Penanganan Diare Cair Akut pada Pasien dengan Riwayat DVT yang Menggunakan Warfarin
Prioritas utama Anda adalah rehidrasi segera dengan oralit (ORS), minum 8-10 gelas besar cairan bening per hari, dan hindari antibiotik empiris karena tidak ada demam atau tanda infeksi bakterial invasif. 1, 2
Penilaian Awal yang Perlu Dilakukan
Evaluasi status dehidrasi Anda dengan mencari tanda-tanda berikut 2, 3:
- Gejala dehidrasi: rasa haus berlebihan, pusing saat berdiri, penurunan produksi urin, lemas, turgor kulit menurun
- Tanda vital: takikardia, hipotensi ortostatik
- Karakteristik BAB: frekuensi (sudah 10x), konsistensi cair tanpa ampas, warna kehijauan, bau tidak enak—ini menunjukkan kemungkinan gastroenteritis viral non-inflamasi 1, 4
Tidak adanya demam adalah kunci penting: ini menunjukkan kemungkinan besar infeksi viral, bukan bakterial invasif, sehingga antibiotik tidak diperlukan. 1, 2
Terapi Rehidrasi - Prioritas Tertinggi
Rehidrasi Oral (Lini Pertama)
Mulai segera dengan oralit (ORS) 1, 3:
- Minum 2-4 liter oralit dalam 3-4 jam pertama untuk dewasa 1, 3
- Lanjutkan dengan 8-10 gelas besar cairan bening per hari 2
- Gunakan oralit komersial (seperti Oralit, Pedialyte) - hindari jus buah, Gatorade, atau minuman bersoda karena tidak tepat untuk rehidrasi 3
Kapan Perlu Cairan Intravena
Jika Anda mengalami tanda dehidrasi berat (pusing hebat saat berdiri, tidak bisa minum, produksi urin sangat sedikit, kesadaran menurun), segera ke rumah sakit untuk cairan IV 3
Manajemen Warfarin - Perhatian Khusus
Ini sangat penting karena diare dapat meningkatkan INR Anda dan risiko perdarahan 5, 6:
- Diare dengan asupan makanan berkurang dapat meningkatkan INR karena penurunan asupan vitamin K dari makanan 5, 6
- Muntah atau diare berkepanjangan dapat menyebabkan INR naik drastis (dalam satu kasus dari 2.5-3.5 menjadi 4.7) 5
- Segera hubungi dokter yang meresepkan warfarin Anda untuk pemeriksaan INR lebih sering selama episode diare ini 5, 6
- Waspadai tanda perdarahan: memar yang tidak biasa, gusi berdarah, BAB hitam, atau perdarahan lainnya 6
Penggunaan Obat Simptomatik
Loperamide - Boleh Digunakan dengan Hati-hati
Karena Anda tidak ada demam, loperamide dapat dipertimbangkan 2, 3:
- Dosis: 4 mg awal, kemudian 2 mg setelah setiap BAB cair, maksimal 16 mg/hari 2
- Hentikan segera jika muncul demam ≥38.5°C karena risiko toxic megacolon 2
Antibiotik - TIDAK Direkomendasikan untuk Kasus Anda
Antibiotik empiris tidak diperlukan karena 1:
- Tidak ada demam (menunjukkan bukan infeksi bakterial invasif)
- Tidak ada riwayat perjalanan internasional baru-baru ini
- Diare cair tanpa darah (bukan diare inflamasi)
- Kemungkinan besar penyebabnya viral, dan antibiotik tidak efektif untuk virus 1, 4
Manajemen Diet
- Lanjutkan makan makanan normal segera setelah bisa mentoleransi 3
- Hindari produk susu, alkohol, dan makanan tinggi lemak sementara waktu 1
- Tidak perlu puasa - ini tidak memperbaiki hasil 3
Tanda Bahaya - Kapan Harus ke Rumah Sakit Segera
Segera ke IGD jika mengalami 2:
- Demam tinggi muncul (>38.5°C)
- Pusing hebat saat berdiri atau tidak bisa berdiri
- Tidak bisa minum sama sekali
- Produksi urin sangat berkurang atau tidak ada
- BAB berdarah atau hitam (tanda perdarahan GI)
- Memar spontan atau perdarahan lain (komplikasi warfarin)
- Nyeri perut hebat atau kram yang memburuk
- Kesadaran menurun atau bingung
Pemantauan dan Follow-up
- Catat frekuensi BAB dan laporkan jika tidak membaik dalam 48 jam 2
- Periksa INR lebih sering - hubungi dokter yang meresepkan warfarin dalam 24-48 jam 5, 6
- Harapkan perbaikan dalam 5-7 hari dengan terapi suportif 2
- Jika diare berlanjut >3 hari atau memburuk, perlu evaluasi lebih lanjut dengan pemeriksaan tinja 2, 4
Pencegahan Penularan
- Cuci tangan dengan sabun dan air setelah BAB dan sebelum makan 3
- Hindari kontak dekat dengan orang lain sampai 48 jam setelah diare berhenti 3
Peringatan Penting: Kombinasi diare dan warfarin memerlukan perhatian khusus karena risiko peningkatan INR yang tidak terduga. Jangan tunda untuk menghubungi dokter Anda untuk pemeriksaan INR. 5, 6