tinidazole untuk pengobatan amebiasis intestinal dan abses hati amebik pada dewasa dan anak >3 tahun 4
- Tinidazole memiliki efek samping lebih sedikit dan lebih ringan dibandingkan metronidazole 3
Metronidazole (Alternatif)
- Dosis: 500-750 mg tiga kali sehari selama 7-10 hari 1, 2
- Tingkat kesembuhan sekitar 88% ketika diikuti dengan amebisida luminal 1, 5
- Dalam studi perbandingan langsung, metronidazole menunjukkan tingkat kegagalan lebih tinggi (26%) dibandingkan tinidazole (3,5%) 3
- Memerlukan perpanjangan terapi pada 53% pasien dibandingkan hanya 11% dengan tinidazole 3
Amebisida Luminal (Fase Kedua - WAJIB)
Semua pasien HARUS menerima amebisida luminal setelah menyelesaikan terapi amebisida jaringan untuk mencegah relaps, bahkan pada pasien dengan mikroskopi tinja negatif. 1, 2
Pilihan Amebisida Luminal:
- Paromomycin: 30 mg/kg/hari dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari 1, 2
- Diloxanide furoate: 500 mg tiga kali sehari selama 10 hari 1, 2
Peringatan Penting dan Jebakan Klinis
Konfirmasi Diagnosis
- Mikroskopi saja TIDAK cukup karena tidak dapat membedakan E. histolytica dari E. dispar yang non-patogenik 1
- Idealnya gunakan deteksi antigen spesifik atau PCR jika tersedia 1
- Di daerah dengan sumber daya terbatas, pengobatan empiris berdasarkan mikroskopi dapat diterima mengingat potensi penyakit invasif 1
Membedakan dari Disentri Bakterial
- Tidak adanya demam adalah fitur pembeda paling kritis - hanya 8% pasien amebiasis mengalami demam 6
- Disentri bakterial (Shigella, Salmonella, Campylobacter) biasanya disertai demam tinggi 6
- Jika trofozoit E. histolytica tidak terkonfirmasi pada mikroskopi, CDC merekomendasikan pengobatan empiris untuk disentri bakterial terlebih dahulu 6
- Jebakan berbahaya: tidak adanya demam TIDAK menyingkirkan penyakit invasif serius pada amebiasis 6
Kesalahan yang Harus Dihindari
- JANGAN melewatkan fase amebisida luminal - ini adalah penyebab paling umum kegagalan pengobatan dan relaps 1, 2
- Tinidazole dan metronidazole TIDAK efektif sebagai monoterapi untuk pembawa kista asimtomatik karena absorpsi cepat dan durasi singkat 7
- Sekitar 38% isolat T. vaginalis dengan kerentanan berkurang terhadap metronidazole juga menunjukkan resistensi silang terhadap tinidazole 4
Follow-up
- Pemeriksaan tinja follow-up diperlukan untuk mengkonfirmasi eliminasi parasit 1
- Lakukan pemeriksaan tinja setidaknya 14 hari setelah menyelesaikan kedua fase pengobatan 2
- Idealnya periksa 3 spesimen tinja yang dikumpulkan pada hari berbeda 2
- USG mungkin diperlukan untuk mengkonfirmasi resolusi kista hepatik jika ada 2
Populasi Khusus
- Tinidazole aman digunakan pada anak >3 tahun dengan dosis yang sama 4
- Pada pasien dengan gangguan ginjal berat (CrCL <22 mL/min), farmakokinetik tinidazole tidak berbeda signifikan, tetapi hemodialisis meningkatkan klirens secara signifikan 4
- Pada pasien hamil, penggunaan nitroimidazole dibatasi; pertimbangkan konsultasi spesialis 8