Rekomendasi Usia untuk Diet pada Anak
Anak-anak usia 2 tahun ke atas dapat mulai mengikuti pola makan sehat yang mirip dengan orang dewasa, dengan fokus pada makanan padat nutrisi dan pembatasan lemak jenuh, gula tambahan, dan natrium—bukan "diet" dalam arti pembatasan kalori yang ketat. 1
Prinsip Utama Berdasarkan Usia
Usia Di Bawah 2 Tahun
- Jangan membatasi lemak atau kalori pada anak di bawah usia 2 tahun karena lemak sangat penting untuk perkembangan otak dan pertumbuhan optimal 1, 2
- Lemak harus menyumbang 30-40% dari total kalori harian untuk anak usia 1 tahun 1
- ASI tetap menjadi pilihan nutrisi terbaik dan dapat dilanjutkan setelah usia 12 bulan 3
- Susu murni (whole milk) direkomendasikan hingga usia 2 tahun, kecuali ada riwayat keluarga obesitas atau penyakit jantung 2, 3
Usia 2-6 Tahun: Transisi ke Pola Makan Sehat
Mulai usia 2 tahun, anak dapat beralih ke pola makan yang lebih mirip dengan rekomendasi untuk orang dewasa, dengan modifikasi sesuai kebutuhan pertumbuhan. 1
- Lemak dikurangi menjadi 30-35% dari total kalori 1
- Transisi ke produk susu rendah lemak atau tanpa lemak sangat penting karena produk susu adalah sumber utama lemak jenuh dan kolesterol pada kelompok usia ini 1
- Fokus pada makanan padat nutrisi: sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan protein tanpa lemak 1, 2
- Batasi minuman manis dan camilan tinggi gula, yang merupakan sumber utama asupan kalori berlebih 1
Peringatan Penting: Jangan memaksa anak untuk makan atau membatasi akses ke makanan tertentu secara ketat—strategi ini justru menyebabkan makan berlebihan dan minat paradoks pada makanan yang "dilarang" 1
Usia 6 Tahun ke Atas
- Rekomendasi diet menjadi lebih mirip dengan orang dewasa, dengan lemak 25-35% dari total kalori 1
- Remaja menghadapi tantangan nutrisi yang lebih besar karena percepatan pertumbuhan pubertas meningkatkan kebutuhan kalori dan nutrisi global 1
- Batasi minuman manis dan jus buah: 4-6 oz/hari untuk anak 1-6 tahun, dan 8-12 oz/hari untuk anak 7-18 tahun 1
Apa yang Dimaksud dengan "Diet" yang Aman
"Diet" untuk anak BUKAN berarti pembatasan kalori ketat, melainkan pola makan sehat yang mendukung pertumbuhan optimal. 1
Komponen Pola Makan Sehat:
- Izinkan anak mengatur sendiri total asupan kalori selama BMI atau berat badan untuk tinggi badan normal 1
- Orang tua bertanggung jawab memilih makanan apa yang dimakan, kapan, dan di mana; anak bertanggung jawab apakah mau makan dan berapa banyak 1, 2
- Sediakan berbagai makanan padat nutrisi, bukan makanan tinggi kalori rendah nutrisi 1, 2
- Perhatikan ukuran porsi yang sesuai dengan usia dan ukuran tubuh anak 1, 2
Makanan yang Harus Dibatasi atau Dihindari:
- Minuman manis, termasuk soda dan minuman olahraga 1, 2
- Makanan tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh 1, 2
- Makanan cepat saji yang tinggi lemak trans 1
- Kafein harus dihindari sepenuhnya 2, 4
Peringatan Khusus: Kapan Diet Ketat Berbahaya
Diet pembatasan kalori yang ketat pada anak dapat menyebabkan kegagalan pertumbuhan dan komplikasi medis yang tidak dapat dipulihkan. 5, 6
- Gangguan makan restriktif pada anak dan remaja muda dapat berdampak negatif pada pertumbuhan linear, perkembangan tulang, dan pematangan otak 5
- Kepatuhan ketat pada diet rendah lemak dan rendah kolesterol pada masa kanak-kanak dapat mengakibatkan kegagalan pertumbuhan nutrisi 6
- Anak-anak yang semakin muda didiagnosis dengan gangguan makan memiliki risiko signifikan untuk komplikasi medis unik yang berkaitan dengan kebutuhan energi dan waktu pertumbuhan 5
Pemantauan dan Penyesuaian
- Pantau BMI persentil pada setiap kunjungan kesehatan dan nilai kesesuaian kenaikan berat badan dari kurva pertumbuhan standar 1
- Skrining tekanan darah dan pengukuran kolesterol, jika diindikasikan, dimulai pada rentang usia 2-6 tahun 1
- Penyimpangan signifikan dari kurva persentil pertumbuhan yang sudah mapan dapat mengindikasikan asupan kalori yang tidak tepat dan memerlukan penyesuaian diet 2
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan menerapkan diet orang dewasa yang ketat pada anak di bawah 2 tahun 1, 2, 6
- Jangan menggunakan makanan sebagai hadiah atau hukuman 1
- Jangan menawarkan makanan tanpa nilai nutrisi hanya untuk menyediakan kalori 1, 2
- Hindari memberikan jus dari botol—hanya dari cangkir 1, 2
- Anak-anak memiliki kalori diskresioner terbatas (100-150 kalori untuk anak kecil yang tidak aktif), yang lebih sedikit dari sebagian besar ukuran porsi camilan biasa 1